Pada akhir tahun 2025, pasar mata uang kripto sedang mengirimkan pesan yang kontradiktif. Bitcoin diperdagangkan di level $92.86K, turun 2.47% dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar mencapai 1,855 miliar USD. Secara kasat mata tampak seperti stabilitas, bahkan stagnasi, tetapi di balik permukaan, cerita yang sama sekali berbeda sedang berlangsung.
Akumulasi diam-diam: Ketika “shark” masuk ke dalam
Data on-chain dari Glassnode mengungkapkan gambaran menarik tentang aktivitas investor menengah hingga besar (yang memegang 100-1.000 BTC, disebut “sharks”). Sementara harga Bitcoin terjebak dalam kisaran 85.000-92.000 USD, para investor ini justru meningkatkan jumlah Bitcoin yang mereka miliki secara aktif. Data menunjukkan peningkatan yang jelas dalam pasokan yang diakumulasi saat harga berfluktuasi di sekitar level tinggi, sebuah strategi pembelian yang umum diterapkan oleh investor cerdas.
Menurut laporan analisis, volume Bitcoin yang dikumpulkan oleh “whale” (cá voi - pemegang BTC dalam jumlah besar) diperkirakan sekitar 23,5 miliar USD dalam periode ini. Yang menarik perhatian adalah perilaku ini menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, meskipun ada volatilitas jangka pendek dan persaingan dari aset tradisional.
Meskipun ada faktor yang dapat mempengaruhi data on-chain (seperti penataan ulang struktur dompet di bursa atau penggabungan alamat penyimpanan), secara keseluruhan tren tetap menunjukkan bahwa “smart money” sedang membangun posisi mereka sementara investor kecil masih ragu-ragu.
Emas, perak meledak, Bitcoin terpinggirkan
Enam bulan terakhir menyaksikan pergeseran yang jelas dalam psikologi investor. Emas naik sekitar 38%, sementara perak mencatat kenaikan yang lebih impresif yaitu lebih dari 100%, benar-benar lonjakan besar. Sebaliknya, Bitcoin dari puncaknya di 110.000 USD telah turun sekitar 17%, mencerminkan aliran dana dari mata uang kripto ke aset safe haven tradisional.
Namun, sinyal positif muncul dari ETF Bitcoin spot (spot ETFs) di Amerika Serikat. Aliran dana ke ETF ini menunjukkan bahwa minat dari investor institusional masih tetap hidup. Meski tekanan harga ada, permintaan terhadap infrastruktur mata uang kripto belum pernah benar-benar hilang.
Bentuk teknikal dan potensi ke depan
Pada grafik teknikal, Bitcoin berada dalam fase akumulasi yang berkepanjangan. Harga tetap berkisar di wilayah 85.000-92.000 USD, dengan 55.371.642 alamat yang memegang Bitcoin. Analis menunjukkan bahwa periode akumulasi seperti ini biasanya menjadi fondasi untuk volatilitas besar—baik itu breakout atau kejatuhan bebas.
Kesimpulan: Di balik ketenangan ada badai
Bitcoin saat ini berada di persimpangan penting. Secara kasat mata tampak tenang dan tanpa motivasi, tetapi di bawah permukaan, akumulasi dari investor besar, dukungan dari organisasi melalui ETF, dan pembentukan pola teknikal semuanya menunjukkan bahwa apa yang akan terjadi selanjutnya sangat penting.
Faktanya, emas dan perak sedang mencuri perhatian saat ini, tetapi dalam dunia mata uang kripto, perubahan sering datang secara tiba-tiba. Pertanyaannya bukanlah apakah Bitcoin akan pulih, melainkan kapan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sinyal tersembunyi di balik ketenangan Bitcoin: Analisis perilaku investor besar
Pada akhir tahun 2025, pasar mata uang kripto sedang mengirimkan pesan yang kontradiktif. Bitcoin diperdagangkan di level $92.86K, turun 2.47% dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar mencapai 1,855 miliar USD. Secara kasat mata tampak seperti stabilitas, bahkan stagnasi, tetapi di balik permukaan, cerita yang sama sekali berbeda sedang berlangsung.
Akumulasi diam-diam: Ketika “shark” masuk ke dalam
Data on-chain dari Glassnode mengungkapkan gambaran menarik tentang aktivitas investor menengah hingga besar (yang memegang 100-1.000 BTC, disebut “sharks”). Sementara harga Bitcoin terjebak dalam kisaran 85.000-92.000 USD, para investor ini justru meningkatkan jumlah Bitcoin yang mereka miliki secara aktif. Data menunjukkan peningkatan yang jelas dalam pasokan yang diakumulasi saat harga berfluktuasi di sekitar level tinggi, sebuah strategi pembelian yang umum diterapkan oleh investor cerdas.
Menurut laporan analisis, volume Bitcoin yang dikumpulkan oleh “whale” (cá voi - pemegang BTC dalam jumlah besar) diperkirakan sekitar 23,5 miliar USD dalam periode ini. Yang menarik perhatian adalah perilaku ini menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, meskipun ada volatilitas jangka pendek dan persaingan dari aset tradisional.
Meskipun ada faktor yang dapat mempengaruhi data on-chain (seperti penataan ulang struktur dompet di bursa atau penggabungan alamat penyimpanan), secara keseluruhan tren tetap menunjukkan bahwa “smart money” sedang membangun posisi mereka sementara investor kecil masih ragu-ragu.
Emas, perak meledak, Bitcoin terpinggirkan
Enam bulan terakhir menyaksikan pergeseran yang jelas dalam psikologi investor. Emas naik sekitar 38%, sementara perak mencatat kenaikan yang lebih impresif yaitu lebih dari 100%, benar-benar lonjakan besar. Sebaliknya, Bitcoin dari puncaknya di 110.000 USD telah turun sekitar 17%, mencerminkan aliran dana dari mata uang kripto ke aset safe haven tradisional.
Namun, sinyal positif muncul dari ETF Bitcoin spot (spot ETFs) di Amerika Serikat. Aliran dana ke ETF ini menunjukkan bahwa minat dari investor institusional masih tetap hidup. Meski tekanan harga ada, permintaan terhadap infrastruktur mata uang kripto belum pernah benar-benar hilang.
Bentuk teknikal dan potensi ke depan
Pada grafik teknikal, Bitcoin berada dalam fase akumulasi yang berkepanjangan. Harga tetap berkisar di wilayah 85.000-92.000 USD, dengan 55.371.642 alamat yang memegang Bitcoin. Analis menunjukkan bahwa periode akumulasi seperti ini biasanya menjadi fondasi untuk volatilitas besar—baik itu breakout atau kejatuhan bebas.
Kesimpulan: Di balik ketenangan ada badai
Bitcoin saat ini berada di persimpangan penting. Secara kasat mata tampak tenang dan tanpa motivasi, tetapi di bawah permukaan, akumulasi dari investor besar, dukungan dari organisasi melalui ETF, dan pembentukan pola teknikal semuanya menunjukkan bahwa apa yang akan terjadi selanjutnya sangat penting.
Faktanya, emas dan perak sedang mencuri perhatian saat ini, tetapi dalam dunia mata uang kripto, perubahan sering datang secara tiba-tiba. Pertanyaannya bukanlah apakah Bitcoin akan pulih, melainkan kapan.