Leverage trading ada di mana-mana dalam pasar keuangan modern. Banyak investor yang pernah terlibat dalam margin trading atau trading futures, berharap memperbesar keuntungan dengan meminjam kekuatan. Namun, pedang bermata dua ini juga sangat berbahaya—begitu pasar bergerak berlawanan, bukan hanya keuntungan yang hilang seketika, bahkan modal pokok pun bisa seluruhnya hilang.
Apa itu leverage trading? Analisis konsep inti
Esensi leverage trading adalah meminjam uang untuk berinvestasi. Investor menggunakan modal sendiri yang lebih kecil sebagai margin, meminjam dana dari broker atau platform, untuk mengendalikan aset dengan nilai lebih besar. Tujuan dari praktik ini sangat sederhana—mengambil keuntungan besar dari modal kecil.
Contoh: Kamu memiliki modal sendiri sebesar 10 juta, lalu meminjam 90 juta dari platform, sehingga total investasi mencapai 100 juta, ini membentuk leverage 10 kali. Secara teori, jika keuntungan investasi 10%, kamu bukan hanya mendapatkan 10.000, tetapi 100.000.
Alat leverage yang umum meliputi:
Pembelian saham dengan margin: meminjam uang dari broker untuk membeli lebih banyak saham
Menggunakan derivatif: futures, options, kontrak CFD yang memiliki mekanisme leverage bawaan
Perusahaan: perusahaan melakukan leverage melalui pendanaan utang
Investor terkenal Robert Kiyosaki pernah menyatakan, pinjaman bukan selalu hal buruk. Jika mampu memanfaatkan kredit properti secara bijak, menginvestasikan kembali dana untuk menciptakan arus kas, dan mengubah utang menjadi aset, itulah keindahan penggunaan leverage yang sesungguhnya.
Leverage dan Margin: Tampak sama, hakikat berbeda
Banyak orang mudah bingung antara leverage dan margin, tetapi keduanya adalah konsep yang berbeda:
Leverage mewakili tanggung jawab utang, sedangkan margin adalah dana yang harus dijaminkan investor untuk mendapatkan posisi. Margin adalah dasar dari mekanisme leverage, tetapi margin sendiri bukan leverage.
Sebagai contoh di Taiwan, futures indeks: jika harga penutupan terakhir adalah 13.000 poin, setiap poin bernilai 200 yuan, maka nilai kontrak satu lot adalah:
13.000 poin × 200 yuan/poin = 2.600.000 yuan
Dalam trading futures, investor tidak perlu membayar seluruh 2,6 juta yuan, cukup membayar margin (misalnya 136.000 yuan). Perhitungan leverage adalah:
2.600.000 yuan ÷ 136.000 yuan ≈ 19,11 kali
Ini berarti dengan 13,6 juta yuan, kamu mengendalikan aset bernilai 260 juta yuan.
Leverage sebagai pedang bermata dua: keuntungan dan kerugian sama-sama membesar
Dari sini terlihat, semakin tinggi leverage, potensi keuntungan dan risiko keduanya meningkat berkali-kali lipat. Itulah mengapa investor harus meningkatkan rasio margin, mengurangi leverage, dan mengurangi risiko trading. Selain itu, penetapan stop-loss secara ketat sangat penting untuk mengendalikan kerugian.
Daftar lengkap alat leverage trading
Di pasar, ada empat jenis alat investasi yang dapat digunakan untuk leverage, masing-masing memiliki karakteristik.
Futures: kontrak standar, diperdagangkan di bursa
Futures adalah kontrak yang mengikat kedua pihak untuk melakukan jual beli pada waktu tertentu di masa depan dengan harga yang telah disepakati. Perdagangan dilakukan di bursa futures, menggunakan kontrak standar. Banyak perusahaan multinasional juga menggunakan futures untuk hedging.
Jenis futures umum meliputi:
Futures logam: emas, perak, aluminium, dll
Futures indeks: Dow Jones Industrial, S&P 500, Nasdaq, Hang Seng Index, dll
Futures energi: minyak mentah, gas alam, batu bara, dll
Kontrak futures mencantumkan underlying, harga, waktu jatuh tempo, dan lain-lain. Trader dapat menutup posisi sebelum jatuh tempo atau memperpanjang. Pada saat penyelesaian, kontrak akan diselesaikan berdasarkan harga pasar spot, yang berarti jika pasar sangat volatile, trader berisiko menghadapi harga penyelesaian yang tidak terduga.
Options: hak pilihan yang fleksibel
Options memberi pembeli hak, bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual aset pada waktu tertentu di masa depan dengan harga yang telah ditentukan. Berbeda dengan futures yang harus dilaksanakan, options menawarkan fleksibilitas lebih besar. Investor dapat memilih untuk melaksanakan haknya sesuai kondisi pasar, risiko relatif lebih terkendali.
ETF leverage: alat trading jangka pendek
ETF leverage adalah produk khusus dari ETF indeks, sering disebut sebagai “ETF leverage dua kali”, “ETF inverse satu kali”, dan lain-lain. Produk ini cocok untuk investor yang lebih agresif.
Perlu diingat, ETF leverage akan berkinerja berkali lipat saat tren pasar jelas, tetapi tidak menguntungkan saat pasar sideways atau bergejolak. Penggunaan strategi jangka pendek disarankan. Selain itu, biaya transaksi ETF leverage biasanya 10-15 kali lipat dari futures, sehingga investor harus menilai rasio biaya dan manfaatnya.
CFD: kontrak selisih harga yang fleksibel dan dua arah
CFD memungkinkan trader melakukan transaksi dua arah secara mudah (long, short), tanpa harus memegang aset fisik, dan tanpa prosedur margin yang rumit, berbeda dengan futures yang memiliki batas waktu penyelesaian.
CFD bukan kontrak standar, tidak diperdagangkan di bursa terpusat. Kondisi trading bisa berbeda antar platform, produk lebih beragam, dan spesifikasi kontrak fleksibel. Dengan margin, investor dapat memperdagangkan berbagai aset global, termasuk saham, logam mulia, komoditas, indeks, forex, dan kripto.
Contohnya, jika harga satu saham Amazon adalah 113,19 USD, dengan leverage 20x, cukup membayar 5,66 USD untuk trading satu saham.
Kelebihan dan kekurangan leverage trading
Kelebihan
Meningkatkan efisiensi modal: leverage memungkinkan trader kecil berinvestasi dalam jumlah besar di pasar dengan modal lebih sedikit, mengurangi biaya transaksi, dan meningkatkan efisiensi modal.
Meningkatkan potensi keuntungan: tanpa leverage, 100 yuan hanya bisa trading produk senilai 100 yuan. Dengan leverage, 100 yuan bisa trading produk bernilai 1.000 yuan bahkan 10.000 yuan, keuntungan pun meningkat berkali-kali lipat.
Kekurangan
Risiko meningkat secara signifikan, peluang margin call meningkat: semakin tinggi leverage, posisi akan semakin besar. Dalam kerugian yang sama, akun dengan leverage tinggi jauh lebih berisiko mengalami margin call dibandingkan leverage rendah.
Kerugian diperbesar: saat mengalami kerugian, leverage akan memperbesar kerugian secara proporsional. Ini berarti kerugian kecil bisa berkembang menjadi pengurangan modal besar, sehingga manajemen risiko dan stop-loss sangat penting.
Peringatan risiko leverage trading
Hal paling menakutkan dari leverage adalah fenomena “margin call” atau “liquidation”. Ketika trader tidak mampu menambah dana untuk menutupi kerugian dalam waktu singkat, platform akan memaksa menutup posisi untuk mencegah kerugian membesar.
Dalam kenyataan, banyak kasus tragis terjadi. Seorang YouTuber Korea pada tahun 2022 melakukan live trading futures cryptocurrency dengan leverage 25x, membuka posisi long Bitcoin saat harga 41.666 USD. Akibatnya, saat Bitcoin turun di bawah 40.000 USD, dia menambah leverage, dan akhirnya dalam beberapa jam kehilangan lebih dari 10 juta USD.
Pelajaran pahit ini mengingatkan kita bahwa penyalahgunaan leverage yang tidak dikuasai dan strategi trading yang tidak matang adalah kesalahan fatal. Investor harus mempersiapkan diri menghadapi volatilitas pasar, menghindari leverage berlebihan dan kepercayaan diri berlebihan. Menetapkan stop-loss untuk mengendalikan kerugian adalah kewajiban setiap trader leverage.
Saran praktis untuk leverage investasi
Apapun alat leverage yang dipilih, penggunaan leverage berarti meminjam dana, dan risiko margin call selalu ada. Baik leverage 1x maupun 20x, harus menetapkan stop-loss terlebih dahulu.
Pendapat Robert Kiyosaki menyatakan, penggunaan leverage secara moderat memang cara yang baik untuk meningkatkan return, tetapi kuncinya adalah bagaimana memanfaatkan uang pinjaman secara bijak untuk menambah kekayaan. Setelah berleverage, risiko dan imbalan meningkat berkali-kali, terutama saat berhadapan dengan produk bervolatilitas tinggi yang bisa cepat menyebabkan margin call.
Mulailah dari leverage rendah dan selalu ingat prinsip stop-loss. Leverage sendiri bukanlah iblis, jika mampu mengendalikan risiko dan menggunakannya untuk meningkatkan keuntungan, tidak ada yang salah. Kuncinya adalah kesadaran risiko dan disiplin eksekusi dari investor.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Perdagangan Leverage: Dari Konsep Dasar hingga Pengendalian Risiko Praktis
Leverage trading ada di mana-mana dalam pasar keuangan modern. Banyak investor yang pernah terlibat dalam margin trading atau trading futures, berharap memperbesar keuntungan dengan meminjam kekuatan. Namun, pedang bermata dua ini juga sangat berbahaya—begitu pasar bergerak berlawanan, bukan hanya keuntungan yang hilang seketika, bahkan modal pokok pun bisa seluruhnya hilang.
Apa itu leverage trading? Analisis konsep inti
Esensi leverage trading adalah meminjam uang untuk berinvestasi. Investor menggunakan modal sendiri yang lebih kecil sebagai margin, meminjam dana dari broker atau platform, untuk mengendalikan aset dengan nilai lebih besar. Tujuan dari praktik ini sangat sederhana—mengambil keuntungan besar dari modal kecil.
Contoh: Kamu memiliki modal sendiri sebesar 10 juta, lalu meminjam 90 juta dari platform, sehingga total investasi mencapai 100 juta, ini membentuk leverage 10 kali. Secara teori, jika keuntungan investasi 10%, kamu bukan hanya mendapatkan 10.000, tetapi 100.000.
Alat leverage yang umum meliputi:
Investor terkenal Robert Kiyosaki pernah menyatakan, pinjaman bukan selalu hal buruk. Jika mampu memanfaatkan kredit properti secara bijak, menginvestasikan kembali dana untuk menciptakan arus kas, dan mengubah utang menjadi aset, itulah keindahan penggunaan leverage yang sesungguhnya.
Leverage dan Margin: Tampak sama, hakikat berbeda
Banyak orang mudah bingung antara leverage dan margin, tetapi keduanya adalah konsep yang berbeda:
Leverage mewakili tanggung jawab utang, sedangkan margin adalah dana yang harus dijaminkan investor untuk mendapatkan posisi. Margin adalah dasar dari mekanisme leverage, tetapi margin sendiri bukan leverage.
Sebagai contoh di Taiwan, futures indeks: jika harga penutupan terakhir adalah 13.000 poin, setiap poin bernilai 200 yuan, maka nilai kontrak satu lot adalah: 13.000 poin × 200 yuan/poin = 2.600.000 yuan
Dalam trading futures, investor tidak perlu membayar seluruh 2,6 juta yuan, cukup membayar margin (misalnya 136.000 yuan). Perhitungan leverage adalah: 2.600.000 yuan ÷ 136.000 yuan ≈ 19,11 kali
Ini berarti dengan 13,6 juta yuan, kamu mengendalikan aset bernilai 260 juta yuan.
Leverage sebagai pedang bermata dua: keuntungan dan kerugian sama-sama membesar
Keuntungan: Jika indeks futures naik 5%
Kerugian: Jika indeks futures turun 5%
Dari sini terlihat, semakin tinggi leverage, potensi keuntungan dan risiko keduanya meningkat berkali-kali lipat. Itulah mengapa investor harus meningkatkan rasio margin, mengurangi leverage, dan mengurangi risiko trading. Selain itu, penetapan stop-loss secara ketat sangat penting untuk mengendalikan kerugian.
Daftar lengkap alat leverage trading
Di pasar, ada empat jenis alat investasi yang dapat digunakan untuk leverage, masing-masing memiliki karakteristik.
Futures: kontrak standar, diperdagangkan di bursa
Futures adalah kontrak yang mengikat kedua pihak untuk melakukan jual beli pada waktu tertentu di masa depan dengan harga yang telah disepakati. Perdagangan dilakukan di bursa futures, menggunakan kontrak standar. Banyak perusahaan multinasional juga menggunakan futures untuk hedging.
Jenis futures umum meliputi:
Kontrak futures mencantumkan underlying, harga, waktu jatuh tempo, dan lain-lain. Trader dapat menutup posisi sebelum jatuh tempo atau memperpanjang. Pada saat penyelesaian, kontrak akan diselesaikan berdasarkan harga pasar spot, yang berarti jika pasar sangat volatile, trader berisiko menghadapi harga penyelesaian yang tidak terduga.
Options: hak pilihan yang fleksibel
Options memberi pembeli hak, bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual aset pada waktu tertentu di masa depan dengan harga yang telah ditentukan. Berbeda dengan futures yang harus dilaksanakan, options menawarkan fleksibilitas lebih besar. Investor dapat memilih untuk melaksanakan haknya sesuai kondisi pasar, risiko relatif lebih terkendali.
ETF leverage: alat trading jangka pendek
ETF leverage adalah produk khusus dari ETF indeks, sering disebut sebagai “ETF leverage dua kali”, “ETF inverse satu kali”, dan lain-lain. Produk ini cocok untuk investor yang lebih agresif.
Perlu diingat, ETF leverage akan berkinerja berkali lipat saat tren pasar jelas, tetapi tidak menguntungkan saat pasar sideways atau bergejolak. Penggunaan strategi jangka pendek disarankan. Selain itu, biaya transaksi ETF leverage biasanya 10-15 kali lipat dari futures, sehingga investor harus menilai rasio biaya dan manfaatnya.
CFD: kontrak selisih harga yang fleksibel dan dua arah
CFD memungkinkan trader melakukan transaksi dua arah secara mudah (long, short), tanpa harus memegang aset fisik, dan tanpa prosedur margin yang rumit, berbeda dengan futures yang memiliki batas waktu penyelesaian.
CFD bukan kontrak standar, tidak diperdagangkan di bursa terpusat. Kondisi trading bisa berbeda antar platform, produk lebih beragam, dan spesifikasi kontrak fleksibel. Dengan margin, investor dapat memperdagangkan berbagai aset global, termasuk saham, logam mulia, komoditas, indeks, forex, dan kripto.
Contohnya, jika harga satu saham Amazon adalah 113,19 USD, dengan leverage 20x, cukup membayar 5,66 USD untuk trading satu saham.
Kelebihan dan kekurangan leverage trading
Kelebihan
Meningkatkan efisiensi modal: leverage memungkinkan trader kecil berinvestasi dalam jumlah besar di pasar dengan modal lebih sedikit, mengurangi biaya transaksi, dan meningkatkan efisiensi modal.
Meningkatkan potensi keuntungan: tanpa leverage, 100 yuan hanya bisa trading produk senilai 100 yuan. Dengan leverage, 100 yuan bisa trading produk bernilai 1.000 yuan bahkan 10.000 yuan, keuntungan pun meningkat berkali-kali lipat.
Kekurangan
Risiko meningkat secara signifikan, peluang margin call meningkat: semakin tinggi leverage, posisi akan semakin besar. Dalam kerugian yang sama, akun dengan leverage tinggi jauh lebih berisiko mengalami margin call dibandingkan leverage rendah.
Kerugian diperbesar: saat mengalami kerugian, leverage akan memperbesar kerugian secara proporsional. Ini berarti kerugian kecil bisa berkembang menjadi pengurangan modal besar, sehingga manajemen risiko dan stop-loss sangat penting.
Peringatan risiko leverage trading
Hal paling menakutkan dari leverage adalah fenomena “margin call” atau “liquidation”. Ketika trader tidak mampu menambah dana untuk menutupi kerugian dalam waktu singkat, platform akan memaksa menutup posisi untuk mencegah kerugian membesar.
Dalam kenyataan, banyak kasus tragis terjadi. Seorang YouTuber Korea pada tahun 2022 melakukan live trading futures cryptocurrency dengan leverage 25x, membuka posisi long Bitcoin saat harga 41.666 USD. Akibatnya, saat Bitcoin turun di bawah 40.000 USD, dia menambah leverage, dan akhirnya dalam beberapa jam kehilangan lebih dari 10 juta USD.
Pelajaran pahit ini mengingatkan kita bahwa penyalahgunaan leverage yang tidak dikuasai dan strategi trading yang tidak matang adalah kesalahan fatal. Investor harus mempersiapkan diri menghadapi volatilitas pasar, menghindari leverage berlebihan dan kepercayaan diri berlebihan. Menetapkan stop-loss untuk mengendalikan kerugian adalah kewajiban setiap trader leverage.
Saran praktis untuk leverage investasi
Apapun alat leverage yang dipilih, penggunaan leverage berarti meminjam dana, dan risiko margin call selalu ada. Baik leverage 1x maupun 20x, harus menetapkan stop-loss terlebih dahulu.
Pendapat Robert Kiyosaki menyatakan, penggunaan leverage secara moderat memang cara yang baik untuk meningkatkan return, tetapi kuncinya adalah bagaimana memanfaatkan uang pinjaman secara bijak untuk menambah kekayaan. Setelah berleverage, risiko dan imbalan meningkat berkali-kali, terutama saat berhadapan dengan produk bervolatilitas tinggi yang bisa cepat menyebabkan margin call.
Mulailah dari leverage rendah dan selalu ingat prinsip stop-loss. Leverage sendiri bukanlah iblis, jika mampu mengendalikan risiko dan menggunakannya untuk meningkatkan keuntungan, tidak ada yang salah. Kuncinya adalah kesadaran risiko dan disiplin eksekusi dari investor.