Pengertian permintaan dan penawaran mungkin terdengar membingungkan, tetapi sebenarnya sangat sederhana — ini adalah seni dalam menyesuaikan harga di pasar
Ketika orang ingin membeli banyak (pengertian permintaan - Demand) harga akan naik. Ketika orang ingin menjual dalam jumlah besar (penawaran - Supply) harga akan turun. Gila! Semua ini adalah kekuatan yang mendorong pergerakan pasar saham setiap hari
Konsep permintaan dan penawaran ini sangat berguna dalam memprediksi arah harga dan memilih waktu masuk-keluar posisi investasi
Permintaan (Demand) adalah kekuatan beli yang mendorong harga naik
Permintaan secara sederhana adalah keinginan membeli pada berbagai tingkat harga
Ketika kita menggambar kurva permintaan (Demand Curve) di grafik, akan terlihat bahwa:
Pada harga rendah → orang ingin membeli banyak
Pada harga tinggi → orang ingin membeli sedikit
Mengapa begitu? Karena ada 2 hal:
1) Efek Pendapatan (Income Effect): Ketika harga turun, dompet kita menjadi lebih tebal, jadi kita bisa membeli lebih banyak
2) Efek Substitusi (Substitution Effect): Ketika harga barang ini turun, kita akan berhenti membeli barang lain dan beralih membeli ini
Di pasar saham, permintaan bergantung pada:
Suku bunga (ketika suku bunga rendah, investor lebih suka saham)
Kepercayaan pasar (ketika berita baik, permintaan melonjak)
Likuiditas dalam sistem keuangan (uang melimpah = ingin membeli sesuatu)
Kinerja dan prediksi laba perusahaan
Penawaran (Supply) adalah kekuatan jual yang mendorong harga turun
Penawaran = keinginan menjual pada berbagai tingkat harga
Kurva penawaran (Supply Curve) menunjukkan:
Pada harga tinggi → penjual ingin menjual banyak (keuntungan besar)
Pada harga rendah → penjual ingin menjual sedikit (tidak menguntungkan)
Berbeda dengan permintaan!
Di pasar saham, penawaran dipengaruhi oleh:
Kebijakan perusahaan (ketika buyback saham, penawaran berkurang; ketika melakukan peningkatan modal, penawaran bertambah)
IPO baru (perusahaan baru masuk pasar)
Biaya produksi (jika biaya tinggi, produsen tidak ingin menawarkan)
Teknologi (teknologi baru bisa menurunkan biaya = ingin menjual lebih banyak)
Keseimbangan (Equilibrium) adalah permainan menentukan harga
Ketika kurva permintaan dan penawaran bertemu → titik keseimbangan = harga dan volume transaksi yang akan terjadi
Di titik ini:
Harga cenderung tidak berubah karena ada keseimbangan
Lalu, apa yang terjadi jika harga naik dari titik keseimbangan?
Penjual menjadi lebih aktif “Wow, harga ini tinggi, terima kasih!” → menjual lebih banyak
Pembeli merasa mahal → mengurangi pembelian
Hasilnya: stok barang tersisa → harga harus turun kembali ke keseimbangan
Lalu, apa yang terjadi jika harga turun dari titik keseimbangan?
Pembeli melihat harga murah → membeli lebih banyak
Penjual merasa tidak menguntungkan → mengurangi penjualan
Hasilnya: kekurangan barang → harga harus naik kembali ke keseimbangan
Pengertian permintaan dan penawaran dalam analisis harga saham
1. Analisis Fundamental (Fundamental Analysis)
Harga saham berasal dari perang “kekuatan beli vs kekuatan jual”
Saham naik? = Pembeli menang = permintaan kuat = orang percaya perusahaan punya masa depan
Saham turun? = Penjual menang = penawaran kuat = orang percaya perusahaan akan merugi
Apa yang memicu perubahan permintaan/penawaran:
Berita laba kuartalan (jika laba lebih tinggi dari perkiraan → naik)
Prediksi pertumbuhan masa depan (jika diperkirakan akan tumbuh cepat → beli)
Perubahan struktur bisnis (jika diperkirakan akan mendapatkan keuntungan lebih besar → beli)
2. Analisis Teknikal (Technical Analysis)
Menggunakan berbagai alat untuk mengukur kekuatan beli dan jual:
Analisis candlestick (Candle Stick)
Batang hijau (Bullish) = harga penutupan lebih tinggi dari pembukaan = kekuatan beli = peluang naik lebih tinggi
Batang merah (Bearish) = harga penutupan lebih rendah dari pembukaan = kekuatan jual = peluang turun lebih tinggi
Doji (Doji) = harga pembukaan dan penutupan hampir sama = kekuatan beli dan jual seimbang = belum pasti
Arah tren harga (Market Trend)
Membuat titik tertinggi baru secara berurutan = tren naik = kekuatan permintaan
Membuat titik terendah baru secara berurutan = tren turun = kekuatan penawaran
Bergerak dalam kisaran = belum pasti = tunggu faktor baru
Support & Resistance (Support & Resistance)
Support = titik di mana permintaan menunggu = harga turun lalu kembali naik
Resistance = titik di mana penawaran menunggu = harga naik lalu kembali turun
Teknik Demand Supply Zone: bagaimana menggunakannya untuk timing beli/jual?
Demand Supply Zone adalah penggabungan permintaan dan penawaran dengan tren harga untuk menemukan waktu masuk-keluar posisi
1. Bentuk Pembalikan (Reversal)
DBR - Demand Zone Drop Base Rally (tren turun lalu berbalik naik)
Harga turun (Drop) = penawaran banyak
Harga berfluktuasi dalam kisaran (Base) = mulai ada pembeli
Harga naik (Rally) = permintaan kuat
Timing masuk: saat harga menembus di atas kisaran, dengan stop loss di bawah kisaran
RBD - Supply Zone Rally Base Drop (tren naik lalu berbalik turun)
Harga naik (Rally) = permintaan banyak
Harga berfluktuasi dalam kisaran (Base) = mulai ada penjual
Harga turun (Drop) = penawaran kuat
Timing masuk: saat harga menembus di bawah kisaran, dengan stop loss di atas kisaran
2. Bentuk Lanjutan (Continuation)
RBR - Demand Zone Rally Base Rally (tren naik berlanjut)
Harga naik (Rally) = permintaan
Harga berfluktuasi dalam kisaran (Base) = akumulasi
Harga naik lagi (Rally) = terus naik
Timing masuk: saat harga menembus resistance kisaran
DBD - Supply Zone Drop Base Drop (tren turun berlanjut)
Harga turun (Drop) = penawaran
Harga berfluktuasi dalam kisaran (Base) = sedang diproses
Harga turun lagi (Drop) = terus turun
Timing masuk: saat harga menembus support kisaran
Ringkasan: pengertian permintaan dan penawaran dalam investasi nyata
Pengertian permintaan dan penawaran bukan sekadar istilah ekonomi berat atau materi buku teks — ini adalah bahasa pasar yang harus dipahami investor
Ketika Anda memahami bahwa:
Kekuatan beli meningkat → harga naik
Kekuatan jual meningkat → harga turun
Keseimbangan adalah titik di mana harga kembali stabil
Anda sudah memahami pergerakan pasar
Menggunakan pemahaman ini dalam analisis saham akan membantu Anda:
Membuat keputusan beli/jual secara rasional
Memprediksi arah harga dengan lebih akurat
Menghindari risiko pasar yang tidak terduga
Jadi, bisa dikatakan bahwa pengertian permintaan dan penawaran adalah kunci utama yang dipegang oleh para investor sukses!
