Divisi pengelolaan kekayaan AS dari UBS Group menarik perhatian kritis dari analis setelah kuartal yang menantang ditandai dengan keluar dana yang besar. Analis JPMorgan, Kian Abouhossein dan Amit Ranjan, mengeluarkan laporan melalui Jin10 yang mempertanyakan momentum divisi tersebut, terutama mengingat divergensi antara panduan manajemen dan hasil pasar yang sebenarnya. Sementara raksasa perbankan Swiss ini mengarahkan investor ke margin laba sebelum pajak yang meningkat untuk operasi kekayaan di AS, wilayah Amerika mengalami penarikan bersih aset sebesar 14,1 miliar dolar, menandakan tekanan mendasar di pasar utama ini.
Tantangan di Pasar Amerika
Keluar dana dari Amerika Serikat merupakan hambatan signifikan bagi UBS, karena pasar Amerika tetap menjadi mesin pertumbuhan penting bagi pengelola kekayaan global. Keluar bersih sebesar 14,1 miliar dolar ini merupakan pembalikan yang mencolok dalam kepercayaan investor, meskipun bank berusaha memberi sinyal perbaikan operasional melalui perluasan margin. Divergensi antara kenaikan margin yang diumumkan dan aktivitas penarikan klien yang sebenarnya telah memicu kekhawatiran investor tentang kesehatan mendasar bisnis ini.
Kekuatan Asia-Pasifik Menutupi Kekhawatiran Lebih Luas
Gambaran lengkap menjadi lebih jelas saat memeriksa kinerja regional di seluruh operasi pengelolaan kekayaan global UBS. Masuknya dana yang kuat dari Asia-Pasifik dan wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika menyeimbangkan keluar dana dari Amerika, memungkinkan divisi pengelolaan kekayaan secara keseluruhan melaporkan masuk bersih sebesar 8,5 miliar dolar untuk periode tersebut. Namun, angka agregat ini menyembunyikan tren yang mengkhawatirkan di pasar AS, di mana kelemahan paling nyata dan mungkin paling berpengaruh terhadap kinerja jangka pendek.
Kesenjangan Antara Panduan dan Realitas
Kesenjangan antara panduan optimis UBS dan hasil aktual telah menarik analisis tajam dari tim riset JPMorgan. Ekspektasi sebelumnya terhadap masuk bersih kekayaan sebesar 20 miliar dolar jauh dari hasil nyata, dengan angka 8,5 miliar dolar mewakili kegagalan yang signifikan. Kesenjangan ini menegaskan tantangan yang dihadapi pengelola kekayaan dalam mempertahankan klien dengan kekayaan tinggi di tengah kondisi pasar yang volatil dan preferensi portofolio yang berkembang, menempatkan pengawasan tambahan terhadap kemampuan manajemen untuk mengeksekusi strategi pertumbuhan mereka.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
UBS Wealth Management Di Bawah Pengawasan Meningkat di Tengah Penarikan Aset di Amerika
Divisi pengelolaan kekayaan AS dari UBS Group menarik perhatian kritis dari analis setelah kuartal yang menantang ditandai dengan keluar dana yang besar. Analis JPMorgan, Kian Abouhossein dan Amit Ranjan, mengeluarkan laporan melalui Jin10 yang mempertanyakan momentum divisi tersebut, terutama mengingat divergensi antara panduan manajemen dan hasil pasar yang sebenarnya. Sementara raksasa perbankan Swiss ini mengarahkan investor ke margin laba sebelum pajak yang meningkat untuk operasi kekayaan di AS, wilayah Amerika mengalami penarikan bersih aset sebesar 14,1 miliar dolar, menandakan tekanan mendasar di pasar utama ini.
Tantangan di Pasar Amerika
Keluar dana dari Amerika Serikat merupakan hambatan signifikan bagi UBS, karena pasar Amerika tetap menjadi mesin pertumbuhan penting bagi pengelola kekayaan global. Keluar bersih sebesar 14,1 miliar dolar ini merupakan pembalikan yang mencolok dalam kepercayaan investor, meskipun bank berusaha memberi sinyal perbaikan operasional melalui perluasan margin. Divergensi antara kenaikan margin yang diumumkan dan aktivitas penarikan klien yang sebenarnya telah memicu kekhawatiran investor tentang kesehatan mendasar bisnis ini.
Kekuatan Asia-Pasifik Menutupi Kekhawatiran Lebih Luas
Gambaran lengkap menjadi lebih jelas saat memeriksa kinerja regional di seluruh operasi pengelolaan kekayaan global UBS. Masuknya dana yang kuat dari Asia-Pasifik dan wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika menyeimbangkan keluar dana dari Amerika, memungkinkan divisi pengelolaan kekayaan secara keseluruhan melaporkan masuk bersih sebesar 8,5 miliar dolar untuk periode tersebut. Namun, angka agregat ini menyembunyikan tren yang mengkhawatirkan di pasar AS, di mana kelemahan paling nyata dan mungkin paling berpengaruh terhadap kinerja jangka pendek.
Kesenjangan Antara Panduan dan Realitas
Kesenjangan antara panduan optimis UBS dan hasil aktual telah menarik analisis tajam dari tim riset JPMorgan. Ekspektasi sebelumnya terhadap masuk bersih kekayaan sebesar 20 miliar dolar jauh dari hasil nyata, dengan angka 8,5 miliar dolar mewakili kegagalan yang signifikan. Kesenjangan ini menegaskan tantangan yang dihadapi pengelola kekayaan dalam mempertahankan klien dengan kekayaan tinggi di tengah kondisi pasar yang volatil dan preferensi portofolio yang berkembang, menempatkan pengawasan tambahan terhadap kemampuan manajemen untuk mengeksekusi strategi pertumbuhan mereka.