OTC (Over The Counter, pasar luar bursa) merujuk pada aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh investor di luar pasar terpusat. Dibandingkan dengan perdagangan standar di bursa efek, mekanisme perdagangan OTC lebih fleksibel—penjual dan pembeli langsung bernegosiasi harga, dengan peserta yang beragam seperti bank, pialang, perusahaan, dan investor individu.
Pasar ini juga dikenal sebagai ‘perdagangan toko’, ‘perdagangan di meja broker’, ‘pasar over-the-counter’, dan lain-lain. Peserta pasar OTC umumnya adalah perusahaan kecil dan menengah atau startup yang tidak memenuhi syarat untuk terdaftar di bursa, tetapi ada juga perusahaan yang memenuhi syarat pencatatan yang memilih untuk bertransaksi di luar bursa guna menghindari tekanan kompetisi dari pengungkapan informasi.
Seiring perkembangan internet dan ekspansi pasar keuangan internasional, ukuran pasar OTC berkembang pesat. Permintaan investor terhadap kemudahan dan aksesibilitas transaksi terus meningkat, sehingga perdagangan OTC semakin menjadi pilihan utama bagi banyak investor.
Jenis Produk yang Dapat Diperdagangkan di OTC
Produk yang diperdagangkan di pasar OTC jauh lebih beragam dibandingkan pasar dalam bursa, termasuk:
Saham: Selain saham yang terdaftar di bursa, pasar OTC juga menyediakan saham perusahaan kecil dan menengah serta startup yang tidak memenuhi syarat pencatatan.
Obligasi: Karena volume penerbitan besar, beragam, dan jarang diperdagangkan, pasar OTC lebih cocok untuk transaksi obligasi dibandingkan pasar dalam bursa.
Derivatif: Kontrak seperti opsi, futures, dan kontrak selisih harga (CFD) dapat diperdagangkan di pasar OTC.
Valuta Asing (Forex): Semua transaksi mata uang di berbagai platform termasuk dalam kategori OTC.
Cryptocurrency: Cryptocurrency populer dapat diperdagangkan di pasar OTC, bahkan memungkinkan pembelian besar secara sekaligus, yang sulit dilakukan di pasar cryptocurrency khusus.
Mekanisme Operasi Pasar OTC di Taiwan
Pasar saham Taiwan terbagi menjadi dua bagian: ‘Bursa Efek’ dan ‘Pusat Perdagangan di Meja Broker’. Indeks OTC (Indeks OTC Taiwan) yang disusun oleh pusat perdagangan ini mencerminkan kondisi pasar saham OTC Taiwan, dan banyak investor menggunakan indeks ini untuk menilai tren pasar saham kecil dan menengah.
Tujuan dari pembagian pasar ini adalah: perusahaan yang terdaftar harus memenuhi standar yang lebih tinggi, tetapi persyaratan yang terlalu ketat dapat menghambat perkembangan startup. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mendirikan pusat perdagangan OTC dan melonggarkan syaratnya, cukup dengan rekomendasi dari minimal 2 broker pendamping. Jika perusahaan mencapai kinerja tertentu dalam 6 bulan (misalnya laba meningkat atau kondisi keuangan membaik), mereka dapat mengajukan permohonan untuk listing di bursa utama atau pasar OTC.
Namun, penurunan ambang batas juga membawa masalah. Selain perusahaan yang benar-benar berpotensi, banyak perusahaan yang tidak jujur juga masuk ke pasar, dan beberapa broker nakal bahkan secara khusus merekomendasikan saham berisiko tinggi untuk meraup keuntungan, seperti yang digambarkan dalam film ‘The Wolf of Wall Street’ melalui pola perdagangan saham pink sheet. Oleh karena itu, investor tidak hanya perlu memilih instrumen yang baik, tetapi juga harus menemukan broker yang terpercaya.
Proses Operasi Perdagangan OTC Secara Rinci
Langkah pertama: Investor melakukan order melalui broker. Proses pembelian dan penjualan saham OTC sama persis dengan saham yang terdaftar di bursa.
Langkah kedua: Pesanan diunggah ke pusat perdagangan OTC. Broker mengunggah order ke sistem pencocokan otomatis (ATS) pusat perdagangan, yang melakukan pencocokan berdasarkan prioritas harga dan waktu. Proses ini mengikuti aturan teknis yang sama dengan pasar terdaftar, sehingga tidak memerlukan langkah tambahan.
Waktu dan aturan perdagangan OTC:
Sebelum pasar: 08:30–09:00
Perdagangan normal: 09:00–13:30
Penetapan harga setelah pasar: 13:40–14:30
Frekuensi auction: setiap 5 detik
Batas kenaikan/harga turun: ±10% (sama seperti di pasar terdaftar)
Mekanisme penyelesaian: Sistem T+2, sama seperti saham terdaftar, di mana penyelesaian dilakukan dua hari kerja setelah transaksi.
Pasar OTC didominasi oleh perusahaan kecil dan menengah yang sedang berkembang, dengan volatilitas relatif tinggi, tetapi memiliki potensi tema dan pertumbuhan yang menarik. Karena likuiditas lebih baik daripada pasar over-the-counter (OTC informal), dan sistemnya sama dengan pasar terdaftar, tingkat partisipasi investor umum tidak terlalu tinggi. Namun, karena skala perusahaan yang kecil, harga saham lebih mudah dipengaruhi oleh berita dan sentimen pasar, sehingga risiko fluktuasi harga harus diperhatikan.
Perbedaan Inti antara Perdagangan di Bursa dan OTC
Dimensi Perbandingan
Perdagangan di Bursa (Pasar Terpusat)
Perdagangan OTC (Pasar Luar Bursa)
Spesifikasi Produk
Standar
Tidak standar
Mode Perdagangan
Auction kolektif
Negosiasi pribadi
Tempat Perdagangan
Aula perdagangan terpusat dan sistem elektronik
Tidak ada tempat terpusat, tersebar
Produk Utama
Sekuritas standar, obligasi, futures
Derivatif tidak standar, forex, saham tidak terdaftar
Pengawasan
Ketat
Lebih longgar
Transparansi Perdagangan
Harga dan volume terbuka
Tidak selalu terbuka
Volume Perdagangan
Besar
Kecil
Biaya Perdagangan
Relatif tinggi
Berbeda tergantung produk dan metode
Perbedaan Spesifikasi Produk: Perdagangan di bursa seperti jual beli emas bank memiliki standar yang seragam; di OTC seperti gadai, kondisi tiap perusahaan berbeda, tetapi jenis produk lebih beragam.
Perbedaan Mode Perdagangan: Bursa menggunakan auction kolektif yang transparan dan terbuka, sedangkan OTC adalah negosiasi pribadi tanpa batasan transparansi, di mana informasi lebih penting dari modal.
Perbedaan Produk: Bursa membutuhkan standar dan skala pasar, sehingga jumlah produk lebih sedikit; OTC menawarkan beragam produk untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda.
Pengawasan dan Likuiditas: Bursa diawasi oleh bursa resmi yang diakui pemerintah, memiliki likuiditas tinggi; OTC dikelola oleh pialang, likuiditas lebih rendah, dan transaksi mungkin tidak mendapatkan harga terbaik.
Transparansi Perdagangan: Bursa memperlihatkan detail transaksi secara terbuka dan informasi simetris; OTC tidak selalu terbuka, bisa menyebabkan ketidakseimbangan informasi, dan trader yang paham aturan dapat memperoleh keuntungan berlebih, sedangkan yang tidak paham berisiko mengalami kerugian.
Fleksibilitas Mode Perdagangan: Bursa memiliki pengendalian risiko ketat, pembatasan leverage dan short selling; OTC lebih fleksibel, memungkinkan operasi investasi yang lebih variatif.
Keunggulan Perdagangan OTC
✔️Pilihan Investasi Lebih Luas: Perdagangan OTC memungkinkan akses ke derivatif, opsi biner, kontrak selisih harga, forex, dan lain-lain, dengan pasar yang luas.
✔️Metode Perdagangan Lebih Fleksibel: Produk dan cara transaksi yang beragam dapat disesuaikan dengan tujuan investasi.
✔️Leverage Lebih Fleksibel: Pasar tradisional memiliki batasan leverage yang ketat, sedangkan OTC menawarkan berbagai pilihan leverage tinggi untuk memperbesar keuntungan.
✔️Alat Manajemen Risiko yang Lebih Baik: Pasar OTC modern telah dioptimalkan dengan struktur keamanan berlapis, mirip dengan pasar terpusat. Banyak pialang resmi yang diawasi oleh lembaga keuangan ternama, sehingga lebih profesional dan aman untuk trader yang memiliki pengetahuan cukup.
Risiko dan Penipuan dalam Perdagangan OTC
Meskipun menawarkan fleksibilitas, perdagangan OTC juga memiliki risiko yang harus diwaspadai:
❌ Kurangnya Pengawasan Terpadu: Pasar OTC tidak memiliki regulasi tunggal, transparansi terbatas, dan pengawasan hukum yang longgar. Banyak perusahaan dan sekuritas yang tidak memenuhi syarat untuk bursa hanya bisa bertransaksi di OTC, ini membuka peluang penipuan. Broker penipuan dan bursa palsu bertebaran.
❌ Likuiditas Rendah: Sekuritas OTC memiliki likuiditas lebih rendah dibandingkan bursa utama, sehingga transaksi mungkin tidak mendapatkan harga yang diinginkan, dan investor bisa menghadapi kesulitan keluar dari posisi.
❌ Risiko Volatilitas Pasar: Investor OTC biasanya tidak mendapatkan informasi transparan dari bursa, sehingga menghadapi risiko pasar yang lebih besar. Beberapa instrumen sangat volatil dan likuiditasnya sangat kecil.
❌ Risiko Kredit Lawan Transaksi: Dalam negosiasi harga, penjual bisa menawarkan harga berbeda kepada pembeli berbeda. Investor harus siap menghadapi risiko gagal bayar atau ketidakjujuran dari lawan transaksi.
❌ Potensi Penipuan di Pasar OTC: Ada oknum yang memanfaatkan informasi palsu untuk menipu investor. Beberapa platform palsu dan broker palsu mengaku sebagai institusi resmi, dengan modus menakut-nakuti keuntungan besar dan menyembunyikan risiko. Terutama di bidang cryptocurrency dan forex, kasus penipuan sering terjadi.
Apakah Perdagangan OTC Aman? Bagaimana Mengenali Risiko Penipuan
Perdagangan OTC tidak sepenuhnya tidak aman, tetapi memang menghadapi risiko lebih besar dibandingkan perdagangan terpusat di bursa.
Memastikan keamanan broker adalah prioritas utama. Broker resmi harus diawasi secara ketat dan memiliki manajemen risiko yang kuat. Investor harus memeriksa apakah broker memiliki izin resmi dari pemerintah.
Pilih produk yang matang. Pelajari spread, likuiditas, aturan penarikan dana, dan informasi lengkap lainnya. Hindari instrumen yang tidak populer dan jarang diperdagangkan.
Kenali ciri-ciri penipuan OTC:
Janji keuntungan tinggi yang tidak masuk akal
Meminta biaya di muka
Tidak dapat menunjukkan informasi regulasi atau lisensi yang jelas
Platform transaksi tidak aman secara teknis
Customer service tidak mampu menjawab pertanyaan dengan bahasa profesional
Kesulitan menarik dana atau ada hambatan lain
Gunakan platform resmi yang menyediakan perlindungan. Platform yang sesuai regulasi harus menawarkan penilaian risiko, identifikasi KYC, mekanisme pengaduan, dan perlindungan investor lainnya untuk mengurangi risiko transaksi.
Hati-hati terhadap rekomendasi dan broker tertentu. Broker nakal sering merekomendasikan saham berisiko tinggi. Investor harus melakukan riset mandiri terhadap latar belakang perusahaan dan kondisi keuangan, jangan mudah percaya rekomendasi, dan waspadai saham pink sheet serta instrumen berisiko tinggi lainnya.