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Permintaan dan Penawaran: Pengertian Permintaan dan Penawaran serta Cara Mendapatkan Keuntungan dari Pasar Saham
Pengertian Permintaan dan Penawaran adalah apa
Pengertian permintaan dan penawaran mungkin terdengar membingungkan, tetapi sebenarnya sangat sederhana — ini adalah seni dalam menyesuaikan harga di pasar
Ketika orang ingin membeli banyak (pengertian permintaan - Demand) harga akan naik. Ketika orang ingin menjual dalam jumlah besar (penawaran - Supply) harga akan turun. Gila! Semua ini adalah kekuatan yang mendorong pergerakan pasar saham setiap hari
Konsep permintaan dan penawaran ini sangat berguna dalam memprediksi arah harga dan memilih waktu masuk-keluar posisi investasi
Permintaan (Demand) adalah kekuatan beli yang mendorong harga naik
Permintaan secara sederhana adalah keinginan membeli pada berbagai tingkat harga
Ketika kita menggambar kurva permintaan (Demand Curve) di grafik, akan terlihat bahwa:
Mengapa begitu? Karena ada 2 hal:
1) Efek Pendapatan (Income Effect): Ketika harga turun, dompet kita menjadi lebih tebal, jadi kita bisa membeli lebih banyak
2) Efek Substitusi (Substitution Effect): Ketika harga barang ini turun, kita akan berhenti membeli barang lain dan beralih membeli ini
Di pasar saham, permintaan bergantung pada:
Penawaran (Supply) adalah kekuatan jual yang mendorong harga turun
Penawaran = keinginan menjual pada berbagai tingkat harga
Kurva penawaran (Supply Curve) menunjukkan:
Berbeda dengan permintaan!
Di pasar saham, penawaran dipengaruhi oleh:
Keseimbangan (Equilibrium) adalah permainan menentukan harga
Ketika kurva permintaan dan penawaran bertemu → titik keseimbangan = harga dan volume transaksi yang akan terjadi
Di titik ini:
Lalu, apa yang terjadi jika harga naik dari titik keseimbangan?
Lalu, apa yang terjadi jika harga turun dari titik keseimbangan?
Pengertian permintaan dan penawaran dalam analisis harga saham
1. Analisis Fundamental (Fundamental Analysis)
Harga saham berasal dari perang “kekuatan beli vs kekuatan jual”
Saham naik? = Pembeli menang = permintaan kuat = orang percaya perusahaan punya masa depan
Saham turun? = Penjual menang = penawaran kuat = orang percaya perusahaan akan merugi
Apa yang memicu perubahan permintaan/penawaran:
2. Analisis Teknikal (Technical Analysis)
Menggunakan berbagai alat untuk mengukur kekuatan beli dan jual:
Analisis candlestick (Candle Stick)
Arah tren harga (Market Trend)
Support & Resistance (Support & Resistance)
Teknik Demand Supply Zone: bagaimana menggunakannya untuk timing beli/jual?
Demand Supply Zone adalah penggabungan permintaan dan penawaran dengan tren harga untuk menemukan waktu masuk-keluar posisi
1. Bentuk Pembalikan (Reversal)
DBR - Demand Zone Drop Base Rally (tren turun lalu berbalik naik)
RBD - Supply Zone Rally Base Drop (tren naik lalu berbalik turun)
2. Bentuk Lanjutan (Continuation)
RBR - Demand Zone Rally Base Rally (tren naik berlanjut)
DBD - Supply Zone Drop Base Drop (tren turun berlanjut)
Ringkasan: pengertian permintaan dan penawaran dalam investasi nyata
Pengertian permintaan dan penawaran bukan sekadar istilah ekonomi berat atau materi buku teks — ini adalah bahasa pasar yang harus dipahami investor
Ketika Anda memahami bahwa:
Anda sudah memahami pergerakan pasar
Menggunakan pemahaman ini dalam analisis saham akan membantu Anda:
Jadi, bisa dikatakan bahwa pengertian permintaan dan penawaran adalah kunci utama yang dipegang oleh para investor sukses!