Dunia perdagangan cryptocurrency terus berkembang dengan pesat, menarik minat jutaan pedagang dari berbagai belahan dunia. Jika Anda penasaran tentang bagaimana perdagangan cryptocurrency bekerja dan mengapa pasar digital ini menjadi fenomena global, Anda telah datang ke tempat yang tepat.
Dalam panduan lengkap ini, kami akan membongkar misteri perdagangan cryptocurrency, mengungkap mekanisme kerjanya yang unik, dan membandingkannya secara mendalam dengan pasar tradisional seperti forex dan bursa saham. Baik Anda seorang pemula yang baru mengenal dunia aset digital maupun trader berpengalaman yang ingin memperdalam pengetahuan, panduan ini dirancang khusus untuk memberikan wawasan berharga dan pengetahuan praktis yang dapat langsung Anda terapkan.
Cryptocurrency: Mata Uang Digital yang Mengubah Lanskap Keuangan
Revolusi cryptocurrency dimulai pada Januari 2009 ketika Satoshi Nakamoto meluncurkan protokol Bitcoin. Sejak saat itu, cryptocurrency berkembang menjadi salah satu aset paling dinamis di pasar keuangan global.
Berbeda dengan mata uang tradisional yang diterbitkan dan dikelola oleh bank sentral atau pemerintah, cryptocurrency adalah mata uang virtual yang menggunakan teknologi kriptografi untuk mengamankan setiap transaksi. Aset digital ini beroperasi dalam sistem yang sepenuhnya terdesentralisasi, artinya tidak ada satu otoritas tunggal yang mengendalikan atau mengaturnya.
Keunikan utama cryptocurrency terletak pada cara peredarannya. Unit cryptocurrency baru tidak dihasilkan melalui mesin cetak pemerintah, melainkan melalui proses teknologi yang melibatkan jaringan sukarelawan global yang menggunakan komputer mereka. Para peserta ini, yang dikenal sebagai node, bekerja sama untuk mengamankan dan memvalidasi setiap transaksi cryptocurrency.
Saat ini, ada ribuan jenis cryptocurrency yang tersedia, mulai dari Bitcoin dan Ethereum yang terkenal hingga ribuan altcoin dengan fitur dan fungsi unik. Ekosistem ini terus berkembang dengan munculnya kategori baru seperti keuangan terdesentralisasi (DeFi), token utilitas, dan aset digital lainnya.
Cara Kerja Trading Cryptocurrency di Era Desentralisasi
Trading cryptocurrency adalah pertukaran aset digital antara pedagang untuk memperoleh keuntungan dari fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran pasar. Sebagai trader, Anda dapat membeli cryptocurrency dengan harga rendah dan menjualnya dengan harga lebih tinggi, atau mengeksekusi strategi trading yang lebih kompleks.
Pasar cryptocurrency memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari pasar tradisional. Pertama, cryptocurrency dapat diperdagangkan 24/7 tanpa henti, berbeda dengan bursa saham yang memiliki jam operasional terbatas dan tutup saat akhir pekan. Ini berarti Anda dapat melakukan trading kapan saja, dari mana saja, tanpa batasan geografis maupun waktu.
Kedua, pasar kripto sangat volatil. Harga dapat naik atau turun dalam hitungan menit berdasarkan berita pasar, sentimen trader, atau perkembangan teknologi. Volatilitas ini menciptakan peluang keuntungan besar, tetapi juga membawa risiko yang signifikan.
Ketiga, lingkungan trading cryptocurrency berbeda dari bursa saham tradisional. Pertukaran cryptocurrency bersifat terdesentralisasi dan tidak berafiliasi dengan bursa saham resmi. Sebaliknya, mereka dioperasikan oleh platform online yang memungkinkan Anda membeli, menjual, atau menukar aset digital.
Sebelum memulai perjalanan trading Anda, pastikan Anda telah mempersiapkan dua hal penting:
Dompet cryptocurrency (tersedia dalam berbagai jenis: dompet kertas, mobile, software, atau hardware)
Akses ke bursa cryptocurrency yang memungkinkan Anda melakukan transaksi aset digital
Blockchain: Teknologi Inti di Balik Setiap Transaksi Crypto
Untuk memahami trading cryptocurrency secara mendalam, Anda perlu memahami blockchain—teknologi revolusioner yang menjadi fondasi semua cryptocurrency.
Blockchain adalah rantai virtual yang terdiri dari blok-blok data. Setiap blok menyimpan serangkaian transaksi dan informasi lainnya. Ketika sebuah blok ditambahkan ke dalam rantai, data di dalamnya menjadi tidak dapat diubah atau dihapus selamanya. Ini menciptakan sistem yang sangat aman dan transparan.
Node jaringan memainkan peran penting dalam menjaga integritas blockchain. Mereka melaksanakan berbagai fungsi, mulai dari menyimpan catatan lengkap semua transaksi historis hingga memvalidasi setiap transaksi baru yang masuk ke dalam jaringan.
Ketika Anda ingin mengirim Bitcoin kepada seseorang, transaksi tersebut tidak dianggap selesai sampai divalidasi oleh jaringan dan terekam di blockchain melalui proses penambangan (mining). Inilah sebabnya mengapa cryptocurrency disebut sebagai aset yang aman dan terdesentralisasi.
Bitcoin, Ethereum, dan Altcoin: Ekosistem Aset Digital yang Beragam
Meskipun Bitcoin adalah cryptocurrency pertama dan paling terkenal, pasar digital saat ini jauh lebih kompleks dan beragam.
Bitcoin (BTC) tetap menjadi raja di ekosistem crypto. Dengan harga saat ini mencapai $67.620 dan kapitalisasi pasar sebesar $1.352 miliar, Bitcoin mendominasi pasar cryptocurrency. Cryptocurrency ini dirancang sebagai “uang digital peer-to-peer” tanpa perantara.
Ethereum (ETH) adalah cryptocurrency terbesar kedua dengan harga saat ini $1.960 dan kapitalisasi pasar sebesar $236,42 miliar. Ethereum membawa inovasi besar dengan memperkenalkan smart contracts dan membuka pintu bagi aplikasi terdesentralisasi (dApps).
Selain keduanya, ada ribuan altcoin lainnya yang menawarkan fitur dan fungsi berbeda. Beberapa di antaranya adalah token utilitas seperti:
Basic Attention Token (BAT) — untuk ekosistem browser
Vechain (VET) — untuk manajemen rantai pasok
Serta token lainnya yang dirancang untuk kasus penggunaan tertentu
Setiap cryptocurrency memiliki karakteristik, use case, dan potensi pertumbuhan yang unik.
Membangun Strategi Trading Cryptocurrency yang Efektif
Memahami pasar cryptocurrency dan mengembangkan strategi trading yang solid adalah kunci keberhasilan di pasar ini.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Cryptocurrency:
Supply (Penawaran): Jumlah total koin yang beredar, tingkat pelepasan koin baru, pembakaran koin, atau koin yang hilang semuanya mempengaruhi harga. Supply yang terbatas umumnya mendukung harga yang lebih tinggi.
Market Cap (Kapitalisasi Pasar): Nilai total semua koin yang beredar menunjukkan tingkat kepercayaan pasar terhadap sebuah cryptocurrency. Semakin besar market cap, semakin dominan posisi cryptocurrency tersebut di pasar.
Liputan Media: Cryptocurrency sangat sensitif terhadap perhatian media. Semakin banyak liputan positif, semakin tinggi permintaan. Sebaliknya, berita negatif dapat menurunkan harga dengan cepat.
Integrasi Teknologi: Kemudahan integrasi cryptocurrency ke dalam infrastruktur yang sudah ada, seperti sistem pembayaran e-commerce, mempengaruhi adopsi dan permintaan.
Peristiwa Penting: Pembaruan regulasi, pelanggaran keamanan, atau perkembangan teknologi blockchain dapat memberikan dampak signifikan terhadap harga cryptocurrency.
Tiga Jenis Analisis untuk Trading Cryptocurrency:
Analisis Teknikal — Mempelajari grafik harga dan volume untuk mengidentifikasi tren dan peluang entry/exit
Analisis Fundamental — Mengevaluasi teknologi, tim, roadmap, dan tingkat adopsi cryptocurrency untuk menentukan nilai intrinsiknya
Analisis Sentimen — Mengamati sentimen pasar dan komunitas untuk memprediksi pergerakan harga jangka pendek
Cryptocurrency vs Forex vs Saham: Perbandingan Pasar yang Komprehensif
Untuk membuat keputusan trading yang tepat, penting memahami perbedaan antara trading cryptocurrency, trading forex, dan investasi pasar saham.
Lingkungan Pasar
Cryptocurrency: Pasar kripto bersifat terdesentralisasi, tidak diatur oleh satu badan pusat, dan didorong oleh investasi besar dalam infrastruktur blockchain baru serta adopsi global yang terus meningkat.
Forex: Pasar forex telah ada selama beberapa dekade dan menghubungkan berbagai ekonomi global. Kekuatan yang mendorong supply dan demand dalam forex sangat besar, dan ketidakseimbangan dapat berdampak pada ekonomi global.
Saham: Ketika Anda membeli saham, Anda membeli sebagian kepemilikan perusahaan publik dengan aset berwujud yang mendukung investasi Anda. Nilai saham ditentukan oleh kinerja perusahaan, prospek, valuasi, dan arus kas.
Skala Pasar dan Volume Perdagangan
Cryptocurrency: Kapitalisasi pasar keseluruhan mencapai lebih dari $3 triliun, dengan volume perdagangan harian berkisar antara $100 miliar hingga $200 miliar. Triliun pertama membutuhkan waktu 12 tahun untuk berkembang, sementara tambahan $2 triliun berikutnya dicapai dalam 11 bulan—menunjukkan pertumbuhan eksponensial.
Forex: Pasar forex adalah yang terbesar di dunia, dengan volume perdagangan sekitar $6,6 triliun per hari menurut data Bank for International Settlements (BIS) dari September 2019. Likuiditas forex 12 hingga 60 kali lebih besar dibandingkan cryptocurrency.
Saham (AS): Kapitalisasi pasar saham AS mencapai lebih dari $53 triliun, mencakup semua perusahaan publik yang terdaftar di NYSE, Nasdaq, dan OTCQX. Meskipun pandemi, pasar saham AS tumbuh sekitar 20,15% pada tahun 2020.
Apa yang Anda Peroleh dari Investasi
Saham: Saham adalah sekuritas yang mencerminkan kepemilikan sebagian dari perusahaan publik. Pemilik saham memiliki hak suara dan berhak menerima dividen dari keuntungan perusahaan.
Forex: Dalam forex, Anda memperdagangkan kontrak (CFD) dengan broker, bukan membeli mata uang secara langsung. Anda tidak memiliki kepemilikan atas mata uang kecuali membeli dari pasar spot langsung.
Cryptocurrency: Cryptocurrency menawarkan model kepemilikan yang unik. Banyak aset digital seperti Ethereum (ETH), Basic Attention Token (BAT), dan Vechain (VET) adalah token utilitas yang dirancang untuk digunakan dalam aplikasi blockchain, bukan sekadar aset spekulatif.
Likuiditas, Volatilitas, dan Peluang: Mengapa Pasar Crypto Berbeda
Likuiditas Pasar
Likuiditas mengacu pada seberapa mudah Anda dapat membeli atau menjual aset dengan cepat tanpa mempengaruhi harga pasar.
Pasar cryptocurrency dan forex sama-sama sangat likuid. Anda dapat membeli atau menjual dalam jumlah besar dengan cepat. Namun, koin berkapitalisasi kecil atau platform kripto berskala kecil mungkin menghadapi likuiditas rendah.
Pasar saham juga memiliki masalah likuiditas, terutama saat berurusan dengan perusahaan mikro atau saham penny over-the-counter (OTC). Sebaliknya, saham blue-chip sangat likuid.
Volatilitas dan Peluang
Cryptocurrency terkenal dengan volatilitasnya yang ekstrem. Harga dapat berubah drastis dalam waktu singkat, menciptakan peluang keuntungan besar tetapi juga risiko besar kehilangan modal.
Pasar forex dan saham jauh lebih stabil dibanding cryptocurrency. Ini membuat cryptocurrency menarik bagi trader yang mencari keuntungan cepat, tetapi juga berisiko tinggi.
Di pasar bullish (harga naik), trader membeli dan menahan, berharap harga terus meningkat. Di pasar bearish (harga turun), trader berpengalaman dapat menggunakan strategi shorting untuk tetap menguntungkan.
Jam Operasional Pasar
Cryptocurrency: Pasar kripto beroperasi 24/7 sepanjang tahun tanpa henti. Ini berarti Anda dapat melakukan trading kapan saja, bahkan saat akhir pekan atau hari libur, tanpa batasan geografis.
Forex: Pasar forex juga beroperasi 24 jam lima hari seminggu, tetapi tutup saat akhir pekan.
Saham: Bursa saham memiliki jam operasional terbatas, biasanya dari pukul 09.00 hingga 16.00 waktu setempat, dan tutup saat akhir pekan serta hari libur nasional.
Pair Trading dan Memulai Perjalanan Anda
Ketika pertama kali memasuki dunia perdagangan cryptocurrency, biasanya Anda memulai dengan membeli cryptocurrency menggunakan mata uang fiat (mata uang tradisional seperti dolar AS, pound, euro, atau yen).
Ratusan bursa cryptocurrency memungkinkan Anda membeli Bitcoin atau Ethereum dengan mata uang fiat, meskipun tidak semua bursa menawarkan pasangan kripto lengkap.
Setelah terbiasa, Anda dapat mulai memperdagangkan antara dua aset digital, seperti BTC/ETH. Seperti dalam forex, cryptocurrency dapat diperdagangkan dalam pasangan. Bursa sering mencantumkan pasangan dalam format singkatan seperti:
BTC/USDT (Bitcoin terhadap Tether)
BTC/ETH (Bitcoin terhadap Ethereum)
ETH/USDC (Ethereum terhadap USD Coin)
Format ini mungkin membingungkan pada awalnya, tetapi Anda akan terbiasa setelah beberapa transaksi.
Kesimpulan: Masa Depan Trading Cryptocurrency
Meskipun trading dan investasi aset tradisional menawarkan peluang berbeda, garis antara keduanya semakin kabur. Teknologi blockchain sedang menghadirkan inovasi yang menghubungkan kedua dunia ini.
Proyek seperti Synthetix dan Terra sedang mengembangkan aset sintetis untuk membawa saham tradisional ke blockchain. Dalam waktu dekat, trader cryptocurrency akan dapat memperdagangkan saham favorit mereka di pasar terdesentralisasi global berkat jaringan oracle berbasis blockchain yang menghubungkan data keuangan tradisional dengan pasar cryptocurrency.
Perdagangan cryptocurrency adalah frontier investasi era digital yang menawarkan peluang luar biasa, tetapi juga membawa risiko yang sesuai. Memahami mekanisme pasar, mengembangkan strategi yang solid, dan mengelola risiko secara bijak adalah kunci keberhasilan dalam trading cryptocurrency.
Sebagai trader, Anda perlu mengevaluasi toleransi risiko pribadi dan memilih instrumen yang paling sesuai. Apakah trading cryptocurrency, forex, atau saham—yang terpenting adalah membuat keputusan berdasarkan pengetahuan dan perencanaan matang, bukan emosi atau spekulasi semata.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa Itu Cryptocurrency Trading? Panduan Menyeluruh untuk Memahami Perdagangan Digital
Dunia perdagangan cryptocurrency terus berkembang dengan pesat, menarik minat jutaan pedagang dari berbagai belahan dunia. Jika Anda penasaran tentang bagaimana perdagangan cryptocurrency bekerja dan mengapa pasar digital ini menjadi fenomena global, Anda telah datang ke tempat yang tepat.
Dalam panduan lengkap ini, kami akan membongkar misteri perdagangan cryptocurrency, mengungkap mekanisme kerjanya yang unik, dan membandingkannya secara mendalam dengan pasar tradisional seperti forex dan bursa saham. Baik Anda seorang pemula yang baru mengenal dunia aset digital maupun trader berpengalaman yang ingin memperdalam pengetahuan, panduan ini dirancang khusus untuk memberikan wawasan berharga dan pengetahuan praktis yang dapat langsung Anda terapkan.
Cryptocurrency: Mata Uang Digital yang Mengubah Lanskap Keuangan
Revolusi cryptocurrency dimulai pada Januari 2009 ketika Satoshi Nakamoto meluncurkan protokol Bitcoin. Sejak saat itu, cryptocurrency berkembang menjadi salah satu aset paling dinamis di pasar keuangan global.
Berbeda dengan mata uang tradisional yang diterbitkan dan dikelola oleh bank sentral atau pemerintah, cryptocurrency adalah mata uang virtual yang menggunakan teknologi kriptografi untuk mengamankan setiap transaksi. Aset digital ini beroperasi dalam sistem yang sepenuhnya terdesentralisasi, artinya tidak ada satu otoritas tunggal yang mengendalikan atau mengaturnya.
Keunikan utama cryptocurrency terletak pada cara peredarannya. Unit cryptocurrency baru tidak dihasilkan melalui mesin cetak pemerintah, melainkan melalui proses teknologi yang melibatkan jaringan sukarelawan global yang menggunakan komputer mereka. Para peserta ini, yang dikenal sebagai node, bekerja sama untuk mengamankan dan memvalidasi setiap transaksi cryptocurrency.
Saat ini, ada ribuan jenis cryptocurrency yang tersedia, mulai dari Bitcoin dan Ethereum yang terkenal hingga ribuan altcoin dengan fitur dan fungsi unik. Ekosistem ini terus berkembang dengan munculnya kategori baru seperti keuangan terdesentralisasi (DeFi), token utilitas, dan aset digital lainnya.
Cara Kerja Trading Cryptocurrency di Era Desentralisasi
Trading cryptocurrency adalah pertukaran aset digital antara pedagang untuk memperoleh keuntungan dari fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran pasar. Sebagai trader, Anda dapat membeli cryptocurrency dengan harga rendah dan menjualnya dengan harga lebih tinggi, atau mengeksekusi strategi trading yang lebih kompleks.
Pasar cryptocurrency memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari pasar tradisional. Pertama, cryptocurrency dapat diperdagangkan 24/7 tanpa henti, berbeda dengan bursa saham yang memiliki jam operasional terbatas dan tutup saat akhir pekan. Ini berarti Anda dapat melakukan trading kapan saja, dari mana saja, tanpa batasan geografis maupun waktu.
Kedua, pasar kripto sangat volatil. Harga dapat naik atau turun dalam hitungan menit berdasarkan berita pasar, sentimen trader, atau perkembangan teknologi. Volatilitas ini menciptakan peluang keuntungan besar, tetapi juga membawa risiko yang signifikan.
Ketiga, lingkungan trading cryptocurrency berbeda dari bursa saham tradisional. Pertukaran cryptocurrency bersifat terdesentralisasi dan tidak berafiliasi dengan bursa saham resmi. Sebaliknya, mereka dioperasikan oleh platform online yang memungkinkan Anda membeli, menjual, atau menukar aset digital.
Sebelum memulai perjalanan trading Anda, pastikan Anda telah mempersiapkan dua hal penting:
Blockchain: Teknologi Inti di Balik Setiap Transaksi Crypto
Untuk memahami trading cryptocurrency secara mendalam, Anda perlu memahami blockchain—teknologi revolusioner yang menjadi fondasi semua cryptocurrency.
Blockchain adalah rantai virtual yang terdiri dari blok-blok data. Setiap blok menyimpan serangkaian transaksi dan informasi lainnya. Ketika sebuah blok ditambahkan ke dalam rantai, data di dalamnya menjadi tidak dapat diubah atau dihapus selamanya. Ini menciptakan sistem yang sangat aman dan transparan.
Node jaringan memainkan peran penting dalam menjaga integritas blockchain. Mereka melaksanakan berbagai fungsi, mulai dari menyimpan catatan lengkap semua transaksi historis hingga memvalidasi setiap transaksi baru yang masuk ke dalam jaringan.
Ketika Anda ingin mengirim Bitcoin kepada seseorang, transaksi tersebut tidak dianggap selesai sampai divalidasi oleh jaringan dan terekam di blockchain melalui proses penambangan (mining). Inilah sebabnya mengapa cryptocurrency disebut sebagai aset yang aman dan terdesentralisasi.
Bitcoin, Ethereum, dan Altcoin: Ekosistem Aset Digital yang Beragam
Meskipun Bitcoin adalah cryptocurrency pertama dan paling terkenal, pasar digital saat ini jauh lebih kompleks dan beragam.
Bitcoin (BTC) tetap menjadi raja di ekosistem crypto. Dengan harga saat ini mencapai $67.620 dan kapitalisasi pasar sebesar $1.352 miliar, Bitcoin mendominasi pasar cryptocurrency. Cryptocurrency ini dirancang sebagai “uang digital peer-to-peer” tanpa perantara.
Ethereum (ETH) adalah cryptocurrency terbesar kedua dengan harga saat ini $1.960 dan kapitalisasi pasar sebesar $236,42 miliar. Ethereum membawa inovasi besar dengan memperkenalkan smart contracts dan membuka pintu bagi aplikasi terdesentralisasi (dApps).
Selain keduanya, ada ribuan altcoin lainnya yang menawarkan fitur dan fungsi berbeda. Beberapa di antaranya adalah token utilitas seperti:
Setiap cryptocurrency memiliki karakteristik, use case, dan potensi pertumbuhan yang unik.
Membangun Strategi Trading Cryptocurrency yang Efektif
Memahami pasar cryptocurrency dan mengembangkan strategi trading yang solid adalah kunci keberhasilan di pasar ini.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Cryptocurrency:
Supply (Penawaran): Jumlah total koin yang beredar, tingkat pelepasan koin baru, pembakaran koin, atau koin yang hilang semuanya mempengaruhi harga. Supply yang terbatas umumnya mendukung harga yang lebih tinggi.
Market Cap (Kapitalisasi Pasar): Nilai total semua koin yang beredar menunjukkan tingkat kepercayaan pasar terhadap sebuah cryptocurrency. Semakin besar market cap, semakin dominan posisi cryptocurrency tersebut di pasar.
Liputan Media: Cryptocurrency sangat sensitif terhadap perhatian media. Semakin banyak liputan positif, semakin tinggi permintaan. Sebaliknya, berita negatif dapat menurunkan harga dengan cepat.
Integrasi Teknologi: Kemudahan integrasi cryptocurrency ke dalam infrastruktur yang sudah ada, seperti sistem pembayaran e-commerce, mempengaruhi adopsi dan permintaan.
Peristiwa Penting: Pembaruan regulasi, pelanggaran keamanan, atau perkembangan teknologi blockchain dapat memberikan dampak signifikan terhadap harga cryptocurrency.
Tiga Jenis Analisis untuk Trading Cryptocurrency:
Analisis Teknikal — Mempelajari grafik harga dan volume untuk mengidentifikasi tren dan peluang entry/exit
Analisis Fundamental — Mengevaluasi teknologi, tim, roadmap, dan tingkat adopsi cryptocurrency untuk menentukan nilai intrinsiknya
Analisis Sentimen — Mengamati sentimen pasar dan komunitas untuk memprediksi pergerakan harga jangka pendek
Cryptocurrency vs Forex vs Saham: Perbandingan Pasar yang Komprehensif
Untuk membuat keputusan trading yang tepat, penting memahami perbedaan antara trading cryptocurrency, trading forex, dan investasi pasar saham.
Lingkungan Pasar
Cryptocurrency: Pasar kripto bersifat terdesentralisasi, tidak diatur oleh satu badan pusat, dan didorong oleh investasi besar dalam infrastruktur blockchain baru serta adopsi global yang terus meningkat.
Forex: Pasar forex telah ada selama beberapa dekade dan menghubungkan berbagai ekonomi global. Kekuatan yang mendorong supply dan demand dalam forex sangat besar, dan ketidakseimbangan dapat berdampak pada ekonomi global.
Saham: Ketika Anda membeli saham, Anda membeli sebagian kepemilikan perusahaan publik dengan aset berwujud yang mendukung investasi Anda. Nilai saham ditentukan oleh kinerja perusahaan, prospek, valuasi, dan arus kas.
Skala Pasar dan Volume Perdagangan
Cryptocurrency: Kapitalisasi pasar keseluruhan mencapai lebih dari $3 triliun, dengan volume perdagangan harian berkisar antara $100 miliar hingga $200 miliar. Triliun pertama membutuhkan waktu 12 tahun untuk berkembang, sementara tambahan $2 triliun berikutnya dicapai dalam 11 bulan—menunjukkan pertumbuhan eksponensial.
Forex: Pasar forex adalah yang terbesar di dunia, dengan volume perdagangan sekitar $6,6 triliun per hari menurut data Bank for International Settlements (BIS) dari September 2019. Likuiditas forex 12 hingga 60 kali lebih besar dibandingkan cryptocurrency.
Saham (AS): Kapitalisasi pasar saham AS mencapai lebih dari $53 triliun, mencakup semua perusahaan publik yang terdaftar di NYSE, Nasdaq, dan OTCQX. Meskipun pandemi, pasar saham AS tumbuh sekitar 20,15% pada tahun 2020.
Apa yang Anda Peroleh dari Investasi
Saham: Saham adalah sekuritas yang mencerminkan kepemilikan sebagian dari perusahaan publik. Pemilik saham memiliki hak suara dan berhak menerima dividen dari keuntungan perusahaan.
Forex: Dalam forex, Anda memperdagangkan kontrak (CFD) dengan broker, bukan membeli mata uang secara langsung. Anda tidak memiliki kepemilikan atas mata uang kecuali membeli dari pasar spot langsung.
Cryptocurrency: Cryptocurrency menawarkan model kepemilikan yang unik. Banyak aset digital seperti Ethereum (ETH), Basic Attention Token (BAT), dan Vechain (VET) adalah token utilitas yang dirancang untuk digunakan dalam aplikasi blockchain, bukan sekadar aset spekulatif.
Likuiditas, Volatilitas, dan Peluang: Mengapa Pasar Crypto Berbeda
Likuiditas Pasar
Likuiditas mengacu pada seberapa mudah Anda dapat membeli atau menjual aset dengan cepat tanpa mempengaruhi harga pasar.
Pasar cryptocurrency dan forex sama-sama sangat likuid. Anda dapat membeli atau menjual dalam jumlah besar dengan cepat. Namun, koin berkapitalisasi kecil atau platform kripto berskala kecil mungkin menghadapi likuiditas rendah.
Pasar saham juga memiliki masalah likuiditas, terutama saat berurusan dengan perusahaan mikro atau saham penny over-the-counter (OTC). Sebaliknya, saham blue-chip sangat likuid.
Volatilitas dan Peluang
Cryptocurrency terkenal dengan volatilitasnya yang ekstrem. Harga dapat berubah drastis dalam waktu singkat, menciptakan peluang keuntungan besar tetapi juga risiko besar kehilangan modal.
Pasar forex dan saham jauh lebih stabil dibanding cryptocurrency. Ini membuat cryptocurrency menarik bagi trader yang mencari keuntungan cepat, tetapi juga berisiko tinggi.
Di pasar bullish (harga naik), trader membeli dan menahan, berharap harga terus meningkat. Di pasar bearish (harga turun), trader berpengalaman dapat menggunakan strategi shorting untuk tetap menguntungkan.
Jam Operasional Pasar
Cryptocurrency: Pasar kripto beroperasi 24/7 sepanjang tahun tanpa henti. Ini berarti Anda dapat melakukan trading kapan saja, bahkan saat akhir pekan atau hari libur, tanpa batasan geografis.
Forex: Pasar forex juga beroperasi 24 jam lima hari seminggu, tetapi tutup saat akhir pekan.
Saham: Bursa saham memiliki jam operasional terbatas, biasanya dari pukul 09.00 hingga 16.00 waktu setempat, dan tutup saat akhir pekan serta hari libur nasional.
Pair Trading dan Memulai Perjalanan Anda
Ketika pertama kali memasuki dunia perdagangan cryptocurrency, biasanya Anda memulai dengan membeli cryptocurrency menggunakan mata uang fiat (mata uang tradisional seperti dolar AS, pound, euro, atau yen).
Ratusan bursa cryptocurrency memungkinkan Anda membeli Bitcoin atau Ethereum dengan mata uang fiat, meskipun tidak semua bursa menawarkan pasangan kripto lengkap.
Setelah terbiasa, Anda dapat mulai memperdagangkan antara dua aset digital, seperti BTC/ETH. Seperti dalam forex, cryptocurrency dapat diperdagangkan dalam pasangan. Bursa sering mencantumkan pasangan dalam format singkatan seperti:
Format ini mungkin membingungkan pada awalnya, tetapi Anda akan terbiasa setelah beberapa transaksi.
Kesimpulan: Masa Depan Trading Cryptocurrency
Meskipun trading dan investasi aset tradisional menawarkan peluang berbeda, garis antara keduanya semakin kabur. Teknologi blockchain sedang menghadirkan inovasi yang menghubungkan kedua dunia ini.
Proyek seperti Synthetix dan Terra sedang mengembangkan aset sintetis untuk membawa saham tradisional ke blockchain. Dalam waktu dekat, trader cryptocurrency akan dapat memperdagangkan saham favorit mereka di pasar terdesentralisasi global berkat jaringan oracle berbasis blockchain yang menghubungkan data keuangan tradisional dengan pasar cryptocurrency.
Perdagangan cryptocurrency adalah frontier investasi era digital yang menawarkan peluang luar biasa, tetapi juga membawa risiko yang sesuai. Memahami mekanisme pasar, mengembangkan strategi yang solid, dan mengelola risiko secara bijak adalah kunci keberhasilan dalam trading cryptocurrency.
Sebagai trader, Anda perlu mengevaluasi toleransi risiko pribadi dan memilih instrumen yang paling sesuai. Apakah trading cryptocurrency, forex, atau saham—yang terpenting adalah membuat keputusan berdasarkan pengetahuan dan perencanaan matang, bukan emosi atau spekulasi semata.