Siapa yang menipu Trump menjadi bodoh?


Musim semi 2026, Amerika terjerumus ke dalam kubangan perang Iran. Dan perang yang mengubah nasib bangsa ini, ternyata bermula dari sebuah "penjualan" gila di ruang perang Gedung Putih.
The New York Times membongkar rahasia: Malam sebelum perang, Perdana Menteri Israel Netanyahu diam-diam menyusup ke Gedung Putih, melakukan presentasi PPT selama satu jam kepada inti kekuasaan Trump. Dia menjamin dengan bangga: dalam beberapa minggu, Iran akan dihancurkan, rezimnya runtuh, dan rakyat menyambut di jalanan.
Pejabat intelijen secara diam-diam mengutuk: Omong kosong belaka. Wakil Presiden Vance sangat cemas, memperingatkan bahwa ini akan memicu kekacauan di kawasan. Trump hanya membalas satu kalimat: "Terdengar bagus."
Roda perang berputar dalam bisik-bisik beberapa orang.
Netanyahu adalah penggerak utama. Dia tahu Trump menginginkan "pergantian rezim" sebagai pencapaian, maka dia merancang ilusi: selama militer AS mengebom dengan keras, Iran akan meledak dengan revolusi internal. Jenderal militer AS Kane dengan tajam berkata: "Ini standar operasi Israel—berlebihan, dan mempromosikan secara keras."
Vance berjuang sendirian, tetapi setelah mengetahui Trump bersikeras melakukannya, dia harus mengalah: "Kalau kamu mau, aku dukung." Kane terus mengingatkan: stok misil hampir habis, konsekuensi penutupan selat sangat serius. Tapi peringatan rasional ini, di hadapan "intuisi" Trump, terasa seperti kertas bekas.
Sore hari 27 Februari, tinggal 22 menit sebelum batas waktu, Trump mengeluarkan perintah di Air Force One. Dia mengira dirinya adalah pahlawan yang mengubah sejarah, tetapi justru mengubah 300 juta orang Amerika dan keamanan energi global menjadi taruhan besar.
Hasilnya? Iran tidak runtuh dalam beberapa minggu, malah menutup selat dan meminta "biaya perlindungan." Anggaran militer melonjak ke 1,5 triliun dolar, terjerumus dalam kubangan. Dukungan Trump merosot tajam, bayang-bayang pemilihan tengah masa jabatan pun mengintai.
Sejarah selalu sangat mirip: Ketika pengambilan keputusan kekuatan super besar tidak lagi didasarkan pada intelijen, melainkan pada bujukan sekutu dan "intuisi" komandan—bencana pun menjadi hal yang tak terelakkan.
$BTC $GT $ETH
BTC0,6%
GT2,3%
ETH0,8%
Lihat Asli
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan