Tradisional audit model sudah usang. Kantor akuntan seperti "Empat Besar" biasanya masuk hanya setelah akhir tahun fiskal, menelusuri buku dan mengeluarkan laporan—seluruh proses tertinggal lebih dari enam bulan. Masalahnya adalah, pemeriksaan pasif ini tidak mampu mencegah lubang hitam keuangan seperti Lehman Brothers dan FTX. Ketika laporan audit keluar, semuanya sudah terlambat.
Sedangkan Dusk Network sedang menjajaki jalur yang sama sekali berbeda—model audit berkelanjutan. Bayangkan, sistem ERP perusahaan langsung terhubung dengan Dusk Network. Setiap kali transaksi keuangan terjadi, sistem secara otomatis menghasilkan bukti zero-knowledge dan merekamnya di blockchain. Ini bukan sekadar pencatatan transaksi biasa, melainkan bukti matematis yang dapat memverifikasi kemampuan pembayaran dan cadangan perusahaan secara real-time.
Yang paling menakjubkan adalah: bukti di blockchain ini dapat menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya kepada publik dan regulator, tanpa harus mengungkapkan daftar pelanggan atau rincian transaksi secara spesifik. Perlindungan privasi dan transparansi di sini mencapai keseimbangan. Jika rasio utang perusahaan menyentuh batas merah atau terjadi penyalahgunaan dana pengguna, sistem bukti di blockchain langsung gagal atau memicu alarm—dengan kecepatan respons dalam hitungan milidetik.
Ini berarti penipuan keuangan secara teknis menjadi tidak mungkin. Investor tidak lagi harus menunggu laporan triwulan yang tertinggal, melainkan dapat memantau "elektrokardiogram" perusahaan kapan saja seperti saat berdiagnosis. Audit beralih dari pemeriksaan pasif pasca kejadian menjadi pemeriksaan aktif secara real-time. Ini bukan hanya kemajuan dalam akuntansi, tetapi juga transformasi fundamental budaya keamanan keuangan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ser_ngmi
· 15jam yang lalu
Audit bukti nol-pengetahuan di blockchain? terdengar cukup ideal, tapi apakah benar-benar bisa dilakukan...
Lihat AsliBalas0
SchroedingersFrontrun
· 15jam yang lalu
Pembuktian tanpa pengetahuan itu memang ideal, tapi bagaimana dengan kenyataannya? Jika perusahaan tidak ingin terhubung, bagaimana?
Lihat AsliBalas0
IronHeadMiner
· 15jam yang lalu
Audit on-chain dengan bukti nol pengetahuan? Terdengar bagus, tapi bagaimana realisasinya...
Lihat AsliBalas0
Fren_Not_Food
· 15jam yang lalu
Audit on-chain dengan bukti nol pengetahuan? Kedengarannya bagus, tapi kenyataannya tergantung siapa yang berani menggunakannya
Lihat AsliBalas0
DefiEngineerJack
· 15jam yang lalu
ngl, bukti zero-knowledge sebagai lapisan audit berkelanjutan sebenarnya™ tidak sederhana... tetapi apakah ada yang menguji coba kompleksitas sirkuit zk secara skala besar? verifikasi formal atau gagal
Tradisional audit model sudah usang. Kantor akuntan seperti "Empat Besar" biasanya masuk hanya setelah akhir tahun fiskal, menelusuri buku dan mengeluarkan laporan—seluruh proses tertinggal lebih dari enam bulan. Masalahnya adalah, pemeriksaan pasif ini tidak mampu mencegah lubang hitam keuangan seperti Lehman Brothers dan FTX. Ketika laporan audit keluar, semuanya sudah terlambat.
Sedangkan Dusk Network sedang menjajaki jalur yang sama sekali berbeda—model audit berkelanjutan. Bayangkan, sistem ERP perusahaan langsung terhubung dengan Dusk Network. Setiap kali transaksi keuangan terjadi, sistem secara otomatis menghasilkan bukti zero-knowledge dan merekamnya di blockchain. Ini bukan sekadar pencatatan transaksi biasa, melainkan bukti matematis yang dapat memverifikasi kemampuan pembayaran dan cadangan perusahaan secara real-time.
Yang paling menakjubkan adalah: bukti di blockchain ini dapat menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya kepada publik dan regulator, tanpa harus mengungkapkan daftar pelanggan atau rincian transaksi secara spesifik. Perlindungan privasi dan transparansi di sini mencapai keseimbangan. Jika rasio utang perusahaan menyentuh batas merah atau terjadi penyalahgunaan dana pengguna, sistem bukti di blockchain langsung gagal atau memicu alarm—dengan kecepatan respons dalam hitungan milidetik.
Ini berarti penipuan keuangan secara teknis menjadi tidak mungkin. Investor tidak lagi harus menunggu laporan triwulan yang tertinggal, melainkan dapat memantau "elektrokardiogram" perusahaan kapan saja seperti saat berdiagnosis. Audit beralih dari pemeriksaan pasif pasca kejadian menjadi pemeriksaan aktif secara real-time. Ini bukan hanya kemajuan dalam akuntansi, tetapi juga transformasi fundamental budaya keamanan keuangan.