Penutup
Perdagangan OTC menawarkan fleksibilitas dan beragam pilihan, tetapi juga memiliki kekurangan dalam pengawasan, risiko tinggi, dan potensi penipuan. Bagi investor yang ingin meraih keuntungan di pasar OTC, penting untuk memilih broker yang terpercaya, memahami mekanisme pasar OTC, meningkatkan kesadaran risiko, dan mampu mengenali jebakan penipuan OTC. Dengan melakukan riset yang matang dan berhati-hati, investor dapat memanfaatkan peluang sekaligus menghindari risiko di pasar luar bursa.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Lebih Dalam Perdagangan Over-the-Counter: Logika Operasi, Karakteristik Pasar, dan Jerat Investasi
Apa itu Perdagangan OTC (Over The Counter)?
OTC (Over The Counter, pasar luar bursa) merujuk pada aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh investor di luar pasar terpusat. Dibandingkan dengan perdagangan standar di bursa efek, mekanisme perdagangan OTC lebih fleksibel—penjual dan pembeli langsung bernegosiasi harga, dengan peserta yang beragam seperti bank, pialang, perusahaan, dan investor individu.
Pasar ini juga dikenal sebagai ‘perdagangan toko’, ‘perdagangan di meja broker’, ‘pasar over-the-counter’, dan lain-lain. Peserta pasar OTC umumnya adalah perusahaan kecil dan menengah atau startup yang tidak memenuhi syarat untuk terdaftar di bursa, tetapi ada juga perusahaan yang memenuhi syarat pencatatan yang memilih untuk bertransaksi di luar bursa guna menghindari tekanan kompetisi dari pengungkapan informasi.
Seiring perkembangan internet dan ekspansi pasar keuangan internasional, ukuran pasar OTC berkembang pesat. Permintaan investor terhadap kemudahan dan aksesibilitas transaksi terus meningkat, sehingga perdagangan OTC semakin menjadi pilihan utama bagi banyak investor.
Jenis Produk yang Dapat Diperdagangkan di OTC
Produk yang diperdagangkan di pasar OTC jauh lebih beragam dibandingkan pasar dalam bursa, termasuk:
Saham: Selain saham yang terdaftar di bursa, pasar OTC juga menyediakan saham perusahaan kecil dan menengah serta startup yang tidak memenuhi syarat pencatatan.
Obligasi: Karena volume penerbitan besar, beragam, dan jarang diperdagangkan, pasar OTC lebih cocok untuk transaksi obligasi dibandingkan pasar dalam bursa.
Derivatif: Kontrak seperti opsi, futures, dan kontrak selisih harga (CFD) dapat diperdagangkan di pasar OTC.
Valuta Asing (Forex): Semua transaksi mata uang di berbagai platform termasuk dalam kategori OTC.
Cryptocurrency: Cryptocurrency populer dapat diperdagangkan di pasar OTC, bahkan memungkinkan pembelian besar secara sekaligus, yang sulit dilakukan di pasar cryptocurrency khusus.
Mekanisme Operasi Pasar OTC di Taiwan
Pasar saham Taiwan terbagi menjadi dua bagian: ‘Bursa Efek’ dan ‘Pusat Perdagangan di Meja Broker’. Indeks OTC (Indeks OTC Taiwan) yang disusun oleh pusat perdagangan ini mencerminkan kondisi pasar saham OTC Taiwan, dan banyak investor menggunakan indeks ini untuk menilai tren pasar saham kecil dan menengah.
Tujuan dari pembagian pasar ini adalah: perusahaan yang terdaftar harus memenuhi standar yang lebih tinggi, tetapi persyaratan yang terlalu ketat dapat menghambat perkembangan startup. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mendirikan pusat perdagangan OTC dan melonggarkan syaratnya, cukup dengan rekomendasi dari minimal 2 broker pendamping. Jika perusahaan mencapai kinerja tertentu dalam 6 bulan (misalnya laba meningkat atau kondisi keuangan membaik), mereka dapat mengajukan permohonan untuk listing di bursa utama atau pasar OTC.
Namun, penurunan ambang batas juga membawa masalah. Selain perusahaan yang benar-benar berpotensi, banyak perusahaan yang tidak jujur juga masuk ke pasar, dan beberapa broker nakal bahkan secara khusus merekomendasikan saham berisiko tinggi untuk meraup keuntungan, seperti yang digambarkan dalam film ‘The Wolf of Wall Street’ melalui pola perdagangan saham pink sheet. Oleh karena itu, investor tidak hanya perlu memilih instrumen yang baik, tetapi juga harus menemukan broker yang terpercaya.
Proses Operasi Perdagangan OTC Secara Rinci
Langkah pertama: Investor melakukan order melalui broker. Proses pembelian dan penjualan saham OTC sama persis dengan saham yang terdaftar di bursa.
Langkah kedua: Pesanan diunggah ke pusat perdagangan OTC. Broker mengunggah order ke sistem pencocokan otomatis (ATS) pusat perdagangan, yang melakukan pencocokan berdasarkan prioritas harga dan waktu. Proses ini mengikuti aturan teknis yang sama dengan pasar terdaftar, sehingga tidak memerlukan langkah tambahan.
Waktu dan aturan perdagangan OTC:
Mekanisme penyelesaian: Sistem T+2, sama seperti saham terdaftar, di mana penyelesaian dilakukan dua hari kerja setelah transaksi.
Pasar OTC didominasi oleh perusahaan kecil dan menengah yang sedang berkembang, dengan volatilitas relatif tinggi, tetapi memiliki potensi tema dan pertumbuhan yang menarik. Karena likuiditas lebih baik daripada pasar over-the-counter (OTC informal), dan sistemnya sama dengan pasar terdaftar, tingkat partisipasi investor umum tidak terlalu tinggi. Namun, karena skala perusahaan yang kecil, harga saham lebih mudah dipengaruhi oleh berita dan sentimen pasar, sehingga risiko fluktuasi harga harus diperhatikan.
Perbedaan Inti antara Perdagangan di Bursa dan OTC
Perbedaan Spesifikasi Produk: Perdagangan di bursa seperti jual beli emas bank memiliki standar yang seragam; di OTC seperti gadai, kondisi tiap perusahaan berbeda, tetapi jenis produk lebih beragam.
Perbedaan Mode Perdagangan: Bursa menggunakan auction kolektif yang transparan dan terbuka, sedangkan OTC adalah negosiasi pribadi tanpa batasan transparansi, di mana informasi lebih penting dari modal.
Perbedaan Produk: Bursa membutuhkan standar dan skala pasar, sehingga jumlah produk lebih sedikit; OTC menawarkan beragam produk untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda.
Pengawasan dan Likuiditas: Bursa diawasi oleh bursa resmi yang diakui pemerintah, memiliki likuiditas tinggi; OTC dikelola oleh pialang, likuiditas lebih rendah, dan transaksi mungkin tidak mendapatkan harga terbaik.
Transparansi Perdagangan: Bursa memperlihatkan detail transaksi secara terbuka dan informasi simetris; OTC tidak selalu terbuka, bisa menyebabkan ketidakseimbangan informasi, dan trader yang paham aturan dapat memperoleh keuntungan berlebih, sedangkan yang tidak paham berisiko mengalami kerugian.
Fleksibilitas Mode Perdagangan: Bursa memiliki pengendalian risiko ketat, pembatasan leverage dan short selling; OTC lebih fleksibel, memungkinkan operasi investasi yang lebih variatif.
Keunggulan Perdagangan OTC
✔️Pilihan Investasi Lebih Luas: Perdagangan OTC memungkinkan akses ke derivatif, opsi biner, kontrak selisih harga, forex, dan lain-lain, dengan pasar yang luas.
✔️Metode Perdagangan Lebih Fleksibel: Produk dan cara transaksi yang beragam dapat disesuaikan dengan tujuan investasi.
✔️Leverage Lebih Fleksibel: Pasar tradisional memiliki batasan leverage yang ketat, sedangkan OTC menawarkan berbagai pilihan leverage tinggi untuk memperbesar keuntungan.
✔️Alat Manajemen Risiko yang Lebih Baik: Pasar OTC modern telah dioptimalkan dengan struktur keamanan berlapis, mirip dengan pasar terpusat. Banyak pialang resmi yang diawasi oleh lembaga keuangan ternama, sehingga lebih profesional dan aman untuk trader yang memiliki pengetahuan cukup.
Risiko dan Penipuan dalam Perdagangan OTC
Meskipun menawarkan fleksibilitas, perdagangan OTC juga memiliki risiko yang harus diwaspadai:
❌ Kurangnya Pengawasan Terpadu: Pasar OTC tidak memiliki regulasi tunggal, transparansi terbatas, dan pengawasan hukum yang longgar. Banyak perusahaan dan sekuritas yang tidak memenuhi syarat untuk bursa hanya bisa bertransaksi di OTC, ini membuka peluang penipuan. Broker penipuan dan bursa palsu bertebaran.
❌ Likuiditas Rendah: Sekuritas OTC memiliki likuiditas lebih rendah dibandingkan bursa utama, sehingga transaksi mungkin tidak mendapatkan harga yang diinginkan, dan investor bisa menghadapi kesulitan keluar dari posisi.
❌ Risiko Volatilitas Pasar: Investor OTC biasanya tidak mendapatkan informasi transparan dari bursa, sehingga menghadapi risiko pasar yang lebih besar. Beberapa instrumen sangat volatil dan likuiditasnya sangat kecil.
❌ Risiko Kredit Lawan Transaksi: Dalam negosiasi harga, penjual bisa menawarkan harga berbeda kepada pembeli berbeda. Investor harus siap menghadapi risiko gagal bayar atau ketidakjujuran dari lawan transaksi.
❌ Potensi Penipuan di Pasar OTC: Ada oknum yang memanfaatkan informasi palsu untuk menipu investor. Beberapa platform palsu dan broker palsu mengaku sebagai institusi resmi, dengan modus menakut-nakuti keuntungan besar dan menyembunyikan risiko. Terutama di bidang cryptocurrency dan forex, kasus penipuan sering terjadi.
Apakah Perdagangan OTC Aman? Bagaimana Mengenali Risiko Penipuan
Perdagangan OTC tidak sepenuhnya tidak aman, tetapi memang menghadapi risiko lebih besar dibandingkan perdagangan terpusat di bursa.
Memastikan keamanan broker adalah prioritas utama. Broker resmi harus diawasi secara ketat dan memiliki manajemen risiko yang kuat. Investor harus memeriksa apakah broker memiliki izin resmi dari pemerintah.
Pilih produk yang matang. Pelajari spread, likuiditas, aturan penarikan dana, dan informasi lengkap lainnya. Hindari instrumen yang tidak populer dan jarang diperdagangkan.
Kenali ciri-ciri penipuan OTC:
Gunakan platform resmi yang menyediakan perlindungan. Platform yang sesuai regulasi harus menawarkan penilaian risiko, identifikasi KYC, mekanisme pengaduan, dan perlindungan investor lainnya untuk mengurangi risiko transaksi.
Hati-hati terhadap rekomendasi dan broker tertentu. Broker nakal sering merekomendasikan saham berisiko tinggi. Investor harus melakukan riset mandiri terhadap latar belakang perusahaan dan kondisi keuangan, jangan mudah percaya rekomendasi, dan waspadai saham pink sheet serta instrumen berisiko tinggi lainnya.
Penutup
Perdagangan OTC menawarkan fleksibilitas dan beragam pilihan, tetapi juga memiliki kekurangan dalam pengawasan, risiko tinggi, dan potensi penipuan. Bagi investor yang ingin meraih keuntungan di pasar OTC, penting untuk memilih broker yang terpercaya, memahami mekanisme pasar OTC, meningkatkan kesadaran risiko, dan mampu mengenali jebakan penipuan OTC. Dengan melakukan riset yang matang dan berhati-hati, investor dapat memanfaatkan peluang sekaligus menghindari risiko di pasar luar bursa.