Pada awal Februari 2026, China meluncurkan gelombang baru langkah regulasi yang membentuk ulang lanskap kripto global. Dipimpin oleh Bank Rakyat China (PBoC) dan beberapa kementerian pemerintah, aturan ini memperketat pengawasan terhadap mata uang kripto, stablecoin, dan aset tokenisasi — menegaskan kembali tujuan jangka panjang Beijing: kedaulatan moneter dan stabilitas keuangan. 🚫 Larangan Stablecoin & Token Privat Stablecoin yang tidak berizin, terutama yang dipatok yuan, kini secara eksplisit dilarang. Tidak ada entitas domestik maupun asing yang boleh menerbitkan stablecoin privat tanpa persetujuan pemerintah. Mata uang digital privat diberi label “uang bayangan” yang mengancam kendali negara — memperluas larangan kripto 2021 untuk mencakup stablecoin dan instrumen pembayaran digital lainnya. 📉 Penindakan Lebih Luas terhadap Tokenisasi Semua inisiatif tokenisasi aset dunia nyata (RWA) — obligasi, ekuitas, sekuritas berbasis aset — kini memerlukan persetujuan regulasi sebelumnya. Sebagian besar proyek tokenisasi kripto secara efektif ilegal kecuali sepenuhnya mematuhi standar ketat pengelolaan, pelaporan, dan lintas batas. 🌍 Pembatasan Luar Negeri Perusahaan China dan anak perusahaan luar negeri tidak dapat menerbitkan kripto, stablecoin, atau produk tokenisasi di luar negeri tanpa izin. Beijing memastikan kendali di dalam negeri juga berlaku di luar negeri, mencegah penghindaran aturan domestik. 💼 Ekspansi Yuan Digital (e-CNY) e-CNY telah berkembang menjadi sistem deposit dan pembayaran digital yang terintegrasi penuh pada tahun 2026. Mendukung rekening berbunga, transaksi komersial, dan penyelesaian skala besar. China menggantikan mata uang digital privat dengan alternatif terpusat dan berdaulat. 🏛️ Tujuan Regulasi Stabilitas Keuangan: Mencegah gelembung, risiko leverage, dan guncangan sistemik. Kedaulatan Moneter: Mempertahankan kendali atas penerbitan dan kebijakan mata uang. Kepatuhan & Keamanan: Mengurangi pencucian uang, pelarian modal, penipuan, dan risiko data. 🌐 Dampak Global Partisipasi pasar yang berkurang dari salah satu ekonomi digital terbesar. Likuiditas dan pertumbuhan pengguna yang lebih rendah untuk proyek yang terpapar China. Biaya kepatuhan yang lebih tinggi untuk usaha tokenisasi. Menetapkan model pengendalian ketat — berbeda dengan AS, Eropa, dan wilayah lain yang mengintegrasikan kripto melalui regulasi. ⚖️ Poin Utama China mempercepat adopsi e-CNY sambil membatasi kripto privat. Inovasi dan keterbukaan terbatas, tetapi pengawasan keuangan dan kendali negara diperkuat. Dunia kini melihat dua jalur berbeda untuk keuangan digital: terpusat vs. terbuka. ✅ Ringkasan #ChinaShapesCryptoRules menegaskan kembali: ✔ Kripto privat = dilarang ✔ Stablecoin tidak berizin = dilarang ✔ Tokenisasi tanpa regulasi = dilarang ✔ Penerbitan luar negeri = dibatasi Sementara itu, yuan digital bangkit sebagai alternatif berdaulat, membentuk dinamika kripto global untuk tahun-tahun mendatang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
10
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
AYATTAC
· 10jam yang lalu
Beli Untuk Mendapatkan 💎
Lihat AsliBalas0
AYATTAC
· 10jam yang lalu
Selamat Tahun Baru! 🤑
Lihat AsliBalas0
AYATTAC
· 10jam yang lalu
GOGOGO 2026 👊
Lihat AsliBalas0
MasterChuTheOldDemonMasterChu
· 10jam yang lalu
Duduklah dengan nyaman dan pegang dengan baik, kita akan segera lepas landas 🛫
#ChinaShapesCryptoRules Beijing Memperketat Pengendalian Aset Digital di Tahun 2026
Pada awal Februari 2026, China meluncurkan gelombang baru langkah regulasi yang membentuk ulang lanskap kripto global. Dipimpin oleh Bank Rakyat China (PBoC) dan beberapa kementerian pemerintah, aturan ini memperketat pengawasan terhadap mata uang kripto, stablecoin, dan aset tokenisasi — menegaskan kembali tujuan jangka panjang Beijing: kedaulatan moneter dan stabilitas keuangan.
