Pertarungan tentang Minat Dolar Digital: Apa yang Sedang Terjadi di Gedung Putih? Dalam beberapa minggu terakhir, Washington telah menjadi tuan rumah negosiasi monumental yang berpotensi secara fundamental mengubah masa depan sektor cryptocurrency. Pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih telah berkonsentrasi pada satu pertanyaan penting: Apakah stablecoin dapat menawarkan bunga atau hasil? Ini jauh lebih dari sekadar debat teknis; ini adalah perang bernilai triliunan dolar atas deposito, yang mempertemukan sistem perbankan tradisional secara langsung dengan generasi baru Keuangan Terdesentralisasi (DeFi). Ketakutan Bank: Risiko Migrasi $6 Triliunan Bank-bank Wall Street tradisional dengan tegas menentang stablecoin yang menawarkan bunga. Argumen para bankir sangat jelas: Jika seorang pengguna mendapatkan kurang dari 1% di rekening cek bank standar sementara dompet stablecoin menawarkan hasil 3-5%, modal akan dengan cepat bermigrasi dari bank ke ekosistem kripto. Lobi perbankan, yang dipimpin oleh raksasa seperti Bank of America, memperingatkan bahwa skenario tersebut dapat memicu arus keluar hingga $6 triliun dalam deposito. Dari sudut pandang mereka, ini bisa melumpuhkan kapasitas pinjaman bank dan membahayakan ekonomi nyata—"Main Street." Oleh karena itu, mereka mengusulkan kepada Gedung Putih larangan total terhadap pembayaran hasil kepada pemegang stablecoin, terlepas dari terminologi yang digunakan. Respon Dunia Kripto: Inovasi Tidak Bisa Dihentikan Di sisi lain dari koin adalah raksasa kripto dan bursa utama seperti Coinbase. Perwakilan industri berpendapat bahwa hasil adalah fitur fundamental dari stablecoin. Menurut mereka, melarang pengguna mendapatkan pengembalian dari aset digital mereka tidak hanya akan mendorong inovasi keluar dari AS tetapi juga melemahkan dominasi dolar AS secara global di ranah digital. Mengingat betapa pentingnya "dolar digital berbunga" sebagai alat tabungan, terutama di wilayah dengan inflasi tinggi, larangan dari AS bisa memberikan keunggulan kompetitif kepada pesaing seperti yuan digital China dalam perlombaan global. Kebuntuan Utama: Undang-Undang CLARITY Di inti diskusi ini terletak Undang-Undang CLARITY (Creating Legal Accountability for Rogue Innovators and Technology Act), yang saat ini sedang menunggu di Senat AS. Hingga awal Februari 2026, dua putaran pertemuan tertutup belum menghasilkan konsensus definitif. Sementara pejabat Gedung Putih menggambarkan suasana sebagai "konstruktif," jurang tetap dalam antara permintaan bank untuk "larangan total" dan desakan sektor kripto untuk "kebebasan finansial." Pada titik ini, Gedung Putih harus menjaga keseimbangan yang rumit antara mempertahankan stabilitas keuangan dan mewujudkan visi menjadikan AS sebagai "ibu kota kripto dunia." Jika hasil dilarang, stablecoin akan tetap sekadar alat pembayaran; jika diizinkan, sistem perbankan akan berada di ambang transformasi yang belum pernah kita lihat sebelumnya. #我在Gate广场过新年 #CelebratingNewYearOnGateSquare
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#WhiteHouseTalksStablecoinYields
Pertarungan tentang Minat Dolar Digital: Apa yang Sedang Terjadi di Gedung Putih?
Dalam beberapa minggu terakhir, Washington telah menjadi tuan rumah negosiasi monumental yang berpotensi secara fundamental mengubah masa depan sektor cryptocurrency. Pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih telah berkonsentrasi pada satu pertanyaan penting: Apakah stablecoin dapat menawarkan bunga atau hasil?
Ini jauh lebih dari sekadar debat teknis; ini adalah perang bernilai triliunan dolar atas deposito, yang mempertemukan sistem perbankan tradisional secara langsung dengan generasi baru Keuangan Terdesentralisasi (DeFi).
Ketakutan Bank: Risiko Migrasi $6 Triliunan
Bank-bank Wall Street tradisional dengan tegas menentang stablecoin yang menawarkan bunga. Argumen para bankir sangat jelas: Jika seorang pengguna mendapatkan kurang dari 1% di rekening cek bank standar sementara dompet stablecoin menawarkan hasil 3-5%, modal akan dengan cepat bermigrasi dari bank ke ekosistem kripto.
Lobi perbankan, yang dipimpin oleh raksasa seperti Bank of America, memperingatkan bahwa skenario tersebut dapat memicu arus keluar hingga $6 triliun dalam deposito. Dari sudut pandang mereka, ini bisa melumpuhkan kapasitas pinjaman bank dan membahayakan ekonomi nyata—"Main Street." Oleh karena itu, mereka mengusulkan kepada Gedung Putih larangan total terhadap pembayaran hasil kepada pemegang stablecoin, terlepas dari terminologi yang digunakan.
Respon Dunia Kripto: Inovasi Tidak Bisa Dihentikan
Di sisi lain dari koin adalah raksasa kripto dan bursa utama seperti Coinbase. Perwakilan industri berpendapat bahwa hasil adalah fitur fundamental dari stablecoin. Menurut mereka, melarang pengguna mendapatkan pengembalian dari aset digital mereka tidak hanya akan mendorong inovasi keluar dari AS tetapi juga melemahkan dominasi dolar AS secara global di ranah digital.
Mengingat betapa pentingnya "dolar digital berbunga" sebagai alat tabungan, terutama di wilayah dengan inflasi tinggi, larangan dari AS bisa memberikan keunggulan kompetitif kepada pesaing seperti yuan digital China dalam perlombaan global.
Kebuntuan Utama: Undang-Undang CLARITY
Di inti diskusi ini terletak Undang-Undang CLARITY (Creating Legal Accountability for Rogue Innovators and Technology Act), yang saat ini sedang menunggu di Senat AS. Hingga awal Februari 2026, dua putaran pertemuan tertutup belum menghasilkan konsensus definitif. Sementara pejabat Gedung Putih menggambarkan suasana sebagai "konstruktif," jurang tetap dalam antara permintaan bank untuk "larangan total" dan desakan sektor kripto untuk "kebebasan finansial."
Pada titik ini, Gedung Putih harus menjaga keseimbangan yang rumit antara mempertahankan stabilitas keuangan dan mewujudkan visi menjadikan AS sebagai "ibu kota kripto dunia." Jika hasil dilarang, stablecoin akan tetap sekadar alat pembayaran; jika diizinkan, sistem perbankan akan berada di ambang transformasi yang belum pernah kita lihat sebelumnya.
#我在Gate广场过新年
#CelebratingNewYearOnGateSquare