#国际油价突破100美元 3 Maret, harga minyak internasional benar-benar "meledak". Kontrak berjangka minyak mentah New York sempat melonjak hingga @E5@111.24 dolar per barel, sementara minyak Brent juga menyentuh @E5@111.04 dolar, keduanya menembus angka 100 dolar—ini adalah pertama kalinya sejak konflik Rusia-Ukraina tahun 2022.



Dalam seminggu terakhir, harga minyak mentah AS naik sekitar 35%, mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak 1983. Lonjakan harga minyak ini langsung mempengaruhi pasar saham global. Indeks Nikkei 225 turun lebih dari 6%, indeks KOSPI Korea Selatan mengalami batas otomatis karena penurunan tajam, dan pasar saham Australia kehilangan hampir 121 miliar dolar Australia.

Mengapa tiba-tiba menembus angka 100?
Masalahnya terletak di Selat Hormuz. Jalur pelayaran yang paling sempit di sini kurang dari 50 kilometer, mengangkut sekitar 20% perdagangan minyak dunia. Tapi saat ini, karena ketegangan di Timur Tengah, pengangkutan komersial hampir berhenti. Data dari JPMorgan menunjukkan bahwa sebelumnya sekitar 138 kapal melewati setiap hari, sekarang berkurang drastis sebanyak 94 kapal.

Akibatnya sangat serius: produksi minyak Irak turun dari 4,3 juta barel per hari menjadi 1,7-1,8 juta barel; Kuwait dan UEA terpaksa mengurangi produksi karena fasilitas penyimpanan minyak penuh; produksi LNG Qatar juga terdampak.

Apakah harga akan tetap tinggi dalam jangka panjang?
CICC memberikan dua kemungkinan: skenario dasar (gangguan di Selat Hormuz selesai dalam 2 minggu): prediksi harga Brent di kuartal kedua naik ke sekitar 80 dolar per barel, dan akan berfluktuasi di kisaran 70-80 dolar sepanjang tahun.
Skenario risiko (gangguan berlangsung hingga kuartal kedua): harga minyak bisa melonjak di atas 120 dolar per barel, bahkan lebih tinggi.

Goldman Sachs dan Barclays juga memperingatkan, jika konflik berlanjut, harga minyak bisa mencoba menembus 120 dolar. Kepala ekonom JPMorgan menyatakan bahwa jika konflik meluas dan berlangsung, harga bisa menembus 120 dolar, meningkatkan risiko resesi global. Dalam jangka pendek, potensi kenaikan harga minyak tergantung pada situasi pengangkutan di Selat Hormuz. Premi risiko geopolitik diperkirakan akan tetap tinggi.
Lihat Asli
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 10
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Surrealist5N1Kvip
· 3jam yang lalu
Semoga Anda mendapatkan kekayaan besar di Tahun Kuda 🐴 Semoga Anda mendapatkan kekayaan besar di Tahun Kuda 🐴💜
Lihat AsliBalas0
Surrealist5N1Kvip
· 3jam yang lalu
Semoga Anda mendapatkan kekayaan besar di Tahun Kuda 🐴 Semoga Anda mendapatkan kekayaan besar di Tahun Kuda 🐴💜
Lihat AsliBalas0
EternalWildernessvip
· 3jam yang lalu
Semoga keberuntungan selalu menyertai 🧧
Lihat AsliBalas0
MasterChuTheOldDemonMasterChuvip
· 4jam yang lalu
Tetap HODL💎
Lihat AsliBalas0
MasterChuTheOldDemonMasterChuvip
· 4jam yang lalu
Terburu-buru 2026 👊
Lihat AsliBalas0
Ryakpandavip
· 4jam yang lalu
Tetap HODL💎
Lihat AsliBalas0
Ryakpandavip
· 4jam yang lalu
Ayo naik kendaraan!🚗
Lihat AsliBalas0
Ryakpandavip
· 4jam yang lalu
Fluktuasi adalah peluang 📊
Lihat AsliBalas0
Ryakpandavip
· 4jam yang lalu
Terburu-buru 2026 👊
Lihat AsliBalas0
HighAmbitionvip
· 4jam yang lalu
Selamat Hari Perempuan Internasional
Lihat AsliBalas0
Lihat Lebih Banyak
  • Sematkan