Lanskap kompetitif untuk perangkat keras penambangan Bitcoin telah menguat seiring pengumuman Bitmain tentang pengurangan harga yang substansial di seluruh lini penambang ASIC-nya. Dengan industri penambangan yang bergulat dengan penurunan hashprice, perusahaan merespons melalui penyesuaian harga strategis yang dirancang untuk mempertahankan pangsa pasar dan memastikan profitabilitas penambang ASIC tetap layak bagi operator.
Titik Harga Baru di Seluruh Lineup
Harga terbaru Bitmain mencerminkan pendekatan berbasis pasar terhadap daya saing. Model S19e XP Hydro dan 3U S19 XP Hydro kini mencapai titik harga serendah $3 per terahash per detik (TH/s), menjadikannya salah satu titik masuk paling ekonomis bagi penambang. S19 XP+ Hydro berada di sekitar $4/TH/s, menawarkan nilai menengah. Pilihan kelas atas termasuk unit imersi S21 yang diperkirakan sekitar $7/TH/s dan S21+ Hydro sekitar $8/TH/s.
Lebih dari Sekadar Perangkat Keras: Solusi Terpadu untuk Ekonomi Penambangan
Selain mengurangi biaya peralatan, Bitmain menggabungkan penambang dengan layanan hosting untuk mengatasi tantangan utama yang dihadapi profitabilitas penambang ASIC. Paket lengkap ini menawarkan daya hosting dengan tarif kompetitif antara $0.055 dan $0.07 per kilowatt-jam (kWh), disertai biaya manajemen sebesar $0.003. Pendekatan terpadu ini mengakui bahwa biaya peralatan saja tidak menentukan kelayakan penambangan—biaya operasional dan keandalan sama pentingnya.
Adaptasi Pasar dalam Lingkungan yang Menantang
Strategi harga ini mencerminkan sikap proaktif Bitmain di tengah tekanan pasar saat ini. Dengan menggabungkan pengurangan biaya perangkat keras dengan solusi hosting yang dikelola, perusahaan mengatasi manajemen inventaris sekaligus menawarkan penambang solusi lengkap untuk menavigasi lingkungan yang menantang yang mempengaruhi profitabilitas penambang ASIC di seluruh industri.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Strategi Penetapan Harga Agresif Bitmain Mengindikasikan Tekanan pada Profitabilitas Penambang ASIC
Lanskap kompetitif untuk perangkat keras penambangan Bitcoin telah menguat seiring pengumuman Bitmain tentang pengurangan harga yang substansial di seluruh lini penambang ASIC-nya. Dengan industri penambangan yang bergulat dengan penurunan hashprice, perusahaan merespons melalui penyesuaian harga strategis yang dirancang untuk mempertahankan pangsa pasar dan memastikan profitabilitas penambang ASIC tetap layak bagi operator.
Titik Harga Baru di Seluruh Lineup
Harga terbaru Bitmain mencerminkan pendekatan berbasis pasar terhadap daya saing. Model S19e XP Hydro dan 3U S19 XP Hydro kini mencapai titik harga serendah $3 per terahash per detik (TH/s), menjadikannya salah satu titik masuk paling ekonomis bagi penambang. S19 XP+ Hydro berada di sekitar $4/TH/s, menawarkan nilai menengah. Pilihan kelas atas termasuk unit imersi S21 yang diperkirakan sekitar $7/TH/s dan S21+ Hydro sekitar $8/TH/s.
Lebih dari Sekadar Perangkat Keras: Solusi Terpadu untuk Ekonomi Penambangan
Selain mengurangi biaya peralatan, Bitmain menggabungkan penambang dengan layanan hosting untuk mengatasi tantangan utama yang dihadapi profitabilitas penambang ASIC. Paket lengkap ini menawarkan daya hosting dengan tarif kompetitif antara $0.055 dan $0.07 per kilowatt-jam (kWh), disertai biaya manajemen sebesar $0.003. Pendekatan terpadu ini mengakui bahwa biaya peralatan saja tidak menentukan kelayakan penambangan—biaya operasional dan keandalan sama pentingnya.
Adaptasi Pasar dalam Lingkungan yang Menantang
Strategi harga ini mencerminkan sikap proaktif Bitmain di tengah tekanan pasar saat ini. Dengan menggabungkan pengurangan biaya perangkat keras dengan solusi hosting yang dikelola, perusahaan mengatasi manajemen inventaris sekaligus menawarkan penambang solusi lengkap untuk menavigasi lingkungan yang menantang yang mempengaruhi profitabilitas penambang ASIC di seluruh industri.