Belakangan ini saya sedang meneliti analisis data on-chain, dan menemukan bahwa semuanya ini benar-benar sangat membantu dalam mengambil keputusan investasi. Saya ingin membagikan beberapa pengalaman saya, khususnya tentang alat kueri on-chain yang tepercaya dan cara berpikir untuk analisis.



Pertama-tama, mari bahas mengapa perlu memperhatikan data on-chain. Intinya, data on-chain adalah informasi transaksi dan informasi blok yang tersimpan di blockchain, dan data-data ini tidak dapat diubah. Ini adalah cara paling langsung untuk memahami kondisi pasar yang sebenarnya. Anda bisa melihat semua jejak transfer antar dompet, jumlah kepemilikan token, biaya gas, imbalan untuk para miner, serta seluruh jejak interaksi kontrak pintar. Data-data ini dapat membantu Anda melacak pergerakan “paus”, yaitu para pemegang dana dalam jumlah besar; setiap langkah mereka dapat memengaruhi pasar, dan jika bisa menemukan aksi mereka tepat waktu, memang dapat memberi keunggulan dalam keputusan investasi.

Namun, kalau mau jujur, analisis on-chain bukanlah semacam alat ajaib. Diperlukan pengetahuan dasar dan pengalaman agar benar-benar bisa membaca dan memahami data-data ini. Saran saya, jangan hanya melihat satu alat; sebaiknya lakukan perbandingan silang dari beberapa sumber data, karena akurasi beberapa alat memang memiliki perbedaan. Terutama saat menganalisis proyek baru, banyak data yang berasal dari pihak proyek itu sendiri, jadi pada saat ini Anda harus double check di browser penjelajah blok. Selain itu, perbarui informasi secara berkala; karena perilaku pasar terus berubah, Anda tidak boleh mengambil keputusan secara impulsif.

Indikator on-chain apa saja yang layak diperhatikan? Total Value Locked (TVL) sangat penting; TVL yang tinggi menunjukkan bahwa proyek tersebut disukai oleh para investor. Informasi dompet tim pengembang dan para whale juga perlu dilihat, karena hal itu dapat membantu menilai apakah mereka sedang mengakumulasi atau melakukan penjualan. Data deposit dan penarikan dari bursa juga lebih krusial; arus token yang terus mengalir ke CEX bisa menjadi indikasi tekanan jual. Sebaliknya, jika penarikan dalam jumlah besar dari bursa ditarik ke dompet pribadi, itu adalah sinyal yang positif. Pergerakan stablecoin juga bisa mencerminkan sentimen pasar; stablecoin yang dicetak lalu disimpan di bursa menandakan pasar optimistis, sedangkan jika sebaliknya berarti sentimen sedang pesimistis. Kenaikan jumlah alamat dompet aktif menandakan investor baru masuk, sementara penurunan jumlah alamat bisa mengindikasikan harga akan turun. Konsentrasi distribusi token juga sangat penting; jika beberapa alamat memegang porsi besar, harga lebih mudah dimanipulasi.

Berbicara tentang alat spesifik, saya sudah mencoba banyak. Untuk pemula, saya pertama-tama merekomendasikan Defillama. Alat ini berfokus pada data TVL, tampilannya sederhana, dan Anda juga bisa melihat kondisi deposit dan penarikan CEX. Token Terminal adalah alat yang bagus untuk analisis keuangan proyek; Anda bisa melihat metrik dasar seperti pendapatan, volume transaksi, dan biaya. Secara logis, alat ini lebih mirip analisis saham. Jika ingin mengetahui tingkat popularitas sosial, Lunarcrush bisa memberi tahu berapa kali token disebut di Twitter dan KOL mana yang sedang membahasnya. Untuk NFT, CryptoSlam menyediakan data-data umum seperti volume transaksi dan harga dasar.

Untuk alat yang lebih lanjut, kekuatannya lebih besar. Saya sering menggunakan alat kueri on-chain untuk menggali lebih dalam pergerakan Smart Money. Misalnya, Nansen sangat cocok untuk melacak aksi “uang pintar”. Santiment menyediakan data on-chain yang sudah dibersihkan, memiliki real-time yang cukup baik, dan juga fitur analisis sosial. Arkham belakangan ini sedang populer: fiturnya lengkap, dan saat ini gratis. Alat ini mendukung kueri dengan jumlah nominal pembelian/penjualan dan rentang waktu yang bisa disesuaikan. Dune Analytics cocok untuk mereka yang punya dasar SQL, karena bisa menulis pernyataan kueri sendiri untuk analisis mendalam. CryptoQuant dan Glassnode khusus untuk analisis BTC; berbagai data miner dan data perilaku pemegang ada di sana.

Ada satu lagi yang sering diabaikan, yaitu ChainScan dari masing-masing public chain: ethscan, bscan, solscan, dan sebagainya. Dengan memanfaatkan browser penjelajah ini—melihat jumlah transaksi dan jumlah pengguna aktif—Anda bisa menilai dinamika ekosistem suatu chain. Semakin banyak pengguna dan transaksi, biasanya ekosistemnya semakin sehat.

Sejujurnya, yang paling penting dalam melakukan analisis kueri on-chain adalah memahami logika perilaku di balik data tersebut. Jangan biarkan data menakut-nakuti Anda; luangkan waktu untuk meneliti, dan Anda akan bisa menguasai pemikiran dasarnya. Saya juga menyarankan pemula untuk memperhatikan beberapa tim analisis on-chain profesional, karena mereka bisa memberikan sudut pandang yang lebih luas. Setelah Anda mengumpulkan pengalaman, Anda akan mampu menggunakan alat-alat ini untuk menemukan peluang yang tidak terlihat oleh orang lain.
BTC2,94%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan