Perdana Menteri Inggris melakukan kunjungan ke kawasan Teluk untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Perdana Menteri Inggris Starmer akan melakukan perjalanan ke wilayah Teluk pada hari Rabu, untuk mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin setempat guna mendorong pembukaan permanen Selat Hormuz.

Starmer dalam pernyataannya menyambut tercapainya kesepakatan gencatan senjata, dengan mengatakan bahwa kesepakatan itu akan membawa “sedikit bantuan penanggulangan” bagi kawasan dan dunia. Ia menekankan, Inggris akan bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk sepenuhnya memperkuat capaian gencatan senjata, mendorong terwujudnya perdamaian, serta memastikan Selat Hormuz dibuka kembali.

Menurut berita CCTV, menurut laporan dari pihak Iran pada dini hari tanggal 8 waktu setempat, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah mengundang delegasi Iran dan Amerika Serikat untuk melakukan perundingan di ibu kota Pakistan, Islamabad. Shehbaz Sharif juga menyatakan bahwa gencatan senjata kedua pihak, Iran dan AS, akan mulai berlaku pada pukul 3:30 dini hari tanggal 8 waktu Iran (pukul 8:00 waktu Beijing pada tanggal 8).

Kunjungan ke wilayah Teluk ini bahkan sudah direncanakan sebelum kesepakatan gencatan senjata diumumkan. Pihak Inggris sebelumnya telah memimpin penyelenggaraan rapat multilateral, untuk mengoordinasikan dukungan bagi pemulihan pelayaran melalui selat tersebut.

Menteri Luar Negeri Inggris Ivette Cooper pada hari Selasa melakukan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dan membahas berbagai langkah diplomatik, termasuk rapat multilateral yang dipimpin oleh pihak Inggris pada pekan lalu dengan melibatkan lebih dari 40 negara, yang bertujuan menjamin keamanan dan kelancaran selat tersebut.

Inggris memimpin rapat 35 negara untuk membahas keamanan pelayaran pascaperang di selat

Menurut berita CCTV, pada tanggal 1 April, Perdana Menteri Inggris Starmer menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri Inggris Cooper pekan ini akan memimpin sebuah pertemuan internasional mengenai Selat Hormuz, untuk membahas rencana pemulihan pelayaran melalui selat tersebut. Pertemuan ini akan diikuti oleh 35 negara; selain Inggris, juga termasuk Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Kanada, dan lain-lain. Setelah pertemuan tersebut, personel militer Inggris juga akan mengadakan rapat untuk membahas cara memastikan Selat Hormuz tetap lancar dan aman setelah berakhirnya pertempuran.

Starmer mengatakan bahwa setelah rapat multilateral yang dipimpin Cooper berakhir, personel militer Inggris akan mengadakan rapat lagi secara terpisah, khusus untuk membahas cara memastikan Selat Hormuz tetap lancar dan aman setelah berakhirnya pertempuran.

Peringatan risiko dan ketentuan penyangkalan

        Pasar memiliki risiko, berinvestasi perlu kehati-hatian. Artikel ini tidak merupakan saran investasi pribadi, dan tidak mempertimbangkan tujuan investasi khusus, kondisi keuangan, atau kebutuhan pengguna tertentu. Pengguna perlu mempertimbangkan apakah setiap pendapat, pandangan, atau kesimpulan dalam artikel ini sesuai dengan kondisi spesifiknya. Dengan demikian berinvestasi, seluruh tanggung jawab ada pada Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan