Apa yang gila? Sepatu yang awalnya dianggap jelek oleh para pendiri justru menjadi fenomena bernilai miliaran dolar. Itulah kisah Crocs, dan jujur saja, ini salah satu cerita bisnis yang membuatmu berpikir ulang tentang apa yang membuat sebuah produk sukses.



Jadi, semuanya dimulai pada tahun 2002 di Karibia. Lyndon Hanson sedang mengalami masa sulit—cerai, kehilangan pekerjaan, tragedi keluarga. Teman-temannya, George Blaker dan Scott Siemens, membawanya ber perjalanan layar untuk mengangkat semangatnya. Selama perjalanan, Scott membawa sepatu klog dari karet dari Kanada, yang merupakan desain dari Foam Creations. Mereka nyaman, tahan air, dan memiliki grip yang baik. Ketika Lyndon dan George mencobanya, mereka menyadari sesuatu: ya, tampilannya aneh, tapi, wah, nyaman banget.

Di sinilah cerita menjadi menarik. Ketiganya melihat potensi di balik apa yang dilihat orang lain sebagai mata yang jelek. Scott mengubah desain dengan menambahkan tali belakang. George, yang sudah menjalankan bisnis bordir dari China dan memiliki waralaba Domino's, membawa wawasan bisnis. Lyndon mengarahkan strategi. Mereka membuka toko di Boulder, Colorado, dan mulai memikirkan bagaimana cara menjual barang ini di Amerika.

Terobosan mereka datang di sebuah pameran kapal di Florida pada tahun 2002. Mereka benar-benar melemparkan sepatu ke orang yang lewat. Kedengarannya gila, tapi berhasil. Terjual sekitar 200 pasang di sana. Yang mereka perhatikan adalah bahwa industri tertentu—rumah sakit, dapur, restoran—sangat membutuhkan alas kaki yang nyaman. Orang-orang di pekerjaan ini bersedia mengabaikan penampilan jika sepatu itu benar-benar nyaman.

Pada tahun 2003, mereka telah menjual 76.000 pasang. Antara 2005 dan 2006, pendapatan melonjak 226%. Langkah cerdas adalah mengakuisisi perusahaan yang awalnya memproduksi bahan tersebut, mendapatkan hak eksklusif atas foam crosslite mereka. Mereka juga mengubah permainan distribusi—alih-alih memaksa pengecer membeli dalam jumlah besar, Crocs membiarkan mereka memesan dalam jumlah kecil. Fleksibilitas ini sangat penting.

Tahun 2006 adalah tahun besar. Mereka go public, mengumpulkan $239 juta, dan mencapai valuasi $1 miliar. Tapi pertumbuhan yang cepat menimbulkan tekanan. Masalah pribadi George meningkat—dia melakukan panggilan mengancam dan dihapus dari perusahaan. Situasinya berantakan, dan ini menunjukkan bahwa bahkan ide bagus pun membutuhkan kepemimpinan yang stabil.

Ketika Ron Snyder mengambil alih, dia mengarahkan Crocs ke arah yang berbeda. Ekspansi internasional, kesepakatan lisensi dengan Disney dan NBA, dukungan selebriti. Krisis keuangan 2008 menghantam mereka keras, dan ada sengketa paten dengan Select LLC. Tapi mereka beradaptasi, fokus pada pemasaran, dan membuat selebriti mengenakan mereka.

Lalu datang pandemi. Tiba-tiba, kenyamanan menjadi prioritas semua orang, dan Crocs benar-benar meledak. Tahun 2020 adalah tahun terbaik mereka—stok naik 300%. Tahun 2021 membawa pendapatan rekor sebesar $2,3 miliar. Selama 20 tahun, mereka telah menjual 600 juta pasang dan memiliki 367 toko di 90 negara.

Pelajaran apa yang bisa diambil? Lyndon Hanson dan para pendiri lainnya membuktikan bahwa kamu tidak perlu menjadi ahli mode atau berasal dari industri sepatu untuk membangun sesuatu yang besar. Kamu harus memecahkan masalah nyata, tetap adaptif, dan tidak membiarkan kritik awal menghentikanmu. Sepatu yang tampak konyol ini menjadi ikon global karena para pendiri percaya pada apa yang mereka rasakan di kaki mereka, bukan apa yang dikatakan kritikus tentang desainnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan