Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pernyataan Komite Pasar Terbuka Federal Reserve berdampak……Pasar saham Korea, indeks KOSPI turun drastis 2.73%
Pasar saham Korea mengalami penurunan pada 19 Maret akibat ketidakpastian setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal AS dan penguatan dolar AS. Saham-saham utama yang didominasi sektor sekuritas semuanya turun, memberikan dampak negatif bagi seluruh pasar.
Perburukan perang yang berlangsung di Iran serta kemungkinan pengetatan kebijakan moneter yang disebutkan oleh Komite Pasar Terbuka Federal AS meningkatkan kekhawatiran pasar. Terutama, pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga memicu penurunan di pasar saham New York dan memberikan tekanan ke pasar Asia.
Indeks utama pasar saham Korea, KOSPI, meskipun mengalami kenaikan sehari sebelumnya, tetap ditutup turun sebesar 2,73%. Indeks KOSDAQ juga mencatat penurunan sebesar 1,79%. Di antara saham-saham sekuritas, Korea Financial Holdings dan Future Asset Securities mengalami penurunan besar, yang tampaknya merupakan hasil dari berkurangnya minat terhadap aset berisiko.
Selain itu, penguatan dolar AS menyebabkan nilai tukar won terhadap dolar melonjak 17,9 won menjadi 1.501,0 won. Hal ini memperkuat arus jual dari investor asing dan memberi tekanan pada pasar saham domestik secara keseluruhan. Dalam situasi ini, harga minyak internasional naik ke sekitar 111,90 dolar AS per barel, menimbulkan kekhawatiran tambahan.
Di sisi lain, saham SK Securities melonjak 15,96% setelah mengumumkan rencana pembelian kembali saham perusahaan, menunjukkan volatilitas pasar yang tinggi. Fluktuasi ini menunjukkan bahwa pasar keuangan sangat sensitif terhadap variabel eksternal. Jika ketidakpastian mengenai kondisi ekonomi global dan kebijakan moneter AS terus berlanjut, pasar saham Korea kemungkinan besar akan tetap terpengaruh.