Di pasar forex, banyak trader profesional mengandalkan satu alat analisis teknikal klasik—indikator Fibonacci. Alat ini sangat populer bukan hanya karena terdengar misterius, tetapi karena didasarkan pada sebuah aturan matematika yang umum ditemukan di alam dan pasar.
Rasio Fibonacci berasal dari sebuah deret sederhana namun kuat: setiap angka adalah jumlah dari dua angka sebelumnya. Ketika trader menggunakan rasio yang berasal dari prinsip ini untuk menganalisis pergerakan harga aset, mereka sering menemukan posisi kunci di mana pasar berbalik. Oleh karena itu, penentuan level support dan resistance menjadi dasar dari banyak strategi trading.
Rahasia Matematika Misterius: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8…
Deret Fibonacci tampak sederhana, tetapi menyimpan rahasia pasar keuangan. Deret ini adalah sebagai berikut:
Kuncinya terletak pada: ketika Anda membagi angka besar dalam deret ini dengan angka sebelumnya, hasilnya selalu mendekati 1.618. Contohnya: 1597 ÷ 987 ≈ 1.618, 610 ÷ 377 ≈ 1.618. Rasio ini dikenal sebagai Rasio Emas—kode matematika yang menjaga keseimbangan di alam semesta.
Sebaliknya, jika membagi sebuah angka dengan angka yang berada dua posisi di atasnya, hasilnya sekitar 0.382. Misalnya: 55 ÷ 144 ≈ 0.382. Ini menjadi dasar level retracement Fibonacci 38.2%.
Lebih dalam lagi, membagi sebuah angka dengan angka yang lebih besar dua posisi di bawahnya, hasilnya mendekati 0.382. Contohnya: 55 ÷ 144 ≈ 0.382, yang menjadi dasar level retracement 38.2%.
Dari Deret ke Trading: Bagaimana Menggunakan Fibonacci Retracement
Setelah memahami prinsip matematisnya, bagaimana trader mengubahnya menjadi alat menghasilkan uang?
Level Fibonacci Retracement adalah garis horizontal yang digambar di grafik harga berdasarkan rasio-rasio ini (23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 78.6%). Posisi ini menunjukkan area kunci di mana harga aset mungkin berhenti atau berbalik.
Contohnya: misalnya EUR/USD naik dari titik terendah tertentu ke 1.5, kemudian turun kembali ke 0.354, ini menunjukkan koreksi sekitar 23.6%. Karena rasio ini umum ditemukan di alam, trader percaya pasar juga mengikuti pola yang sama.
Perhitungan Praktis Harga Emas
Mengaplikasikan teori ke trading nyata. Misalnya, harga emas naik dari 1681 USD ke 1807.93 USD, kenaikan sebesar 126.93 USD. Sekarang kita gunakan Fibonacci retracement untuk memprediksi level support potensial:
Trader akan memperhatikan pergerakan harga di level-level ini. Ketika harga emas kembali ke level 61.8%, banyak yang menganggap ini sebagai support kuat dan kemungkinan akan rebound.
Aplikasi dalam Tren Naik
Saat harga aset naik tajam, trader biasanya ingin tahu: seberapa dalam koreksi itu? Di mana kemungkinan rebound?
Caranya: temukan dua titik penting dalam tren naik (titik dasar A dan titik puncak B), lalu gambar garis Fibonacci retracement dari B ke bawah. Level persentase di garis ini (23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 78.6%) adalah potensi support.
Ketika harga menyentuh salah satu level ini, trader biasanya akan:
Mempertimbangkan untuk membeli di level tersebut
Menggunakan level ini sebagai acuan stop-loss
Menilai apakah harga benar-benar rebound di sana atau akan terus turun
Operasi Berlawanan dalam Tren Turun
Logikanya sama sekali berlawanan. Setelah harga turun tajam, trader ingin menemukan level resistance saat rebound.
Tentukan titik puncak A dan titik dasar B, lalu gambar garis Fibonacci retracement dari A ke bawah. Saat harga rebound dari bawah, akan menghadapi resistance di level Fibonacci, dan kemungkinan terhambat di sana.
Tips Praktis Fibonacci Retracement
Menggunakan garis retracement saja sangat berisiko. Trader profesional biasanya:
Menggabungkan dengan indikator lain—jangan hanya mengandalkan level Fibonacci, tetapi juga kombinasikan dengan pola candlestick, moving average, RSI, dan indikator lain. Ketika beberapa indikator memberi sinyal di area harga yang sama, sinyal tersebut lebih dapat diandalkan.
Digunakan untuk mengonfirmasi support dan resistance—Fibonacci membantu menandai titik balik potensial, tetapi perlu bukti lain (seperti volume, pola teknikal) untuk konfirmasi.
Melampaui Retracement: Fibonacci Extension
Jika Fibonacci retracement digunakan untuk mencari titik masuk, maka Fibonacci extension digunakan untuk menentukan titik keluar dan target profit.
Level extension meliputi 100%, 161.8%, 200%, 261.8%, dan 423.6%. Angka 1.618 yang ajaib kembali muncul sebagai dasar dari ekstensi 161.8%.
Aturan Tiga Titik: Menggunakan Ekstensi untuk Menetapkan Target Harga
Dalam tren naik:
Tandai titik rendah (X)
Tandai titik tinggi (A)
Tandai titik rebound di level tertentu (B)
Setelah membeli di B, trader memperkirakan harga akan naik ke titik C (level ekstensi tertentu), dan saat itulah saatnya mengambil keuntungan.
Dalam tren turun, sebaliknya: titik tinggi X, titik rendah A, rebound di B, dan saat harga mencapai level ekstensi C, trader menjual dan ambil profit.
Kerangka Lengkap yang Harus Diketahui Trader
Secara sederhana, logika alat Fibonacci adalah:
Fase Entry → Gunakan Fibonacci retracement untuk mencari support/resistance, tentukan kapan masuk pasar
Fase Hold → Pantau apakah harga rebound atau berbalik sesuai harapan
Fase Exit → Gunakan Fibonacci extension untuk memprediksi target harga dan kapan ambil profit
Apapun asetnya—emas, forex, atau lainnya—sistem Fibonacci berbasis matematika ini dapat membantu Anda menemukan titik balik penting di pasar. Tapi ingat: pasar itu dinamis, alat teknikal hanyalah pendukung, manajemen risiko dan disiplin trading sama pentingnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perdagangan valas wajib dipelajari: Analisis aturan emas retracement Fibonacci
Mengapa Trader Semuanya Menggunakan Fibonacci?
Di pasar forex, banyak trader profesional mengandalkan satu alat analisis teknikal klasik—indikator Fibonacci. Alat ini sangat populer bukan hanya karena terdengar misterius, tetapi karena didasarkan pada sebuah aturan matematika yang umum ditemukan di alam dan pasar.
Rasio Fibonacci berasal dari sebuah deret sederhana namun kuat: setiap angka adalah jumlah dari dua angka sebelumnya. Ketika trader menggunakan rasio yang berasal dari prinsip ini untuk menganalisis pergerakan harga aset, mereka sering menemukan posisi kunci di mana pasar berbalik. Oleh karena itu, penentuan level support dan resistance menjadi dasar dari banyak strategi trading.
Rahasia Matematika Misterius: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8…
Deret Fibonacci tampak sederhana, tetapi menyimpan rahasia pasar keuangan. Deret ini adalah sebagai berikut:
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181, 6765…
Kuncinya terletak pada: ketika Anda membagi angka besar dalam deret ini dengan angka sebelumnya, hasilnya selalu mendekati 1.618. Contohnya: 1597 ÷ 987 ≈ 1.618, 610 ÷ 377 ≈ 1.618. Rasio ini dikenal sebagai Rasio Emas—kode matematika yang menjaga keseimbangan di alam semesta.
Sebaliknya, jika membagi sebuah angka dengan angka yang berada dua posisi di atasnya, hasilnya sekitar 0.382. Misalnya: 55 ÷ 144 ≈ 0.382. Ini menjadi dasar level retracement Fibonacci 38.2%.
Lebih dalam lagi, membagi sebuah angka dengan angka yang lebih besar dua posisi di bawahnya, hasilnya mendekati 0.382. Contohnya: 55 ÷ 144 ≈ 0.382, yang menjadi dasar level retracement 38.2%.
Dari Deret ke Trading: Bagaimana Menggunakan Fibonacci Retracement
Setelah memahami prinsip matematisnya, bagaimana trader mengubahnya menjadi alat menghasilkan uang?
Level Fibonacci Retracement adalah garis horizontal yang digambar di grafik harga berdasarkan rasio-rasio ini (23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 78.6%). Posisi ini menunjukkan area kunci di mana harga aset mungkin berhenti atau berbalik.
Contohnya: misalnya EUR/USD naik dari titik terendah tertentu ke 1.5, kemudian turun kembali ke 0.354, ini menunjukkan koreksi sekitar 23.6%. Karena rasio ini umum ditemukan di alam, trader percaya pasar juga mengikuti pola yang sama.
Perhitungan Praktis Harga Emas
Mengaplikasikan teori ke trading nyata. Misalnya, harga emas naik dari 1681 USD ke 1807.93 USD, kenaikan sebesar 126.93 USD. Sekarang kita gunakan Fibonacci retracement untuk memprediksi level support potensial:
Trader akan memperhatikan pergerakan harga di level-level ini. Ketika harga emas kembali ke level 61.8%, banyak yang menganggap ini sebagai support kuat dan kemungkinan akan rebound.
Aplikasi dalam Tren Naik
Saat harga aset naik tajam, trader biasanya ingin tahu: seberapa dalam koreksi itu? Di mana kemungkinan rebound?
Caranya: temukan dua titik penting dalam tren naik (titik dasar A dan titik puncak B), lalu gambar garis Fibonacci retracement dari B ke bawah. Level persentase di garis ini (23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 78.6%) adalah potensi support.
Ketika harga menyentuh salah satu level ini, trader biasanya akan:
Operasi Berlawanan dalam Tren Turun
Logikanya sama sekali berlawanan. Setelah harga turun tajam, trader ingin menemukan level resistance saat rebound.
Tentukan titik puncak A dan titik dasar B, lalu gambar garis Fibonacci retracement dari A ke bawah. Saat harga rebound dari bawah, akan menghadapi resistance di level Fibonacci, dan kemungkinan terhambat di sana.
Tips Praktis Fibonacci Retracement
Menggunakan garis retracement saja sangat berisiko. Trader profesional biasanya:
Menggabungkan dengan indikator lain—jangan hanya mengandalkan level Fibonacci, tetapi juga kombinasikan dengan pola candlestick, moving average, RSI, dan indikator lain. Ketika beberapa indikator memberi sinyal di area harga yang sama, sinyal tersebut lebih dapat diandalkan.
Digunakan untuk mengonfirmasi support dan resistance—Fibonacci membantu menandai titik balik potensial, tetapi perlu bukti lain (seperti volume, pola teknikal) untuk konfirmasi.
Melampaui Retracement: Fibonacci Extension
Jika Fibonacci retracement digunakan untuk mencari titik masuk, maka Fibonacci extension digunakan untuk menentukan titik keluar dan target profit.
Level extension meliputi 100%, 161.8%, 200%, 261.8%, dan 423.6%. Angka 1.618 yang ajaib kembali muncul sebagai dasar dari ekstensi 161.8%.
Aturan Tiga Titik: Menggunakan Ekstensi untuk Menetapkan Target Harga
Dalam tren naik:
Setelah membeli di B, trader memperkirakan harga akan naik ke titik C (level ekstensi tertentu), dan saat itulah saatnya mengambil keuntungan.
Dalam tren turun, sebaliknya: titik tinggi X, titik rendah A, rebound di B, dan saat harga mencapai level ekstensi C, trader menjual dan ambil profit.
Kerangka Lengkap yang Harus Diketahui Trader
Secara sederhana, logika alat Fibonacci adalah:
Fase Entry → Gunakan Fibonacci retracement untuk mencari support/resistance, tentukan kapan masuk pasar
Fase Hold → Pantau apakah harga rebound atau berbalik sesuai harapan
Fase Exit → Gunakan Fibonacci extension untuk memprediksi target harga dan kapan ambil profit
Apapun asetnya—emas, forex, atau lainnya—sistem Fibonacci berbasis matematika ini dapat membantu Anda menemukan titik balik penting di pasar. Tapi ingat: pasar itu dinamis, alat teknikal hanyalah pendukung, manajemen risiko dan disiplin trading sama pentingnya.