gelombang kejut melalui pasar energi. Setelah serangan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026, Iran membalas dengan menargetkan kapal dan secara efektif memblokir jalur aman melalui Selat Hormuz. Perusahaan pelayaran melaporkan bahwa lalu lintas tanker hampir berhenti, dengan beberapa kapal diserang dan perusahaan asuransi menarik perlindungan risiko perang untuk Teluk Persia. Gangguan ini mengancam sekitar seperlima dari minyak dunia dan sebagian besar aliran LNG.
Minyak mentah Brent, patokan global, melonjak sekitar 7-10% pada perdagangan awal 2 Maret 2026, mencapai level tinggi $70s hingga rendah $80s per barrel (dengan puncak mendekati $82 sebelum sedikit penarikan). Minyak mentah WTI mengikuti, naik lebih dari 6-8% untuk diperdagangkan di atas $70-72 per barrel. Analis memperingatkan bahwa penutupan yang berkepanjangan dapat mendorong harga menuju $100+ jika konflik meluas atau infrastruktur rusak lebih jauh. Saham energi dan sektor terkait mengalami kenaikan, tetapi risiko inflasi dari biaya bahan bakar yang lebih tinggi sedang menekan pasar saham yang lebih luas.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kenaikan Harga Minyak dan Krisis Selat Hormuz
Konflik AS-Iran yang meningkat telah mengirim
gelombang kejut melalui pasar energi. Setelah serangan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026, Iran membalas dengan menargetkan kapal dan secara efektif memblokir jalur aman melalui Selat Hormuz. Perusahaan pelayaran melaporkan bahwa lalu lintas tanker hampir berhenti, dengan beberapa kapal diserang dan perusahaan asuransi menarik perlindungan risiko perang untuk Teluk Persia. Gangguan ini mengancam sekitar seperlima dari minyak dunia dan sebagian besar aliran LNG.
Minyak mentah Brent, patokan global, melonjak sekitar 7-10% pada perdagangan awal 2 Maret 2026, mencapai level tinggi $70s hingga rendah $80s per barrel (dengan puncak mendekati $82 sebelum sedikit penarikan). Minyak mentah WTI mengikuti, naik lebih dari 6-8% untuk diperdagangkan di atas $70-72 per barrel. Analis memperingatkan bahwa penutupan yang berkepanjangan dapat mendorong harga menuju $100+ jika konflik meluas atau infrastruktur rusak lebih jauh. Saham energi dan sektor terkait mengalami kenaikan, tetapi risiko inflasi dari biaya bahan bakar yang lebih tinggi sedang menekan pasar saham yang lebih luas.
#PreciousMetalsAndOilPricesSurge