Baru-baru ini saya meneliti berbagai cara berinvestasi dalam Bitcoin tanpa harus khawatir tentang kustodian atau penyimpanan, dan saya menemukan sesuatu yang menarik: ETF dan ETP. Ternyata banyak orang bingung dengan istilah-istilah ini, jadi saya memutuskan untuk mendalami sedikit.



Mari kita mulai dari dasar. ETF, atau Exchange Traded Funds, hanyalah keranjang aset yang dapat Anda perdagangkan di platform trading, mirip seperti membeli saham. Bayangkan jika alih-alih membeli 500 saham indeks S&P 500 satu per satu, Anda membeli sebuah dana yang menggabungkan semuanya. SPY mungkin adalah ETF yang paling terkenal di seluruh dunia, dan berfungsi dengan cara yang sama.

Sekarang, ETF Bitcoin bekerja berdasarkan prinsip yang sama. Ketika Anda berinvestasi di satu, Anda tidak memiliki Bitcoin secara langsung, melainkan memiliki sertifikat yang menunjukkan partisipasi Anda dalam dana tersebut. Yang menarik adalah bahwa hasilnya hampir identik: ketika Bitcoin naik, ETF juga naik; ketika turun, ETF pun turun. Ini adalah cara berinvestasi yang lebih aman karena menghindari kerumitan kustodian dan penyimpanan.

Namun di sini ada yang tidak banyak diketahui orang: ada instrumen lain yang disebut ETP, atau Exchange Traded Products. Meskipun terdengar mirip, keduanya memiliki perbedaan hukum yang penting. ETP secara teknis adalah produk utang terstruktur, bukan dana seperti ETF. Ini berarti mereka tunduk pada regulasi yang berbeda.

Perbedaan antara ETF dan ETP sangat penting untuk memahami arti etp dalam konteks regulasi. Sementara ETF diatur berdasarkan undang-undang dana investasi kolektif, ETP beroperasi di bawah kerangka hukum yang berbeda. Contoh sejarahnya adalah Amun ETP, yang diluncurkan pada November 2018 di bursa Swiss SIX. Ini adalah produk multi-kriptomata pertama dari jenis ini, melacak lima mata uang kripto utama berdasarkan kapitalisasi pasar: Bitcoin (49,7%), XRP (25,4%), Ethereum (16,7%), Litecoin (3%) dan Bitcoin Cash (5,2%).

SEC Amerika Serikat cukup ketat terhadap ETF Bitcoin, menuntut pasar berjangka kripto menunjukkan stabilitas yang cukup. Itulah sebabnya mereka menolak banyak permohonan. Namun, dengan ETP tidak ada pembatasan tersebut, sehingga produk seperti Bitcoin Investment Trust dari Grayscale sudah beroperasi di Amerika Serikat.

Kesimpulannya, baik ETF maupun ETP menawarkan jalan masuk yang lebih mudah bagi investor institusional dan terakreditasi ke dunia kripto. Mereka menghilangkan kebutuhan untuk mengkustodikan aset secara langsung dan secara signifikan mengurangi risiko operasional. Perbedaan utama adalah bahwa ETF adalah dana yang diatur secara lebih ketat, sementara ETP adalah obligasi dengan kerangka regulasi yang sedikit berbeda. Secara pribadi, saya percaya bahwa kedua instrumen ini akan memainkan peran yang semakin penting dalam adopsi institusional terhadap Bitcoin. Mana dari keduanya yang menurut Anda lebih menarik untuk masuk ke dunia kripto?
BTC3,46%
XRP2,73%
ETH4,56%
LTC0,96%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan