Serangan Terbaru Peter Schiff terhadap MicroStrategy: Apakah Lonjakan Bitcoin Didukung oleh Permintaan Korporat?

Dalam apa yang menjadi pertandingan sparring publik antara dua tokoh paling polarizing di dunia kripto, Peter Schiff kembali menyerang strategi akumulasi Bitcoin agresif MicroStrategy—dan kali ini, dia dilengkapi dengan amunisi baru. Saat Bitcoin jatuh sekitar 15% pada awal Februari, MicroStrategy harus menanggung kerugian sebesar 630 juta dolar dari kepemilikannya, sebuah pembalikan tajam dari keuntungan tak terealisasi sebesar 47 miliar dolar yang dipamerkan perusahaan hanya beberapa bulan sebelumnya. Bagi Schiff, seorang penggemar logam mulia dan skeptis Bitcoin yang lama, momen ini menjadi pembenaran atas tesis jangka panjangnya: bahwa pembelian perusahaan, bukan permintaan pasar organik, adalah mesin utama di balik rally spektakuler Bitcoin.

Titik Tekan: Ketika Pembelian Perusahaan Menjadi Rentan

Posisi MicroStrategy telah berkembang dari kekuatan menjadi potensi kerentanan. Perusahaan mengakumulasi Bitcoin saat harga rata-rata sekitar $76.037 per koin, yang berarti kelemahan terbaru telah membuat portofolio mereka berada di bawah air untuk pertama kalinya sejak Michael Saylor memulai aksi akumulasi pada Agustus 2020. Meski Bitcoin tetap sekitar 550% lebih tinggi dari pembelian awal tersebut, dampak psikologis dari kerugian ini tidak bisa diabaikan—terutama bagi perusahaan yang model keuangannya bergantung pada mempertahankan momentum harga.

Schiff memanfaatkan momen ini dengan kejujuran khasnya, berargumen bahwa daya beli MicroStrategy yang berkurang kini menjadi hambatan, bukan dorongan, bagi harga Bitcoin. “Jika Bitcoin pernah mencapai titik terendah, itu tidak akan terjadi sampai MicroStrategy menjual satoshi terakhirnya,” katanya, menyiratkan bahwa kemampuan perusahaan untuk mengalokasikan modal semakin berkurang secara langsung menekan pergerakan harga. Kritik ini menyentuh titik sensitif: buku panduan MicroStrategy mengharuskan harga Bitcoin tetap cukup tinggi agar mereka dapat menerbitkan saham di atas nilai aset bersih, sehingga dapat mengumpulkan modal baru untuk akumulasi lebih lanjut. Penurunan yang berkepanjangan akan sangat menyulitkan siklus virtuous ini.

Keyakinan Teguh Michael Saylor

Namun Michael Saylor tidak menunjukkan tanda-tanda mundur. Saat harga menurun, ketua MicroStrategy ini memperkuat posisi dan filosofi kepemilikannya, mengungkapkan aturan yang tampaknya sederhana: beli Bitcoin dan jangan jual. Sikap ini lebih dari sekadar keras kepala—Saylor telah membangun kerangka kerja yang rumit untuk membenarkan taruhan terfokus MicroStrategy pada Bitcoin sebagai aset peradaban, bukan posisi spekulatif.

Dalam konferensi Bitcoin MENA akhir tahun lalu, Saylor memandang peran MicroStrategy bukan sebagai taruhan terfokus, tetapi sebagai infrastruktur untuk adopsi massal. Ia menyoroti bahwa sekitar 15 juta pemilik manfaat kini mendapatkan eksposur Bitcoin melalui sekuritas MicroStrategy yang dipegang di dana pensiun, perusahaan asuransi, dan dana kekayaan negara. Yang menarik, 15% saham MicroStrategy berada di akun ritel Charles Schwab saja, menunjukkan bahwa perusahaan ini telah berhasil mendemokratisasi akses Bitcoin bagi jutaan investor arus utama yang seharusnya tidak memiliki eksposur langsung.

Perbedaan Filosofis: Dua Visi yang Bertentangan

Perselisihan antara Schiff dan Saylor mencerminkan ketidaksepakatan mendasar tentang proposisi nilai Bitcoin dan trajektori masa depannya. Schiff berpendapat bahwa permintaan perusahaan—terutama pembelian tanpa henti oleh MicroStrategy—secara artifisial membesar-besarkan harga Bitcoin di atas level organiknya. Menghilangkan pembeli perusahaan, logikanya, dan Bitcoin akan kembali ke valuasi yang lebih rendah, mungkin di sekitar $10.000.

Saylor membalikkan kerangka ini sepenuhnya. Ia berpendapat bahwa partisipasi perusahaan dan institusional tidak hanya menguntungkan tetapi juga penting untuk kenaikan jangka panjang Bitcoin. Argumennya didasarkan pada perhitungan sederhana: tindakan MicroStrategy diklaim telah menambah $1,8 triliun ke total nilai pasar Bitcoin, dengan sebagian besar keuntungan mengalir ke pemegang non-perusahaan secara global. Dengan kepemilikan MicroStrategy saat ini sekitar 3%—tingkat konsentrasi yang Saylor anggap tidak signifikan mengingat distribusi di antara jutaan investor di bawahnya—perusahaan berfungsi sebagai katalisator, bukan risiko terkonsentrasi. Pada tingkat kepemilikan yang lebih tinggi dan harga Bitcoin yang jauh lebih tinggi, Saylor berpendapat, triliunan dolar akan mengalir ke jaringan pemegang yang terdesentralisasi di seluruh dunia.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Hingga pertengahan Maret, Bitcoin telah pulih ke sekitar $70.670, menunjukkan bahwa penurunan terakhir mungkin bersifat sementara. Namun, episode ini menimbulkan pertanyaan tidak nyaman tentang keberlanjutan model MicroStrategy. Bisakah perusahaan mempertahankan akumulasi tanpa henti selama pasar bearish yang berkepanjangan? Akankah investor institusional tetap percaya pada strategi yang didasarkan pada apresiasi harga terus-menerus? Akankah keyakinan Saylor akhirnya memaksa perusahaan untuk berbalik arah, atau dia akan bertahan sampai Bitcoin mencapai valuasi stratosfer yang dia bayangkan?

Untuk saat ini, Peter Schiff menikmati kelemahan pasar. Apakah ini merupakan penurunan sementara atau awal dari penilaian ulang struktural, tetap menjadi pertanyaan utama bagi industri.

BTC0,41%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan