Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini kembali membahas pola double top, saya teringat untuk membahas sinyal keluar puncak klasik yang berbentuk huruf M ini.
Sejujurnya, pola huruf M ini cukup sering muncul dalam praktik nyata. Pengalaman saya menunjukkan bahwa begitu pola ini teridentifikasi, biasanya menandakan bahwa tren penurunan yang jelas akan segera datang. Singkatnya, harga koin selama kenaikan membentuk dua puncak berturut-turut yang mirip huruf M, lalu mulai melemah.
Ciri utama dari pola ini akan saya uraikan. Pertama adalah dua puncak, yang sebelah kiri kita sebut sebagai puncak kiri, dan yang sebelah kanan sebagai puncak kanan. Secara teori, kedua puncak ini seharusnya hampir sama tinggi, tetapi dalam kenyataannya, puncak kiri biasanya sedikit lebih rendah daripada puncak kanan, dengan selisih sekitar 3% adalah hal yang normal. Titik rendah yang terbentuk saat harga kembali dari puncak pertama membentuk garis horizontal yang disebut garis leher, dan garis ini sangat penting.
Volume perdagangan juga harus diperhatikan. Umumnya, volume terbesar terjadi saat puncak kiri, kemudian berkurang saat puncak kanan, menunjukkan tren menurun secara bertahap. Apa artinya ini? Ini menunjukkan bahwa saat rebound kedua, kekuatan dana yang mengejar kenaikan sudah melemah, dan harga koin mulai kehilangan tenaga untuk naik lebih jauh. Selain itu, setelah terbentuk pola huruf M, harga kadang akan melakukan rebound kecil saat turun, tetapi kekuatannya tidak besar, dan garis leher akan menjadi level resistance yang cukup kuat.
Lalu, bagaimana menemukan titik jual terbaik dalam praktik nyata? Titik jual pertama biasanya berada di titik balik puncak kanan dari pola M, di mana kebanyakan orang akan mulai menjual. Jika bisa menjual di posisi ini, itu benar-benar menunjukkan penglihatan yang tajam. Tapi jika Anda tidak sempat, jangan khawatir, titik jual kedua ada di garis leher. Setelah harga menembus garis leher, itu menandakan bahwa tren penurunan besar akan segera terjadi, dan saat itu adalah waktu terbaik untuk menjual semua posisi yang dimiliki.
Secara keseluruhan, pola huruf M ini adalah sinyal pembalikan yang cukup andal. Asalkan Anda bisa mengenali dengan tepat dan keluar di posisi kunci, Anda bisa menghindari kerugian dari posisi tertinggal di puncak.