Margin yang tidak cukup akan dipaksa untuk dilikuidasi? Tingkat risiko stop loss yang harus diketahui trader

Ketika akun trading mengalami kerugian dan margin terus menurun, salah satu kekhawatiran utama Anda adalah terjadinya forced liquidation. Dalam kondisi apa mekanisme forced liquidation dari broker akan dipicu? Dan bagaimana cara mencegahnya sejak dini? Pertanyaan-pertanyaan ini langsung berkaitan dengan keamanan dana trading Anda.

Logika Kerja di Balik Forced Liquidation

Forced liquidation (level stop-loss) adalah ketika level margin trader turun ke persentase tertentu yang ditetapkan oleh broker, posisi terbuka trader secara otomatis ditutup atau dilikuidasi. Singkatnya, ini adalah “garis pemutus” yang dibuat bursa dan broker untuk melindungi risiko mereka sendiri.

Berbagai broker forex memiliki aturan berbeda terkait level stop-loss. Biasanya, ketika nilai bersih akun tidak mampu menopang posisi terbuka, broker akan memprioritaskan penutupan posisi yang paling merugikan agar posisi yang menguntungkan tetap dipertahankan. Tetapi jika semua posisi dalam keadaan rugi, broker akan melikuidasi semuanya.

Cara perhitungan level margin

Memahami forced liquidation memerlukan penguasaan metode perhitungan level margin. Level margin biasanya dinyatakan dalam persentase, dengan rumus:

Level margin = (Nilai bersih akun ÷ Margin yang digunakan) × 100%

Sebagai contoh, akun USD 1000, misalnya Anda membeli 1 mini lot EUR/USD (memerlukan margin USD 200):

  • Saldo akun: USD 1000
  • Margin yang digunakan: USD 200
  • Margin yang tersedia: USD 800
  • Level margin awal: (1000 ÷ 200) × 100% = 500%

Ketika harga EUR/USD turun dan nilai bersih akun turun menjadi USD 600:

  • Level margin: (600 ÷ 200) × 100% = 300%

Jika terus turun ke USD 200:

  • Level margin: (200 ÷ 200) × 100% = 100% (memicu pemberitahuan margin call)

Jika turun lagi ke USD 100:

  • Level margin: (100 ÷ 200) × 100% = 50% (mencapai level stop-loss, dipaksa tutup)

Penyebab Utama Terpicunya Forced Liquidation

Forced liquidation tidak terjadi secara acak, melainkan dipicu oleh beberapa faktor berikut:

1. Kekurangan dana di akun Ketika saldo tidak cukup memenuhi persyaratan margin, broker akan melakukan penutupan posisi secara paksa. Misalnya, kontrak futures membutuhkan margin USD 1000, tetapi saldo Anda hanya USD 800, maka risiko likuidasi akan muncul.

2. Volatilitas pasar yang ekstrem Penurunan harga secara mendadak adalah penyebab utama forced liquidation. Terutama saat menggunakan leverage tinggi, bahkan fluktuasi kecil bisa dengan cepat menghabiskan margin Anda.

3. Pembatasan pengendalian risiko Bursa menetapkan batas posisi maksimum, batas kerugian harian maksimum, dan lain-lain. Jika batas ini terlampaui, otomatis penutupan posisi akan dipicu.

4. Tanggal penyelesaian kontrak Untuk futures dan derivatif lainnya, jika tidak menutup posisi sebelum tanggal penyelesaian yang ditentukan, bursa akan melakukan penutupan paksa.

Dampak Nyata Forced Liquidation bagi Investor

Kerugian akibat forced liquidation jauh lebih dari sekadar kerugian saldo:

Kerugian dana langsung

Dipaksa menjual aset dengan harga yang sangat tidak menguntungkan adalah kerugian paling langsung. Bayangkan Anda memegang saham tertentu, tiba-tiba karena penurunan pasar harus menambah margin. Jika tidak mampu mengumpulkan dana, Anda terpaksa menjual dengan harga jauh di bawah harga psikologis, kehilangan tidak hanya kerugian floating tetapi juga bagian yang seharusnya bisa dipulihkan.

Gangguan terhadap rencana investasi

Strategi investasi jangka panjang yang dirancang matang bisa hancur di hadapan forced liquidation. Anda mungkin berencana memegang saham atau koin tertentu dalam jangka panjang, tetapi volatilitas pasar menyebabkan margin tidak cukup, dan setelah posisi ditutup, Anda kehilangan peluang rebound.

Krisis likuiditas pasar

Ketika banyak trader menghadapi forced liquidation secara bersamaan, penjualan besar-besaran akan memberi tekanan pada pasar. Terutama di pasar leverage tinggi (seperti derivatif), reaksi berantai ini bisa memicu penurunan harga yang tajam, yang selanjutnya memicu lebih banyak forced liquidation, menciptakan siklus negatif.

Strategi Pencegahan Dini terhadap Forced Liquidation

Cadangan dana yang cukup

Sebelum membuka posisi, hitung dengan jelas kebutuhan margin dan pastikan dana di akun jauh melebihi angka tersebut. Disarankan menjaga minimal 150% dari margin yang diperlukan, memberi ruang buffer terhadap volatilitas pasar. Pantau nilai bersih akun secara rutin, dan segera tambahkan dana saat tren kerugian muncul.

Manajemen leverage secara hati-hati

Leverage adalah pedang bermata dua. Meskipun dapat memperbesar keuntungan, risiko juga ikut diperbesar. Untuk trader dengan toleransi risiko terbatas, disarankan menggunakan leverage tidak lebih dari 1:10. Pahami risiko nyata dari leverage yang digunakan, jangan terburu-buru mengejar keuntungan imajiner dari leverage tinggi.

Pasang order stop-loss dan take-profit

Sebelum melakukan trading, tetapkan level stop-loss dan take-profit secara jelas. Tidak perlu menunggu sampai forced liquidation terjadi. Stop-loss membantu membatasi kerugian saat mencapai batas yang dapat dikendalikan, sekaligus mencegah akun terkunci terlalu dalam.

Pantau volatilitas pasar secara ketat

Gunakan analisis teknikal dan fundamental untuk mengidentifikasi potensi peristiwa yang bisa memicu volatilitas besar. Untuk pasar forex, perhatikan pengumuman kebijakan bank sentral, data ekonomi penting; untuk kripto, perhatikan regulasi dan aktivitas whale besar.

Diversifikasi posisi dan risiko

Hindari mengkonsentrasikan seluruh dana pada satu instrumen atau satu arah. Dengan diversifikasi portofolio, meskipun satu posisi mengalami kerugian, posisi lain dapat memberikan bantalan, mengurangi kemungkinan forced liquidation secara keseluruhan.

Forced Liquidation: Pelajaran Wajib dalam Karir Trading

Forced liquidation pada dasarnya adalah pelajaran risiko yang diberikan pasar kepada trader. Ini mengingatkan setiap peserta bahwa manajemen margin, pengendalian risiko, dan perencanaan dana bukanlah pilihan, melainkan fondasi utama kelangsungan trading.

Dengan memahami mekanisme level stop-loss secara mendalam, menghitung kebutuhan margin secara cermat, dan menggunakan leverage secara bijak, Anda dapat meminimalkan risiko forced liquidation. Dalam dunia trading, bertahan hidup adalah kunci untuk terus menghasilkan uang—menghindari forced liquidation adalah implementasi dari prinsip sederhana namun mendalam ini.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)