Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Persidangan mengenai mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte akan segera dimulai di depan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Badan peradilan internasional ini akan menggelar sidang pada hari Senin untuk menentukan apakah kasus kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap presiden filipina tersebut layak untuk dibawa ke pengadilan penuh. Sesuai laporan Bloomberg, langkah hukum ini menjadi momen penting dalam penegakan keadilan global. Fokus utama adalah masa kepresidenan Duterte yang ditandai dengan operasi anti-narkoba berskala besar yang menimbulkan kekhawatiran signifikan tentang kemungkinan pelanggaran hak asasi manusia. Putusan yang akan diambil ICC tidak hanya akan berpengaruh pada Duterte atau negara Filipina, melainkan juga akan menjadi precedent penting bagi pertanggungjawaban pemimpin negara di forum internasional. Proses ini menunjukkan komitmen komunitas global terhadap perlindungan hak-hak fundamental dan akuntabilitas para pejabat tinggi.