一、Kesalahan Paling Umum Pemula dalam Perdagangan Berjangka
Banyak orang tertarik dengan leverage tinggi dalam perdagangan berjangka, merasa dengan modal kecil mereka bisa mengendalikan posisi besar, hasilnya malah kehilangan seluruh modal. Mengapa bisa begitu? Karena sebagian besar pemula mengabaikan satu fakta inti: Perdagangan berjangka bukan alat untuk cepat kaya, melainkan produk keuangan derivatif yang membutuhkan sistem perdagangan lengkap agar bisa menghasilkan keuntungan jangka panjang.
Bahaya leverage dalam berjangka adalah pedang bermata dua. Ia dapat memperbesar keuntungan, tetapi juga memperbesar kerugian. Jika kamu tidak menetapkan stop loss dan menjalankannya secara disiplin, kerugian akan terus terkumpul, bahkan bisa berutang ke broker—ini tidak pernah terjadi saat membeli saham.
Dua, Apa sebenarnya perdagangan berjangka? Apa bedanya dengan spot dan CFD?
Perdagangan berjangka adalah sebuah kontrak, di mana kedua belah pihak sepakat untuk melakukan transaksi di masa depan pada harga yang disepakati saat ini. Bursa menetapkan semua detail kontrak: kode komoditas, volume transaksi, fluktuasi harga minimum, jam perdagangan, tanggal jatuh tempo, metode penyelesaian, dan lain-lain.
Underlying dari berjangka bisa berupa komoditas (minyak, emas, bahan pangan), indeks (IHSG, S&P 500), valuta asing, obligasi, atau aset keuangan lainnya. Singkatnya, penawaran dan permintaan dilakukan di bursa, satu pihak membeli dan satu pihak menjual, sistem otomatis mencocokkan transaksi.
Perdagangan berjangka vs spot vs CFD:
Berjangka: Memiliki tanggal jatuh tempo tetap, harus diperdagangkan sesuai spesifikasi (kecuali mini, mikro), margin lebih tinggi, likuiditas paling kuat
Spot: Membeli dan menjual barang fisik atau saham, tanpa leverage, harus bayar penuh
CFD (Contract for Difference): Tidak memiliki tanggal jatuh tempo, leverage fleksibel (1-200x), beragam instrumen, biaya masuk lebih rendah
Ketiganya menggunakan margin trading, memiliki risiko leverage, tetapi CFD lebih ramah untuk trader ritel.
Tiga, Biaya nyata dalam perdagangan berjangka
Sebelum mulai trading berjangka, kamu perlu memahami struktur biaya. Setiap kontrak berjangka memerlukan margin—bukan harga beli, tetapi jaminan transaksi.
Contoh di Taiwan, Yuan Ta Futures:
Kontrak indeks Taiwan besar: margin awal 306.000 NT$
Kontrak indeks Taiwan kecil: margin awal 76.500 NT$
Nasdaq 100 futures: margin awal 98.000 NT$
Minyak Brent: margin awal 54.000 NT$
Margin hanyalah tiket masuk. Kamu juga harus memperhitungkan biaya komisi, slippage, dan kemungkinan margin call saat kondisi ekstrem. Jika kerugian mencapai batas tertentu, broker akan meminta penambahan margin, jika tidak, posisi akan dilikuidasi paksa.
Empat, 9 langkah inti dalam trading berjangka
1. Tentukan karakteristik tradingmu
Tanya diri sendiri: Apakah kamu investor jangka panjang atau trader jangka pendek?
Jika kamu terbiasa memegang saham dalam jangka panjang, berjangka mungkin tidak cocok sebagai alat utama, melainkan sebagai alat lindung nilai. Jika kamu trader harian, fleksibilitas berjangka (bisa beli dan jual dalam hari yang sama, posisi long dan short) akan sangat optimal.
2. Kenali karakteristik dasar pasar berjangka
Ingat tiga poin:
Kontrak berjangka memiliki ‘tanggal jatuh tempo’, harus diselesaikan saat tiba waktunya
Bisa diperdagangkan hanya dengan margin, leverage sudah built-in
Posisi long dan short sama-sama mudah dilakukan
3. Pilih broker berjangka yang sesuai untuk membuka akun
Bursa berjangka menerbitkan kontrak (seperti Taiwan Futures Exchange, CME, NYMEX), tetapi umumnya investor harus melalui broker yang memiliki bagian berjangka.
Broker berjangka di Taiwan: Yuanta, KGI, Fubon, Cathay, dan lain-lain Broker internasional: Mitrade, E-trade, TD Ameritrade, Interactive Brokers, dan lain-lain
Kriteria memilih broker: banyak pilihan instrumen, harga cepat dan akurat, biaya rendah. Broker Taiwan terbatas pada produk utama seperti indeks Taiwan dan saham individual, sedangkan broker internasional menawarkan lebih banyak pilihan.
4. Gunakan akun demo untuk uji sistem tradingmu
Setelah membuka akun, jangan buru-buru deposit uang asli. Latih dulu dengan dana virtual, uji strategi apakah benar-benar menguntungkan. Tahap ini fokus pada:
Kenali platform trading
Uji sinyal masuk dan keluar
Rasakan psikologi saat kondisi pasar berbeda
5. Tentukan instrumen berjangka yang akan diperdagangkan
Ada enam kategori utama: Indeks, Valuta, Suku Bunga, Logam, Energi, Komoditas Pertanian.
Instrumen populer meliputi:
Indeks: S&P 500, Nasdaq 100, IHSG
Energi: Minyak mentah, gas alam
Logam: Emas, perak, tembaga
Pertanian: Gandum, jagung, kedelai
Pertimbangkan likuiditas saat memilih underlying—kontrak bulan dekat biasanya paling likuid, kontrak bulan jauh cenderung kurang likuid.
6. Rencanakan deposit dan pengelolaan posisi
Setelah memilih instrumen, hitung margin yang dibutuhkan. Disarankan pemula mulai dari kontrak mini untuk mengurangi risiko kerugian besar.
Contoh trading indeks Taiwan:
Kontrak indeks besar: sekitar 300+ juta NT$, kerugian 500 poin bisa 15.000 NT$
Kontrak mini: sekitar 75.000 NT$, kerugian 500 poin hanya 1.500 NT$
Latihan dengan posisi kecil membantu menguji strategi dan mengelola risiko kerugian.
7. Pelajari membaca chart dan tangkap sinyal trading
Trader berjangka biasanya menggunakan tiga pendekatan analisis:
Analisis fundamental: studi data ekonomi, kebijakan
Analisis teknikal: grafik candlestick, moving average, indikator
Berita ekonomi: pantau peristiwa penting
Kalau trading saham berjangka, metode analisis sama seperti saham. Tapi karena berjangka ada tanggal jatuh tempo, disarankan masuk saat teknikal sedang menguat, agar arah pasar lebih mudah diprediksi.
8. Lakukan strategi buy dan sell
Buy (long):
Perkiraan harga minyak naik → beli kontrak minyak mentah → tutup posisi saat naik untuk profit
Perkiraan pasar AS rebound → beli indeks S&P 500 → jual saat pasar naik
Sell (short):
Perkiraan minyak berlebih → jual kontrak minyak mentah → tutup posisi saat turun
Khawatir pasar saham turun → jual indeks S&P 500 → beli kembali saat turun
Keunggulan berjangka adalah mudah melakukan short, tidak perlu pinjam saham seperti di saham.
9. Tetapkan stop loss dan take profit, disiplin ketat
Ini langkah terpenting dan sering diabaikan 99% trader. Baik beli maupun jual, harus sudah tentukan level stop loss dan take profit sebelum order.
Disarankan pemula menetapkan stop loss yang relatif dekat dan posisi kecil:
Kerugian lebih dari 2-3% dari modal langsung stop
Jika sudah mencapai target profit, segera ambil keuntungan, jangan serakah
Seiring pengalaman, bisa menyesuaikan dengan volatilitas pasar. Tapi dari awal, harus terbiasa dengan prinsip “disiplin utama”.
Lima, Empat keuntungan dan kerugian utama trading berjangka
Keuntungan berjangka
✓ Leverage memperbesar keuntungan: dengan modal kecil kendalikan posisi besar, raih profit besar dari modal kecil
✓ Fleksibilitas long dan short: tanpa pinjam saham, bisa melakukan posisi short dan long dengan mudah
✓ Hedging risiko: saat saham turun, bisa melakukan short berjangka untuk lindung nilai
✓ Likuiditas tinggi: pasar internasional aktif, transaksi cepat dan lancar
Risiko berjangka
✗ Leverage pedang bermata dua: keuntungan dan kerugian sama-sama diperbesar, tanpa stop loss bisa kehilangan seluruh modal
✗ Tanggung jawab kerugian tak terbatas: tidak seperti saham yang paling buruk kehilangan modal, berjangka bisa berutang ke broker melebihi modal
✗ Tingkat masuk tinggi: meskipun margin rendah, pengetahuan yang dibutuhkan jauh lebih tinggi dari saham
✗ Spesifikasi kontrak tetap: berjangka adalah produk standar, kurang fleksibel
Enam, CFD—Pilihan lain yang menggabungkan keunggulan berjangka dan spot
Kalau risiko berjangka terlalu tinggi dan membuatmu ragu, pertimbangkan CFD (Contract for Difference). CFD adalah kontrak antara dua pihak, hanya selisih harga yang diselesaikan, tanpa transaksi fisik, tanpa tanggal jatuh tempo.
Keunggulan CFD dibanding berjangka:
▪ Beragam instrumen: tidak hanya indeks berjangka, tapi juga saham, forex, kripto, lebih dari 400+ instrumen
▪ Tanpa batas waktu: bisa dipertahankan tanpa batas waktu, tidak perlu rollover
▪ Leverage fleksibel: support 1-200x, margin awal lebih rendah
▪ Biaya masuk rendah: lebih mudah dipahami, volume minimal mulai dari 0.01 lot
Fokus operasional CFD:
Kontrol leverage: produk volatil tinggi (saham, komoditas) gunakan leverage kecil, produk stabil (forex) bisa leverage besar
Buat rencana trading lengkap: tentukan entry, exit, stop loss, take profit sebelum posisi dibuka, agar risiko terkendali
Apapun pilihanmu—berjangka atau CFD—prinsip utamanya sama: Tanpa sistem trading lengkap dan disiplin, tidak akan ada keuntungan stabil. Luangkan waktu latihan di akun demo sebelum benar-benar trading dengan uang asli, jauh lebih bijak dan aman.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Baca Sebelum Memulai Perdagangan Berjangka | Risiko Perdagangan Berjangka, Proses Operasi, dan Panduan Lanjutan
一、Kesalahan Paling Umum Pemula dalam Perdagangan Berjangka
Banyak orang tertarik dengan leverage tinggi dalam perdagangan berjangka, merasa dengan modal kecil mereka bisa mengendalikan posisi besar, hasilnya malah kehilangan seluruh modal. Mengapa bisa begitu? Karena sebagian besar pemula mengabaikan satu fakta inti: Perdagangan berjangka bukan alat untuk cepat kaya, melainkan produk keuangan derivatif yang membutuhkan sistem perdagangan lengkap agar bisa menghasilkan keuntungan jangka panjang.
Bahaya leverage dalam berjangka adalah pedang bermata dua. Ia dapat memperbesar keuntungan, tetapi juga memperbesar kerugian. Jika kamu tidak menetapkan stop loss dan menjalankannya secara disiplin, kerugian akan terus terkumpul, bahkan bisa berutang ke broker—ini tidak pernah terjadi saat membeli saham.
Dua, Apa sebenarnya perdagangan berjangka? Apa bedanya dengan spot dan CFD?
Perdagangan berjangka adalah sebuah kontrak, di mana kedua belah pihak sepakat untuk melakukan transaksi di masa depan pada harga yang disepakati saat ini. Bursa menetapkan semua detail kontrak: kode komoditas, volume transaksi, fluktuasi harga minimum, jam perdagangan, tanggal jatuh tempo, metode penyelesaian, dan lain-lain.
Underlying dari berjangka bisa berupa komoditas (minyak, emas, bahan pangan), indeks (IHSG, S&P 500), valuta asing, obligasi, atau aset keuangan lainnya. Singkatnya, penawaran dan permintaan dilakukan di bursa, satu pihak membeli dan satu pihak menjual, sistem otomatis mencocokkan transaksi.
Perdagangan berjangka vs spot vs CFD:
Ketiganya menggunakan margin trading, memiliki risiko leverage, tetapi CFD lebih ramah untuk trader ritel.
Tiga, Biaya nyata dalam perdagangan berjangka
Sebelum mulai trading berjangka, kamu perlu memahami struktur biaya. Setiap kontrak berjangka memerlukan margin—bukan harga beli, tetapi jaminan transaksi.
Contoh di Taiwan, Yuan Ta Futures:
Margin hanyalah tiket masuk. Kamu juga harus memperhitungkan biaya komisi, slippage, dan kemungkinan margin call saat kondisi ekstrem. Jika kerugian mencapai batas tertentu, broker akan meminta penambahan margin, jika tidak, posisi akan dilikuidasi paksa.
Empat, 9 langkah inti dalam trading berjangka
1. Tentukan karakteristik tradingmu
Tanya diri sendiri: Apakah kamu investor jangka panjang atau trader jangka pendek?
Jika kamu terbiasa memegang saham dalam jangka panjang, berjangka mungkin tidak cocok sebagai alat utama, melainkan sebagai alat lindung nilai. Jika kamu trader harian, fleksibilitas berjangka (bisa beli dan jual dalam hari yang sama, posisi long dan short) akan sangat optimal.
2. Kenali karakteristik dasar pasar berjangka
Ingat tiga poin:
3. Pilih broker berjangka yang sesuai untuk membuka akun
Bursa berjangka menerbitkan kontrak (seperti Taiwan Futures Exchange, CME, NYMEX), tetapi umumnya investor harus melalui broker yang memiliki bagian berjangka.
Broker berjangka di Taiwan: Yuanta, KGI, Fubon, Cathay, dan lain-lain
Broker internasional: Mitrade, E-trade, TD Ameritrade, Interactive Brokers, dan lain-lain
Kriteria memilih broker: banyak pilihan instrumen, harga cepat dan akurat, biaya rendah. Broker Taiwan terbatas pada produk utama seperti indeks Taiwan dan saham individual, sedangkan broker internasional menawarkan lebih banyak pilihan.
4. Gunakan akun demo untuk uji sistem tradingmu
Setelah membuka akun, jangan buru-buru deposit uang asli. Latih dulu dengan dana virtual, uji strategi apakah benar-benar menguntungkan. Tahap ini fokus pada:
5. Tentukan instrumen berjangka yang akan diperdagangkan
Ada enam kategori utama: Indeks, Valuta, Suku Bunga, Logam, Energi, Komoditas Pertanian.
Instrumen populer meliputi:
Pertimbangkan likuiditas saat memilih underlying—kontrak bulan dekat biasanya paling likuid, kontrak bulan jauh cenderung kurang likuid.
6. Rencanakan deposit dan pengelolaan posisi
Setelah memilih instrumen, hitung margin yang dibutuhkan. Disarankan pemula mulai dari kontrak mini untuk mengurangi risiko kerugian besar.
Contoh trading indeks Taiwan:
Latihan dengan posisi kecil membantu menguji strategi dan mengelola risiko kerugian.
7. Pelajari membaca chart dan tangkap sinyal trading
Trader berjangka biasanya menggunakan tiga pendekatan analisis:
Kalau trading saham berjangka, metode analisis sama seperti saham. Tapi karena berjangka ada tanggal jatuh tempo, disarankan masuk saat teknikal sedang menguat, agar arah pasar lebih mudah diprediksi.
8. Lakukan strategi buy dan sell
Buy (long):
Sell (short):
Keunggulan berjangka adalah mudah melakukan short, tidak perlu pinjam saham seperti di saham.
9. Tetapkan stop loss dan take profit, disiplin ketat
Ini langkah terpenting dan sering diabaikan 99% trader. Baik beli maupun jual, harus sudah tentukan level stop loss dan take profit sebelum order.
Disarankan pemula menetapkan stop loss yang relatif dekat dan posisi kecil:
Seiring pengalaman, bisa menyesuaikan dengan volatilitas pasar. Tapi dari awal, harus terbiasa dengan prinsip “disiplin utama”.
Lima, Empat keuntungan dan kerugian utama trading berjangka
Keuntungan berjangka
✓ Leverage memperbesar keuntungan: dengan modal kecil kendalikan posisi besar, raih profit besar dari modal kecil
✓ Fleksibilitas long dan short: tanpa pinjam saham, bisa melakukan posisi short dan long dengan mudah
✓ Hedging risiko: saat saham turun, bisa melakukan short berjangka untuk lindung nilai
✓ Likuiditas tinggi: pasar internasional aktif, transaksi cepat dan lancar
Risiko berjangka
✗ Leverage pedang bermata dua: keuntungan dan kerugian sama-sama diperbesar, tanpa stop loss bisa kehilangan seluruh modal
✗ Tanggung jawab kerugian tak terbatas: tidak seperti saham yang paling buruk kehilangan modal, berjangka bisa berutang ke broker melebihi modal
✗ Tingkat masuk tinggi: meskipun margin rendah, pengetahuan yang dibutuhkan jauh lebih tinggi dari saham
✗ Spesifikasi kontrak tetap: berjangka adalah produk standar, kurang fleksibel
Enam, CFD—Pilihan lain yang menggabungkan keunggulan berjangka dan spot
Kalau risiko berjangka terlalu tinggi dan membuatmu ragu, pertimbangkan CFD (Contract for Difference). CFD adalah kontrak antara dua pihak, hanya selisih harga yang diselesaikan, tanpa transaksi fisik, tanpa tanggal jatuh tempo.
Keunggulan CFD dibanding berjangka:
▪ Beragam instrumen: tidak hanya indeks berjangka, tapi juga saham, forex, kripto, lebih dari 400+ instrumen
▪ Tanpa batas waktu: bisa dipertahankan tanpa batas waktu, tidak perlu rollover
▪ Leverage fleksibel: support 1-200x, margin awal lebih rendah
▪ Biaya masuk rendah: lebih mudah dipahami, volume minimal mulai dari 0.01 lot
Fokus operasional CFD:
Kontrol leverage: produk volatil tinggi (saham, komoditas) gunakan leverage kecil, produk stabil (forex) bisa leverage besar
Buat rencana trading lengkap: tentukan entry, exit, stop loss, take profit sebelum posisi dibuka, agar risiko terkendali
Apapun pilihanmu—berjangka atau CFD—prinsip utamanya sama: Tanpa sistem trading lengkap dan disiplin, tidak akan ada keuntungan stabil. Luangkan waktu latihan di akun demo sebelum benar-benar trading dengan uang asli, jauh lebih bijak dan aman.