Transformasi Energi Eropa berdampak inti pada Industri Kimia Batubara di Tiongkok


Peluang dan tantangan berjalan beriringan. Di satu sisi, biaya energi yang tinggi di Eropa mendorong penyusutan kapasitas produksi, sehingga membuka ruang substitusi bagi produk berbasis batubara berbiaya rendah dari Tiongkok; di sisi lain, mekanisme penyesuaian batas karbon Uni Eropa (CBAM) dan kebijakan de-minyak mendorong Industri Kimia Batubara di Tiongkok menuju pengembangan bernilai tinggi, ramah lingkungan, dan terintegrasi.

1. Penyusutan kapasitas, membuka jendela substitusi: Karena biaya gas alam tinggi di Eropa, pada 2022-2025 diperkirakan akan menghentikan sekitar 3700 juta ton kapasitas produksi bahan kimia (mewakili 9% dari total kapasitas), dengan area berintensitas energi tinggi seperti bahan kimia dasar dan olefin berbasis batubara sebagai yang paling terdampak, sehingga memberi ruang pasar bagi produk Tiongkok.
2. Keamanan energi mendorong “de-minyak”: Uni Eropa mempercepat penggantian minyak dan gas alam, beralih ke hidrogen hijau, amonia hijau, bahan berbasis bio, serta ekonomi sirkular; Industri Kimia Batubara di Tiongkok perlu bertransformasi dari “bagian batubara” menuju “listrik hijau + hidrogen hijau + ekonomi sirkular”.
3. CBAM membentuk batasan yang tegas: CBAM Uni Eropa membebankan biaya karbon pada produk berbasis batubara. Jika intensitas karbon lebih tinggi dari 3,2 ton CO₂/ton (olefin berbasis batubara), maka setelah 2027 porsi biaya ekspor kemungkinan akan meningkat secara signifikan, sehingga mendorong perusahaan menurunkan emisi karbon.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan