Memahami Permintaan dan Penawaran: Pengertian Permintaan dan Penawaran serta Cara Mendapatkan Keuntungan dari Pasar Saham

Pengertian Permintaan dan Penawaran adalah apa

Pengertian permintaan dan penawaran mungkin terdengar membingungkan, tetapi sebenarnya sangat sederhana — ini adalah seni dalam menyesuaikan harga di pasar

Ketika orang ingin membeli banyak (pengertian permintaan - Demand) harga akan naik. Ketika orang ingin menjual dalam jumlah besar (penawaran - Supply) harga akan turun. Gila! Semua ini adalah kekuatan yang mendorong pergerakan pasar saham setiap hari

Konsep permintaan dan penawaran ini sangat berguna dalam memprediksi arah harga dan memilih waktu masuk-keluar posisi investasi

Permintaan (Demand) adalah kekuatan beli yang mendorong harga naik

Permintaan secara sederhana adalah keinginan membeli pada berbagai tingkat harga

Ketika kita menggambar kurva permintaan (Demand Curve) di grafik, akan terlihat bahwa:

  • Pada harga rendah → orang ingin membeli banyak
  • Pada harga tinggi → orang ingin membeli sedikit

Mengapa begitu? Karena ada 2 hal:

1) Efek Pendapatan (Income Effect): Ketika harga turun, dompet kita menjadi lebih tebal, jadi kita bisa membeli lebih banyak

2) Efek Substitusi (Substitution Effect): Ketika harga barang ini turun, kita akan berhenti membeli barang lain dan beralih membeli ini

Di pasar saham, permintaan bergantung pada:

  • Suku bunga (ketika suku bunga rendah, investor lebih suka saham)
  • Kepercayaan pasar (ketika berita baik, permintaan melonjak)
  • Likuiditas dalam sistem keuangan (uang melimpah = ingin membeli sesuatu)
  • Kinerja dan prediksi laba perusahaan

Penawaran (Supply) adalah kekuatan jual yang mendorong harga turun

Penawaran = keinginan menjual pada berbagai tingkat harga

Kurva penawaran (Supply Curve) menunjukkan:

  • Pada harga tinggi → penjual ingin menjual banyak (keuntungan besar)
  • Pada harga rendah → penjual ingin menjual sedikit (tidak menguntungkan)

Berbeda dengan permintaan!

Di pasar saham, penawaran dipengaruhi oleh:

  • Kebijakan perusahaan (ketika buyback saham, penawaran berkurang; ketika melakukan peningkatan modal, penawaran bertambah)
  • IPO baru (perusahaan baru masuk pasar)
  • Biaya produksi (jika biaya tinggi, produsen tidak ingin menawarkan)
  • Teknologi (teknologi baru bisa menurunkan biaya = ingin menjual lebih banyak)

Keseimbangan (Equilibrium) adalah permainan menentukan harga

Ketika kurva permintaan dan penawaran bertemu → titik keseimbangan = harga dan volume transaksi yang akan terjadi

Di titik ini:

  • Harga cenderung tidak berubah karena ada keseimbangan

Lalu, apa yang terjadi jika harga naik dari titik keseimbangan?

  • Penjual menjadi lebih aktif “Wow, harga ini tinggi, terima kasih!” → menjual lebih banyak
  • Pembeli merasa mahal → mengurangi pembelian
  • Hasilnya: stok barang tersisa → harga harus turun kembali ke keseimbangan

Lalu, apa yang terjadi jika harga turun dari titik keseimbangan?