🚫 Larangan Stablecoin & Token Privat
Stablecoin yang tidak berizin, terutama yang dipatok yuan, kini secara eksplisit dilarang.
Tidak ada entitas domestik maupun asing yang boleh menerbitkan stablecoin privat tanpa persetujuan pemerintah.
Mata uang digital privat diberi label “uang bayangan” yang mengancam kendali negara — memperluas larangan kripto 2021 untuk mencakup stablecoin dan instrumen pembayaran digital lainnya.
📉 Penindakan Lebih Luas terhadap Tokenisasi
Semua inisiatif tokenisasi aset dunia nyata (RWA) — obligasi, ekuitas, sekuritas berbasis aset — kini memerlukan persetujuan regulasi sebelumnya.
Sebagian besar proyek tokenisasi kripto secara efektif ilegal kecuali sepenuhnya mematuhi standar ketat pengelolaan, pelaporan, dan lintas batas.
🌍 Pembatasan Luar Negeri
Perusahaan China dan anak perusahaan luar negeri tidak dapat menerbitkan kripto, stablecoin, atau produk tokenisasi di luar negeri tanpa izin.
Beijing memastikan kendali di dalam negeri juga berlaku di luar negeri, mencegah penghindaran aturan domestik.
💼 Ekspansi Yuan Digital (e-CNY)
e-CNY telah berkembang menjadi sistem deposit dan pembayaran digital yang terintegrasi penuh pada tahun 2026.
Mendukung rekening berbunga, transaksi komersial, dan penyelesaian skala besar.
China menggantikan mata uang digital privat dengan alternatif terpusat dan berdaulat.
🏛️ Tujuan Regulasi
Stabilitas Keuangan: Mencegah gelembung, risiko leverage, dan guncangan sistemik.
Kedaulatan Moneter: Mempertahankan kendali atas penerbitan dan kebijakan mata uang.
Kepatuhan & Keamanan: Mengurangi pencucian uang, pelarian modal, penipuan, dan risiko data.
🌐 Dampak Global
Partisipasi pasar yang berkurang dari salah satu ekonomi digital terbesar.
Likuiditas dan pertumbuhan pengguna yang lebih rendah untuk proyek yang terpapar China.
Biaya kepatuhan yang lebih tinggi untuk usaha tokenisasi.
Menetapkan model pengendalian ketat — berbeda dengan AS, Eropa, dan wilayah lain yang mengintegrasikan kripto melalui regulasi.
⚖️ Poin Utama
China mempercepat adopsi e-CNY sambil membatasi kripto privat. Inovasi dan keterbukaan terbatas, tetapi pengawasan keuangan dan kendali negara diperkuat. Dunia kini melihat dua jalur berbeda untuk keuangan digital: terpusat vs. terbuka.
✅ Ringkasan
#ChinaShapesCryptoRules menegaskan kembali:
✔ Kripto privat = dilarang
✔ Stablecoin tidak berizin = dilarang
✔ Tokenisasi tanpa regulasi = dilarang
✔ Penerbitan luar negeri = dibatasi
Sementara itu, yuan digital bangkit sebagai alternatif berdaulat, membentuk dinamika kripto global untuk tahun-tahun mendatang.