Mari kita bicara jujur tentang bagaimana menghasilkan uang dari penurunan harga kriptocurrency. Banyak yang berpikir bahwa keuntungan hanya bisa didapat saat harga naik, tetapi sebenarnya tidak sepenuhnya begitu. Faktanya, ketika pasar sedang turun, peluang menarik terbuka bagi mereka yang memahami mekanisme shorting.



Shorting tidak serumit yang terlihat pada pandangan pertama. Intinya sederhana: Anda meminjam aset (misalnya, Bitcoin), langsung menjualnya dengan harga saat ini, lalu menunggu sampai nilainya turun. Ketika itu terjadi, Anda membeli kembali aset tersebut dengan harga yang lebih rendah dan mengembalikannya. Selisihnya menjadi keuntungan Anda.

Ambil contoh konkret. Misalnya, Bitcoin diperdagangkan di level 30 ribu dolar. Anda menganalisis situasi dan yakin bahwa harga akan turun ke 25 ribu. Anda meminjam 1 BTC dari platform, langsung menjualnya seharga 30 ribu. Ketika harga benar-benar turun ke 25 ribu, Anda membeli kembali Bitcoin dan mengembalikannya ke bursa. Akibatnya, keuntungan Anda sebesar 5 ribu dolar.

Sekarang tentang aspek praktisnya. Untuk bisa menghasilkan uang dari penurunan kriptocurrency, Anda perlu menggunakan perdagangan margin di platform besar. Anda harus menyetor jaminan dalam USDT atau kriptocurrency lain. Kemudian, Anda bisa menggunakan leverage — alat yang meningkatkan posisi Anda. Misalnya, leverage 5x berarti posisi Anda meningkat lima kali lipat. Terdengar menarik, tetapi ingat: leverage bekerja di kedua arah. Itu meningkatkan tidak hanya keuntungan, tetapi juga potensi kerugian.

Proses membuka posisi short terlihat seperti ini: Anda memprediksi penurunan, menjual aset, menunggu harga turun, lalu membelinya kembali. Semuanya sederhana secara teori, tetapi dalam praktik membutuhkan disiplin dan pengetahuan pasar.

Apa yang menarik trader dalam shorting? Pertama, ini adalah peluang mendapatkan keuntungan terlepas dari arah pasar. Kedua, ini adalah alat untuk trader aktif yang mampu membaca grafik dan menganalisis berita. Ketiga, dengan prediksi yang tepat, potensi penghasilannya bisa cukup besar.

Namun, ada risiko serius. Jika harga aset justru naik alih-alih turun, Anda akan mengalami kerugian alih-alih keuntungan. Bahkan, kerugian bisa tak terbatas — harga bisa naik tanpa batas. Risiko lain adalah likuidasi posisi. Jika Anda menggunakan leverage dan kerugian melebihi jaminan Anda, platform secara otomatis akan menutup posisi tersebut. Selain itu, bursa mengenakan komisi untuk perdagangan margin, yang seiring waktu bisa menjadi cukup besar.

Kapan sebaiknya menggunakan shorting? Ketika Anda yakin harga akan turun. Ketika pasar didominasi tren bearish dan harga sedang menurun. Ketika ada berita negatif atau peristiwa yang bisa mempengaruhi nilai aset.

Bagi mereka yang baru mulai belajar bagaimana menghasilkan uang dari penurunan kriptocurrency, berikut beberapa tips. Pertama — belajar. Analisis grafik, baca berita, pelajari perilaku harga. Kedua — jangan terlalu rumit. Leverage tinggi berarti risiko tinggi. Lebih baik mulai dengan leverage kecil dan secara bertahap meningkatkannya seiring pengalaman. Ketiga — pasang stop-loss. Ini adalah order yang secara otomatis menutup posisi Anda jika kerugian mencapai tingkat tertentu. Keempat — berlatih di akun demo. Ini memungkinkan Anda berlatih tanpa risiko uang nyata.

Akhirnya, shorting adalah alat, bukan tongkat ajaib. Ia membutuhkan pemahaman pasar, perhatian, dan disiplin. Jika Anda bersedia menginvestasikan waktu untuk belajar dan serius dalam hal ini, shorting benar-benar bisa menjadi cara untuk menghasilkan uang. Yang utama — ingat risiko dan tradinglah secara bertanggung jawab.
BTC0,21%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan