Emas secara resmi mengalahkan dolar AS sebagai aset cadangan global utama
Emas baru saja menyalip dolar AS sebagai aset cadangan terbesar yang dimiliki oleh bank sentral di seluruh dunia. Data dari Dewan Emas Dunia dan IMF yang melacak menunjukkan bahwa total cadangan emas sekarang bernilai lebih dari kepemilikan Surat Utang AS untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.
Bank sentral kini memegang lebih dari $4 triliun dalam bentuk emas, melampaui sekitar $3,9 triliun yang mereka pegang dalam utang pemerintah AS.
Dua kekuatan utama yang menyebabkan hal ini terjadi: • Harga emas telah melonjak tajam, baru-baru ini menembus $5.100 per ons, naik sekitar 70 persen sejak akhir 2024. • Pembelian besar-besaran dari bank sentral, terutama dari negara-negara seperti Polandia, China, India, dan Turki, yang telah menambahkan lebih dari 1.000 ton emas setiap tahun selama tiga tahun berturut-turut.
Perpindahan ini terjadi karena banyak negara kehilangan kepercayaan terhadap stabilitas dolar sebagai aset aman dunia. Utang AS yang meningkat, kebuntuan politik, sanksi, dan ketegangan perdagangan telah mendorong negara-negara mencari penyimpan nilai yang netral tanpa risiko counterparty. Emas cocok untuk peran tersebut.
Meskipun dolar masih mendominasi perdagangan global dan menyumbang sebagian besar cadangan, emas kini lebih dipandang sebagai asuransi terhadap risiko mata uang dan ketidakstabilan geopolitik.
Berikut adalah lima pemegang emas resmi teratas pada tahun 2026: • Amerika Serikat ~8.133 ton (sekitar $1,44 triliun) • Jerman ~3.350 ton (sekitar $592 miliar) • Italia ~2.451 ton (sekitar $434 miliar) • Perancis ~2.437 ton (sekitar $431 miliar) • Rusia ~2.326 ton (sekitar $411 miliar)
Apa arti semua ini sederhana: dunia perlahan bergerak menuju sistem yang lebih multipolar di mana dolar tidak lagi menjadi satu-satunya tempat aman untuk menyimpan nilai. Jika harga emas terus naik menuju $6.000 per ons, tren ini bisa mempercepat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Emas secara resmi mengalahkan dolar AS sebagai aset cadangan global utama
Emas baru saja menyalip dolar AS sebagai aset cadangan terbesar yang dimiliki oleh bank sentral di seluruh dunia. Data dari Dewan Emas Dunia dan IMF yang melacak menunjukkan bahwa total cadangan emas sekarang bernilai lebih dari kepemilikan Surat Utang AS untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.
Bank sentral kini memegang lebih dari $4 triliun dalam bentuk emas, melampaui sekitar $3,9 triliun yang mereka pegang dalam utang pemerintah AS.
Dua kekuatan utama yang menyebabkan hal ini terjadi:
• Harga emas telah melonjak tajam, baru-baru ini menembus $5.100 per ons, naik sekitar 70 persen sejak akhir 2024.
• Pembelian besar-besaran dari bank sentral, terutama dari negara-negara seperti Polandia, China, India, dan Turki, yang telah menambahkan lebih dari 1.000 ton emas setiap tahun selama tiga tahun berturut-turut.
Perpindahan ini terjadi karena banyak negara kehilangan kepercayaan terhadap stabilitas dolar sebagai aset aman dunia. Utang AS yang meningkat, kebuntuan politik, sanksi, dan ketegangan perdagangan telah mendorong negara-negara mencari penyimpan nilai yang netral tanpa risiko counterparty. Emas cocok untuk peran tersebut.
Meskipun dolar masih mendominasi perdagangan global dan menyumbang sebagian besar cadangan, emas kini lebih dipandang sebagai asuransi terhadap risiko mata uang dan ketidakstabilan geopolitik.
Berikut adalah lima pemegang emas resmi teratas pada tahun 2026:
• Amerika Serikat ~8.133 ton (sekitar $1,44 triliun)
• Jerman ~3.350 ton (sekitar $592 miliar)
• Italia ~2.451 ton (sekitar $434 miliar)
• Perancis ~2.437 ton (sekitar $431 miliar)
• Rusia ~2.326 ton (sekitar $411 miliar)
Apa arti semua ini sederhana: dunia perlahan bergerak menuju sistem yang lebih multipolar di mana dolar tidak lagi menjadi satu-satunya tempat aman untuk menyimpan nilai. Jika harga emas terus naik menuju $6.000 per ons, tren ini bisa mempercepat.