Perang 40 Hari: Neraca Ekonomi AS—“Membakar uang” AS Tembus Lebih dari 45 Miliar Dolar, Konsumsi Rata-Rata Hampir 1 Miliar Dolar per Hari



Sebuah perang yang berlangsung selama 40 hari telah membawa pengeluaran militer langsung bagi AS yang melampaui 4,5 miliar dolar, dengan rata-rata “membakar uang” sekitar 1 miliar dolar per hari. Seiring pertempuran berlarut, Kementerian Pertahanan AS telah mengajukan permohonan tambahan anggaran perang sebesar 200 miliar dolar kepada Kongres. Di tengah utang negara yang mencapai 39 triliun dolar, angka-angka astronomis ini menimbulkan kekhawatiran ekonomi di dalam negeri AS yang semakin serius.

I. Tagihan Perang AS: Menghabiskan 4,5 Miliar Dolar dalam 40 Hari

Berdasarkan estimasi data dari situs pelacak biaya Perang Iran, per 6 April, total biaya yang dikeluarkan AS untuk aksi militer terhadap Iran telah melebihi 42 miliar dolar. Perang berlangsung 36 hari, dengan pengeluaran rata-rata sekitar 1 miliar dolar per hari. Ketika pertempuran diperpanjang hingga 40 hari, angka ini telah melampaui 4,5 miliar dolar. Estimasi dari lembaga lain juga mengonfirmasi skala tersebut—ada analisis yang menyatakan bahwa konflik AS-Iran menghabiskan antara 500 juta hingga 900 juta dolar per hari untuk pengeluaran intensitas tinggi, sehingga memaksa AS untuk segera menambah anggaran perang 200 miliar dolar.

Menurut perhitungan, total biaya dari operasi militer yang berlangsung lebih dari sebulan ini, jika dikonversi, kira-kira setara dengan tambahan beban pengeluaran sekitar 2,5 hingga 3,8 dolar per orang Amerika per hari. Aksi udara, laut, dan darat merupakan pos pengeluaran utama—aksi udara diperkirakan menghabiskan 30 juta dolar per hari, sementara aksi laut sekitar 15 juta dolar per hari. Menteri Pertahanan AS, Hegseth, telah pergi ke Kongres untuk meminta tambahan anggaran perang 200 miliar dolar, sementara pada saat itu utang negara AS sudah mencapai 39 triliun dolar.

II. Konsumsi di Medan Tempur: Kontras Besar antara Biaya Tinggi dan Hasil Tempur yang Terbatas

Pengeluaran besar itu tidak menghasilkan “serangan kilat” seperti yang diharapkan. Trump mula-mula mengklaim akan menghancurkan industri rudal Iran, melenyapkan angkatan laut Iran, menghentikan pengembangan senjata nuklir, dan membongkar jaringan proksi. Namun setelah 40 hari, rezim Iran masih berdiri, dan Selat Hormuz tetap berada dalam kondisi blokade faktual.

Militer AS sendiri juga menanggung korban. Sebanyak 365 personel militer AS mengalami luka dalam operasi militer terhadap Iran, dengan jumlah korban tewas sebanyak 13 orang, termasuk 6 prajurit yang tewas akibat serangan Iran di Kuwait, 1 orang yang meninggal setelah terluka di Arab Saudi, serta 6 orang lainnya yang tewas dalam insiden jatuhnya pesawat pengisian bahan bakar militer AS. Pada 3 April, sebuah pesawat tempur F-15E milik militer AS ditembak jatuh di wilayah Iran. Militer AS mengerahkan kekuatan besar untuk menyelamatkan dua pilot, namun dalam operasi penyelamatan tersebut juga jatuh satu unit pesawat serang A-10, satu unit pesawat angkut C-130, serta beberapa helikopter dan drone MQ-9.

Menurut analisis Institute for Strategic Studies International (IISS) Inggris, dalam operasi penyelamatan digunakan pesawat angkut khusus MC-130J dan pesawat angkut C-295. Peralatan ini biasanya dipakai untuk operasi infiltrasi darat, yang mengisyaratkan bahwa militer AS mungkin sedang bersiap untuk serangan darat yang lebih dalam. Jika perang darat benar-benar dimulai, biaya perang akan meningkat dengan kecepatan yang lebih mengagetkan.

III. Dampak Balik Ekonomi: Lonjakan Harga Minyak dan Tekanan Inflasi

Efek balasan perang terhadap ekonomi AS sudah mulai terlihat. Sejak meletusnya konflik pada 28 Februari, harga minyak mentah Brent telah melonjak tajam, bahkan sempat menyentuh level tertinggi 119,52 dolar per barel. Setelah kabar gencatan senjata diumumkan, harga minyak internasional turun tajam—kontrak utama minyak mentah AS (WTI) turun 14,56% menjadi 96,5 dolar per barel; kontrak utama minyak mentah Brent turun 11,85% menjadi 96,32 dolar per barel. Meski demikian, harga minyak masih jauh di atas level sebelum perang.

Kenaikan harga bensin domestik AS sudah mendekati 40%, sementara tekanan inflasi terus meningkat. CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, mengeluarkan peringatan bahwa jika harga minyak tetap bertahan di level tinggi, ekonomi AS dapat mengalami resesi. Sementara itu, perolehan dukungan Trump pada akhir Maret telah turun menjadi 35%, terendah sejak ia kembali ke Gedung Putih. Demonstrasi dan aksi unjuk rasa di dalam negeri melanda 50 negara bagian, termasuk lebih dari 20 anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Partai Republik, seperti pemimpin minoritas Senat Schumer, yang menyerukan agar anggota kabinet menggunakan Amandemen ke-25 untuk memecat Trump.

IV. Pihak AS Sedang Menyesuaikan Ekspektasi Anggaran Perang

Perlu dicatat bahwa, seiring tercapainya perjanjian gencatan senjata, pemerintah Trump memperkirakan akan memangkas secara signifikan permintaan alokasi dana untuk perang melawan Iran. Menurut rangkuman dari data Jin10, dana untuk perang Iran yang semula direncanakan sekitar 200 miliar dolar mungkin dipangkas menjadi kisaran 80 miliar hingga 100 miliar dolar. Penyesuaian ini mencerminkan dua sinyal: pertama, perjanjian gencatan senjata membuat operasi militer skala besar untuk sementara dihentikan; kedua, menghadapi tekanan politik domestik akibat pengeluaran yang sangat besar, Gedung Putih terpaksa melakukan penilaian ulang terhadap anggaran perang.

Di saat yang sama, Menteri Pertahanan AS, Hegseth, menyatakan bahwa militer AS akan memastikan Iran mematuhi perjanjian gencatan senjata, dan pasukan siap untuk memulai kembali operasi kapan saja. Pemerintah Trump memperkirakan selama proses negosiasi akan tetap menuntut Iran untuk menyingkirkan material nuklir dan menghentikan pengayaan uranium. Ini berarti bahwa bahkan jika perang untuk sementara dihentikan, perebutan posisi di meja perundingan juga akan membutuhkan investasi ekonomi dan diplomasi yang besar.

Ringkasan: Perang 40 hari telah menghabiskan lebih dari 4,5 miliar dolar bagi AS—cukup untuk membangun 15 stadion besar di Washington, atau menyediakan makan siang gratis selama setahun bagi 40 juta anak usia sekolah di seluruh AS. Namun, rezim Iran tidak tumbang, dan garis blokade di Selat Hormuz tetap membentang di tenggorokan transportasi energi global. Pemerintah Trump sedang memangkas anggaran perang dan mengirim sinyal gencatan senjata, tetapi apakah ini benar-benar awal dari sebuah “perjanjian damai”, atau justru pendahuluan dari “perang berkepanjangan” yang lebih mahal—negosiasi di Islamabad 14 hari dari sekarang akan memberikan jawaban awal.
#Gate廣場四月發帖挑戰
Lihat Asli
post-image
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 3
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
ShainingMoonvip
· 7jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
ShainingMoonvip
· 7jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
ShainingMoonvip
· 7jam yang lalu
2026 GOGOGO 👊
Balas0
  • Sematkan