Memahami dengan jelas tentang "short" dan "long" dalam perdagangan cryptocurrency

Ketika memasuki dunia perdagangan mata uang kripto, semua orang akan dengan cepat menemukan dua konsep dasar namun sangat penting: short adalah apa dan long adalah apa. Dua istilah ini bukan hanya kata-kata khusus industri, tetapi juga mewakili dua strategi perdagangan yang sama sekali berlawanan—satu untuk meraih keuntungan dari kenaikan harga, yang lain dari penurunan harga. Memahami perbedaan keduanya adalah langkah awal untuk menjadi trader yang sadar risiko.

Short adalah apa? Definisi dan cara kerjanya

Short, atau disebut juga “jual kosong”, adalah posisi perdagangan di mana trader memprediksi harga suatu aset akan turun di masa depan. Untuk menjalankan strategi ini, trader akan meminjam aset dari platform, menjualnya segera dengan harga saat ini, lalu menunggu harga turun. Ketika harga sudah turun ke level yang diinginkan, mereka akan membeli kembali aset tersebut dengan harga lebih rendah dan mengembalikannya ke platform, mendapatkan selisih sebagai keuntungan.

Contoh konkret: jika Anda yakin bahwa harga Bitcoin akan turun dari $61.000 ke $59.000, Anda bisa meminjam satu Bitcoin dari platform dan langsung menjualnya dengan harga $61.000. Setelah harga benar-benar turun ke $59.000, Anda membeli kembali satu Bitcoin di harga ini dan mengembalikannya ke platform. Keuntungan Anda adalah $2.000 (dikurangi biaya pinjaman). Menariknya, proses ini berlangsung otomatis di platform trading hanya dalam beberapa detik—trader cukup klik untuk membuka dan menutup posisi.

Meskipun mekanisme short terlihat rumit, ini membuka peluang untuk mendapatkan keuntungan baik di pasar naik maupun turun. Berbeda dengan trading di pasar spot (langsung), di mana Anda hanya bisa meraih keuntungan dari kenaikan harga.

Perbandingan posisi long dan short

Long dan short adalah dua sisi dari koin yang sama dalam trading. Posisi long (beli jangka panjang) terjadi ketika trader percaya harga akan naik—mereka membeli aset di harga saat ini dan menjualnya setelah harga naik. Proses ini mirip membeli properti atau saham tradisional, sehingga lebih mudah dipahami banyak orang.

Sebaliknya, posisi short (jual kosong) membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam dan logika yang lebih kompleks. Alasannya adalah bahwa kenaikan harga biasanya berlangsung lambat dan dapat diprediksi, sementara penurunan harga cenderung cepat dan sulit diperkirakan—ini membuat trading short lebih berisiko.

Dari sudut pandang psikologis, pemula biasanya merasa lebih nyaman dengan posisi long karena sesuai dengan cara berpikir alami manusia: membeli sesuatu yang murah dan menjualnya lebih mahal. Sebaliknya, short membutuhkan pola pikir “berbalik”—menjual sebelum membeli—yang tidak intuitif bagi yang belum terbiasa.

Asal usul sejarah “long” dan “short”

Sulit menentukan kapan istilah ini pertama kali digunakan. Namun, dokumen publik pertama yang merekam penggunaan “long” dan “short” dalam trading tercatat dalam The Merchant’s Magazine and Commercial Review tahun 1852.

Menurut satu teori, penamaan ini berasal dari sifatnya: trading yang memprediksi kenaikan harga biasanya memerlukan waktu lama untuk mendapatkan keuntungan (oleh karena itu disebut “long”—panjang), sementara prediksi penurunan harga bisa dilakukan lebih cepat (disebut “short”—pendek). Meskipun tidak bisa dibuktikan sepenuhnya, penjelasan ini tampaknya masuk akal dan sesuai dengan penggunaan bahasa.

“Bulls” dan “Bears” — Dua kutub pasar

Dalam komunitas trading, istilah “bull” dan “bear” digunakan untuk menyebut kelompok trader yang berbeda. Bulls adalah mereka yang percaya bahwa pasar akan naik, sehingga mereka membuka posisi long dengan membeli aset. Nama ini berasal dari gambaran banteng yang “mendorong” harga ke atas dengan tanduknya.

Sebaliknya, bears adalah mereka yang memperkirakan pasar akan turun, sehingga mereka membuka posisi short. Nama ini berasal dari gambaran beruang yang “menekuk” harga ke bawah.

Dari kedua kelompok ini, muncul konsep pasar bullish (bull market) dan pasar bearish (bear market). Pasar bullish ditandai dengan kenaikan harga yang berkelanjutan, sedangkan pasar bearish sebaliknya.

Melindungi risiko dengan kombinasi long dan short

Salah satu aplikasi praktis penting dari memahami “short adalah apa” adalah menggunakannya untuk hedging (perlindungan risiko). Hedging adalah strategi manajemen risiko di mana trader membuka posisi berlawanan untuk mengurangi kerugian jika harga berbalik secara mendadak.

Contohnya, jika Anda membeli 2 Bitcoin dengan prediksi harga akan naik, tetapi khawatir akan adanya kejadian tak terduga yang menurunkan harga, Anda bisa membuka posisi short 1 Bitcoin untuk membatasi kerugian. Misalnya, harga naik dari $30.000 ke $40.000:

  • Keuntungan dari posisi long 2 Bitcoin: (2 × $10.000) = $20.000
  • Kerugian dari posisi short 1 Bitcoin: -$10.000
  • Keuntungan bersih: $10.000

Jika harga turun dari $30.000 ke $25.000, perlindungan risiko membantu Anda:

  • Kerugian dari posisi long 2 Bitcoin: (2 × -$5.000) = -$10.000
  • Keuntungan dari posisi short 1 Bitcoin: $5.000
  • Kerugian bersih: -$5.000 (dibandingkan -$10.000 tanpa perlindungan)

Namun, pemula sering keliru mengira bahwa membuka posisi long dan short dengan ukuran yang sama akan sepenuhnya melindungi dari risiko. Faktanya, strategi ini bisa menyebabkan keuntungan dari satu posisi sepenuhnya tertutup oleh kerugian dari posisi lain, setelah dikurangi biaya transaksi.

Kontrak berjangka (Futures) — Alat untuk trading short lebih mudah

Kontrak berjangka adalah instrumen derivatif yang memungkinkan trader mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga tanpa harus memiliki aset tersebut. Perbedaan utama dengan trading spot adalah dengan futures, Anda bisa dengan mudah membuka posisi short tanpa harus meminjam aset.

Di pasar kripto, dua jenis kontrak berjangka paling umum adalah:

Futures perpetual (tak berakhir): tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, memungkinkan trader mempertahankan posisi selama diinginkan dan menutupnya kapan saja.

Futures cash-settled (penyetelan tunai): setelah kontrak berakhir, trader tidak menerima aset fisik, melainkan selisih harga saat membuka dan menutup posisi yang dihitung dalam mata uang tertentu.

Membeli kontrak berjangka digunakan untuk membuka posisi long, sedangkan menjual kontrak untuk posisi short. Perlu diingat, untuk mempertahankan posisi di sebagian besar platform, trader harus membayar biaya pendanaan (funding fee) secara berkala—selisih antara harga pasar spot dan futures.

Likuidasi: Bahaya utama saat trading dengan leverage

Likuidasi adalah konsep sangat penting yang harus dipahami siapa saja yang trading short. Likuidasi terjadi saat Anda trading dengan modal pinjaman (menggunakan leverage), dan harga bergerak secara ekstrem hingga margin (jumlah jaminan) tidak cukup untuk mempertahankan posisi.

Saat ini terjadi, platform akan mengirimkan margin call—peringatan agar Anda menambah dana. Jika tidak dilakukan, dan harga mencapai level tertentu, posisi akan otomatis ditutup oleh sistem. Ini sangat berbahaya bagi trader pemula karena mereka sering tidak menyadari risiko yang mereka tanggung.

Untuk menghindari likuidasi, Anda harus:

  • Memahami tingkat leverage yang digunakan
  • Menempatkan stop-loss untuk otomatis menutup posisi saat harga mencapai batas tertentu
  • Memantau margin secara terus-menerus
  • Tidak menggunakan seluruh saldo sebagai margin

Kelebihan dan kekurangan trading short dibanding long

Trading short memiliki beberapa keuntungan jelas: memungkinkan Anda meraih keuntungan di pasar turun, memberi peluang profit dalam berbagai kondisi pasar. Namun, juga disertai kekurangan signifikan:

Kekurangan utama short:

  • Harga turun biasanya cepat dan lebih sulit diprediksi, membuat short lebih berisiko
  • Logika pelaksanaan lebih kompleks dan tidak intuitif, sehingga pemula mudah melakukan kesalahan
  • Biaya pinjaman aset harus dipotong dari keuntungan

Kekurangan penggunaan leverage: Banyak trader memakai leverage (pinjaman modal) untuk memaksimalkan potensi keuntungan. Namun, penggunaan leverage tidak hanya meningkatkan potensi keuntungan, tetapi juga risiko secara eksponensial. Trader harus terus memantau margin dan siap menutup posisi jika perlu.

Kesalahan umum yang harus dihindari

Pemula sering melakukan beberapa kesalahan saat belajar tentang short:

  1. Mengira short adalah cara cepat mendapatkan uang: Faktanya, risiko sama besar atau bahkan lebih tinggi daripada long jika tidak hati-hati.

  2. Menggunakan leverage terlalu tinggi: Beberapa memakai 10x, 20x, bahkan 100x leverage, yang sangat berbahaya karena pergerakan kecil saja bisa menyebabkan likuidasi.

  3. Tidak punya rencana keluar posisi: Selalu tetapkan target keuntungan dan stop-loss sebelum membuka posisi.

  4. Trading tanpa memahami mekanisme: Latihan di akun demo sebelum menggunakan uang nyata sangat dianjurkan.

Kesimpulan

Short adalah apa—sebuah alat yang kuat untuk meraih keuntungan dari penurunan harga, memperluas peluang profit di luar prediksi kenaikan. Bersama posisi long, short membentuk seluruh alat yang digunakan trader modern.

Peserta pasar diklasifikasikan berdasarkan posisi yang mereka pegang: “banteng” (bull) berharap pasar naik dan membuka posisi long, sementara “beruang” (bear) bertaruh pasar turun dan membuka posisi short. Saat ini, kontrak berjangka dan instrumen derivatif lain adalah sarana utama untuk menjalankan strategi ini.

Namun, ingat bahwa menggunakan short, terutama dengan leverage, tidak hanya meningkatkan peluang keuntungan tetapi juga risiko kerugian. Manajemen risiko yang baik, pemahaman mekanisme trading, dan belajar dari kesalahan orang lain akan membantu Anda menggunakan short secara efektif dan berkelanjutan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan