Dalam dua tahun terakhir, saat membahas perluasan Layer 2, kebanyakan orang pasti membicarakan konsep seperti Rollup, ZK proof, dan modularisasi. Nama Plasma tampaknya perlahan menghilang dari pandangan, dianggap sebagai konsep yang hanya bisa ditemukan di buku pelajaran sejarah. Tapi menurut saya, ini adalah sebuah kesalahpahaman. Plasma tidak kalah tertinggal, melainkan mengikuti jalur teknologi yang tidak mengikuti tren, bahkan lebih ekstrem.
Kalau kamu tanya saya tentang posisi Plasma, ringkasannya adalah: tidak praktis, tapi sangat hardcore.
Mengapa begitu? Karena sejak awal, filosofi desain Plasma sangat sederhana—main chain bukanlah jalur produksi, melainkan arbiter. Transaksi, perhitungan, logika kompleks semuanya dilakukan di luar rantai, sementara main chain hanya melakukan satu hal: menjamin keamanan. Pemikiran ini berlawanan dengan arah Rollup saat ini yang berusaha melakukan perhitungan dan menumpuk data sebanyak mungkin di chain.
Mengenai Plasma, banyak orang pertama kali berpikir: 「Ah, itu yang harus menunggu tujuh hari untuk menarik dana, mudah dibekukan?」 Terlihat memang cukup merepotkan. Tapi itu hanya setengah benar.
Jika kamu benar-benar membongkar desain Plasma, kamu akan menemukan bahwa sebenarnya logikanya sangat jelas, bahkan sedikit berlebihan dalam engineering. Ia membuat asumsi: sumber daya main chain sangat mahal, jadi lebih baik tidak menaruh apa pun di chain jika bisa. Asumsi ini menentukan seluruh arsitektur: meminimalkan operasi di main chain, memaksimalkan efisiensi di luar chain.
Pendekatan desain ini dulu sering dikritik sebagai 「terlalu rumit」, tapi dari sudut pandang lain, dalam skenario dengan biaya sumber daya yang sangat tinggi dan keinginan untuk ekspansi ekstrem, Plasma justru lebih bermakna daripada solusi Rollup yang mengurus semuanya. Terutama saat kita benar-benar menghadapi biaya kemacetan main chain yang melonjak, filosofi 「jika bisa tidak dilakukan, jangan dilakukan」 ini mungkin akan bersinar kembali.
Yang penting, kamu harus menerima cara transaksi Plasma. Masa penarikan tujuh hari bukanlah kekurangan, melainkan hasil dari pertimbangan—untuk menurunkan biaya di chain, tentu harus mengorbankan waktu. Ini seperti memilih alat transportasi yang berbeda, layanan bus cepat dan kereta malam melayani kebutuhan yang berbeda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
quiet_lurker
· 3jam yang lalu
Plasma memang benar-benar diremehkan, penarikan dalam tujuh hari sebenarnya adalah trade-off yang masuk akal, dibandingkan dengan solusi yang ingin memasukkan segala sesuatu ke dalam rantai, filosofi ini saya setujui
Lihat AsliBalas0
CodeSmellHunter
· 9jam yang lalu
Plasma memang benar-benar diremehkan, masalah penarikan selama tujuh hari sebenarnya adalah kompromi yang masuk akal, bukan kekurangan murni. Intinya tetap pada kecocokan skenario, tidak semua rantai dapat menerima penantian.
Dalam dua tahun terakhir, saat membahas perluasan Layer 2, kebanyakan orang pasti membicarakan konsep seperti Rollup, ZK proof, dan modularisasi. Nama Plasma tampaknya perlahan menghilang dari pandangan, dianggap sebagai konsep yang hanya bisa ditemukan di buku pelajaran sejarah. Tapi menurut saya, ini adalah sebuah kesalahpahaman. Plasma tidak kalah tertinggal, melainkan mengikuti jalur teknologi yang tidak mengikuti tren, bahkan lebih ekstrem.
Kalau kamu tanya saya tentang posisi Plasma, ringkasannya adalah: tidak praktis, tapi sangat hardcore.
Mengapa begitu? Karena sejak awal, filosofi desain Plasma sangat sederhana—main chain bukanlah jalur produksi, melainkan arbiter. Transaksi, perhitungan, logika kompleks semuanya dilakukan di luar rantai, sementara main chain hanya melakukan satu hal: menjamin keamanan. Pemikiran ini berlawanan dengan arah Rollup saat ini yang berusaha melakukan perhitungan dan menumpuk data sebanyak mungkin di chain.
Mengenai Plasma, banyak orang pertama kali berpikir: 「Ah, itu yang harus menunggu tujuh hari untuk menarik dana, mudah dibekukan?」 Terlihat memang cukup merepotkan. Tapi itu hanya setengah benar.
Jika kamu benar-benar membongkar desain Plasma, kamu akan menemukan bahwa sebenarnya logikanya sangat jelas, bahkan sedikit berlebihan dalam engineering. Ia membuat asumsi: sumber daya main chain sangat mahal, jadi lebih baik tidak menaruh apa pun di chain jika bisa. Asumsi ini menentukan seluruh arsitektur: meminimalkan operasi di main chain, memaksimalkan efisiensi di luar chain.
Pendekatan desain ini dulu sering dikritik sebagai 「terlalu rumit」, tapi dari sudut pandang lain, dalam skenario dengan biaya sumber daya yang sangat tinggi dan keinginan untuk ekspansi ekstrem, Plasma justru lebih bermakna daripada solusi Rollup yang mengurus semuanya. Terutama saat kita benar-benar menghadapi biaya kemacetan main chain yang melonjak, filosofi 「jika bisa tidak dilakukan, jangan dilakukan」 ini mungkin akan bersinar kembali.
Yang penting, kamu harus menerima cara transaksi Plasma. Masa penarikan tujuh hari bukanlah kekurangan, melainkan hasil dari pertimbangan—untuk menurunkan biaya di chain, tentu harus mengorbankan waktu. Ini seperti memilih alat transportasi yang berbeda, layanan bus cepat dan kereta malam melayani kebutuhan yang berbeda.