  • Pembeli melihat harga murah → membeli lebih banyak
  • Penjual merasa tidak menguntungkan → mengurangi penjualan
  • Hasilnya: kekurangan barang → harga harus naik kembali ke keseimbangan

Pengertian permintaan dan penawaran dalam analisis harga saham

1. Analisis Fundamental (Fundamental Analysis)

Harga saham berasal dari perang “kekuatan beli vs kekuatan jual”

Saham naik? = Pembeli menang = permintaan kuat = orang percaya perusahaan punya masa depan

Saham turun? = Penjual menang = penawaran kuat = orang percaya perusahaan akan merugi

Apa yang memicu perubahan permintaan/penawaran:

  • Berita laba kuartalan (jika laba lebih tinggi dari perkiraan → naik)
  • Prediksi pertumbuhan masa depan (jika diperkirakan akan tumbuh cepat → beli)
  • Perubahan struktur bisnis (jika diperkirakan akan mendapatkan keuntungan lebih besar → beli)

2. Analisis Teknikal (Technical Analysis)

Menggunakan berbagai alat untuk mengukur kekuatan beli dan jual:

Analisis candlestick (Candle Stick)

  • Batang hijau (Bullish) = harga penutupan lebih tinggi dari pembukaan = kekuatan beli = peluang naik lebih tinggi
  • Batang merah (Bearish) = harga penutupan lebih rendah dari pembukaan = kekuatan jual = peluang turun lebih tinggi
  • Doji (Doji) = harga pembukaan dan penutupan hampir sama = kekuatan beli dan jual seimbang = belum pasti

Arah tren harga (Market Trend)

  • Membuat titik tertinggi baru secara berurutan = tren naik = kekuatan permintaan
  • Membuat titik terendah baru secara berurutan = tren turun = kekuatan penawaran
  • Bergerak dalam kisaran = belum pasti = tunggu faktor baru

Support & Resistance (Support & Resistance)

  • Support = titik di mana permintaan menunggu = harga turun lalu kembali naik
  • Resistance = titik di mana penawaran menunggu = harga naik lalu kembali turun

Teknik Demand Supply Zone: bagaimana menggunakannya untuk timing beli/jual?

Demand Supply Zone adalah penggabungan permintaan dan penawaran dengan tren harga untuk menemukan waktu masuk-keluar posisi

1. Bentuk Pembalikan (Reversal)

DBR - Demand Zone Drop Base Rally (tren turun lalu berbalik naik)

  • Harga turun (Drop) = penawaran banyak
  • Harga berfluktuasi dalam kisaran (Base) = mulai ada pembeli
  • Harga naik (Rally) = permintaan kuat
  • Timing masuk: saat harga menembus di atas kisaran, dengan stop loss di bawah kisaran

RBD - Supply Zone Rally Base Drop (tren naik lalu berbalik turun)

  • Harga naik (Rally) = permintaan banyak
  • Harga berfluktuasi dalam kisaran (Base) = mulai ada penjual
  • Harga turun (Drop) = penawaran kuat
  • Timing masuk: saat harga menembus di bawah kisaran, dengan stop loss di atas kisaran

2. Bentuk Lanjutan (Continuation)

RBR - Demand Zone Rally Base Rally (tren naik berlanjut)

  • Harga naik (Rally) = permintaan
  • Harga berfluktuasi dalam kisaran (Base) = akumulasi
  • Harga naik lagi (Rally) = terus naik
  • Timing masuk: saat harga menembus resistance kisaran

DBD - Supply Zone Drop Base Drop (tren turun berlanjut)

  • Harga turun (Drop) = penawaran
  • Harga berfluktuasi dalam kisaran (Base) = sedang diproses
  • Harga turun lagi (Drop) = terus turun
  • Timing masuk: saat harga menembus support kisaran

Ringkasan: pengertian permintaan dan penawaran dalam investasi nyata

Pengertian permintaan dan penawaran bukan sekadar istilah ekonomi berat atau materi buku teks — ini adalah bahasa pasar yang harus dipahami investor

Ketika Anda memahami bahwa:

  • Kekuatan beli meningkat → harga naik
  • Kekuatan jual meningkat → harga turun
  • Keseimbangan adalah titik di mana harga kembali stabil

Anda sudah memahami pergerakan pasar

Menggunakan pemahaman ini dalam analisis saham akan membantu Anda:

  • Membuat keputusan beli/jual secara rasional
  • Memprediksi arah harga dengan lebih akurat
  • Menghindari risiko pasar yang tidak terduga

Jadi, bisa dikatakan bahwa pengertian permintaan dan penawaran adalah kunci utama yang dipegang oleh para investor sukses!

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)