Lembaga pinjaman Inggris MFS bangkrut, bank-bank Wall Street seperti (BCS.US) turut terdampak

Perusahaan pembiayaan hipotek berbasis Inggris Market Financial Solutions (disingkat MFS) sebelumnya dituduh melakukan pelanggaran keuangan seperti penipuan dan gadai aset berulang, lalu pada Rabu meluncurkan proses kepailitan lokal di Inggris, dan berdampak pada banyak bank Wall Street. Menurut laporan, Barclays (BCS.US), Santander (SAN.US), dan Wells Fargo (WFC.US) memiliki eksposur risiko terhadap MFS. Apollo Global Management (APO.US) melalui Atlas SP Partners, Jefferies (JEF.US), serta Castlelake LP yang dikendalikan oleh Brookfield (BN.US) juga memiliki eksposur risiko.

Laporan itu menyebutkan, Barclays, Atlas SP Partners, dan institusi lain sebelumnya membantu MFS menyelesaikan pengaturan pinjaman lebih dari 2 miliar poundsterling (sekitar 2,7 miliar dolar AS). Pihak Atlas mengonfirmasi bahwa mereka terlibat sebagai kreditur preferen dalam kejadian ini, dengan menyatakan tengah “melalui semua jalur hukum, berupaya semaksimal mungkin memulihkan” eksposur sebesar 400 juta poundsterling. Barclays tidak memberikan komentar terkait hal tersebut. Namun, dalam persidangan kasus kepailitan MFS, seorang hakim yang menangani perkara itu mengatakan bahwa eksposur risiko Barclays dalam kejadian tersebut sekitar 600 juta poundsterling.

Selain itu, menurut seorang sumber yang mengetahui, Jefferies memiliki eksposur risiko terhadap MFS sekitar 100 juta poundsterling. Sumber lain yang mengetahui mengatakan bahwa Castlelake pernah mengatur pembiayaan pinjaman, dengan nilai yang belum dibayar sekitar 400 juta poundsterling. Namun, juru bicara Castlelake dalam sebuah pernyataan email menyatakan bahwa perusahaan tidak memiliki eksposur risiko tanpa jaminan langsung terhadap MFS.

Kejadian ini kemungkinan dapat memperburuk kekhawatiran pasar mengenai standar penjaminan kredit yang terlalu longgar. CEO JPMorgan Chase Jamie. Dimon pada Senin secara terbuka menyatakan bahwa beberapa pesaing sedang melakukan “hal bodoh” untuk meningkatkan imbal hasil, yang membuatnya teringat pada tahun-tahun sebelum krisis keuangan 2008 meledak. Dan kebangkrutan pemasok suku cadang otomotif AS First Brands Group serta lembaga pinjaman mobil subprime Tricolor Holdings pada tahun lalu telah memicu perhatian luas Wall Street terhadap risiko kredit.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan