Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Sengketa Dokdo Terus Menciptakan Ketegangan Bilateral antara Korea Selatan dan Jepang
Lembaga Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengeluarkan protes resmi pada 20 Februari merespons pernyataan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi. Dalam pidato kebijakan luar negerinya di parlemen, Motegi kembali mengklaim bahwa Dokdo—pulau yang diperebutkan dengan nama Takeshima dalam bahasa Jepang—merupakan milik Jepang. Menurut laporan dari Jin10, Seoul menganggap klaim ini sebagai langkah provokatif yang merugikan usaha membangun kerjasama konstruktif.
Protes Resmi dan Tuntutan Pencabutan Pernyataan
Pemerintah Korea Selatan menekan Jepang untuk secara resmi mencabut pernyataan yang disampaikan dalam forum legislatif tersebut. Dalam respons diplomatiknya, Seoul menekankan dengan jelas bahwa Dokdo merupakan bagian integral dari wilayah negara Korea Selatan, baik dari perspektif sejarah maupun hukum internasional. Pihak Korea Selatan menganggap bahwa pengulangan klaim Jepang ini tidak berkontribusi pada pengembangan hubungan bilateral yang progresif dan saling menghormati.
Komitmen Keras Terhadap Setiap Provocasi
Seoul mengumumkan komitmen tegas untuk merespons dengan penuh determinasi terhadap setiap tindakan provokatif atau klaim tambahan dari Jepang di masa depan. Ketegangan mengenai kepemilikan Dokdo telah menjadi salah satu isu geopolitik paling sensitif di kawasan Asia Timur, dengan kedua negara mempertahankan posisi mereka yang saling bertentangan sejak lama. Protes diplomatik kali ini menunjukkan bahwa Korea Selatan tidak akan mengalah dalam isu kepemilikan pulau yang dianggap strategis dan bersejarah bagi identitas nasionalnya.