Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
40 hari beban perang—Organisasi Kesehatan Dunia rilis data terbaru tentang korban
Ketika para perunding duduk di ruang rapat Islamabad, angka-angka di luar ruangan tidak hilang karena gencatan senjata. Data terbaru yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada tanggal 9 menunjukkan bahwa serangan militer AS dan Israel telah menyebabkan hampir 2400 orang tewas di Iran, lebih dari 32.000 orang terluka, dan 3,2 juta orang mengungsi. Di Lebanon, lebih dari 1700 orang tewas, hampir 6000 terluka, dan lebih dari satu juta kehilangan tempat tinggal. Angka-angka ini mencerminkan gambaran paling nyata dari perang ini.
1. Iran: Hampir 2400 orang tewas, 3,2 juta mengungsi
Data dari Organisasi Kesehatan Dunia pada tanggal 9 menunjukkan bahwa sejak 28 Februari, serangan militer besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran telah menyebabkan hampir 2400 orang tewas, lebih dari 32.000 terluka, dan 3,2 juta mengungsi. Data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Iran pada tanggal 10 merinci bahwa dari semua korban luka-luka, 4992 adalah perempuan, 2115 adalah anak di bawah 18 tahun, termasuk 70 balita di bawah 2 tahun.
Serangan tersebut menghancurkan 55 basis darurat di Iran dan merusak infrastruktur medis secara besar-besaran. Menurut data sebelumnya yang diumumkan Iran, lebih dari 81.000 fasilitas sipil rusak, termasuk 498 sekolah, 275 rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Sekitar 3,5 juta orang mengungsi, dan jumlah anak di bawah 18 tahun yang terluka mencapai sekitar 1900 orang.
Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Volker Türk, baru-baru ini menyatakan bahwa AS dan Israel semakin sering menyerang kawasan padat penduduk Iran dan berusaha menghancurkan infrastruktur sipil Iran. Serangan terhadap fasilitas nuklir bahkan dianggap sebagai “perilaku ceroboh yang tidak dapat diterima.”
2. Lebanon: Lebih dari 1700 orang tewas, lebih dari satu juta kehilangan rumah
Perang tidak hanya terbatas di Iran, Lebanon juga mengalami kerugian besar. Data dari WHO menunjukkan bahwa operasi militer AS dan Israel telah menyebabkan lebih dari 1700 orang tewas dan hampir 6000 terluka di Lebanon. Serangan udara besar-besaran oleh Israel terhadap Lebanon pada tanggal 8 Mei, dalam satu hari saja, menewaskan setidaknya 303 orang dan melukai 1150 orang, mencatat rekor korban tertinggi dalam satu hari sejak konflik pecah.
Lebih dari satu juta warga Lebanon kehilangan rumah akibat serangan udara Israel, dan lebih dari 130.000 di antaranya ditempatkan di tempat penampungan yang ditunjuk pemerintah. Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri, telah mengumumkan 9 April sebagai hari berkabung nasional dan mencari dukungan dari Pakistan dan pihak lain untuk menghentikan perang.
3. Israel: 24 orang tewas, lebih dari 7000 terluka
Israel juga menanggung kerugian. Menurut data WHO, 24 orang tewas dan lebih dari 7000 terluka di Israel. Selain itu, 365 tentara AS terluka selama operasi militer, dan 13 meninggal dunia. Konflik juga mempengaruhi Irak dan negara lain, di mana warga sipil di Basra, Irak, telah tewas dalam serangan udara.
4. Total biaya perang: bencana kemanusiaan dan ekonomi ganda
Menurut laporan dari beberapa lembaga keuangan Eropa, hampir seluruh jalur pelayaran Selat Hormuz terhenti, menyebabkan harga minyak mentah di New York melonjak dari di bawah 70 dolar per barel menjadi lebih dari 110 dolar per barel pada awal April. Raksasa industri minyak AS, ExxonMobil, pada tanggal 8 Mei menyatakan bahwa pendapatan kuartal pertama mereka kemungkinan berkurang sebesar 6,5 miliar dolar akibat konflik Iran.
Secara politik, tingkat dukungan terhadap Trump turun menjadi 35% pada akhir Maret, terendah sejak ia kembali ke Gedung Putih. Lebih dari 20 anggota parlemen dari kedua partai, termasuk pemimpin minoritas Senat, Chuck Schumer, menyerukan anggota kabinet untuk mengaktifkan Amandemen ke-25 dan mencopot Trump. Demonstrasi di seluruh 50 negara bagian di AS semakin meningkat menentang perang.
5. Harga nyata di luar meja perundingan
Inti dari perundingan di Islamabad adalah pengendalian Selat Hormuz, masalah pengayaan uranium, dan pencabutan sanksi. Tetapi apapun hasilnya, biaya nyata perang telah dibayar—hampir 2400 nyawa orang Iran, 1700 nyawa orang Lebanon, 3,2 juta orang Iran yang mengungsi, lebih dari satu juta orang Lebanon yang kehilangan rumah, dan 81.000 fasilitas sipil yang hancur. Angka-angka ini akan menjadi luka yang tak terhapuskan dari perang ini.
Ringkasan: Ketika Trump mengumumkan “kemenangan total” di media sosial dan Iran menyatakan “musuh menyerah,” data dari WHO memberikan jawaban yang paling jujur. Dalam 40 hari konflik ini, hampir 2500 orang tewas, lebih dari 40.000 terluka, dan lebih dari 4,2 juta orang mengungsi—itulah tagihan paling nyata di balik “pernyataan kemenangan.” Apapun perjanjian yang dicapai di Islamabad, nyawa yang hilang dan rumah yang hancur tidak akan kembali hanya karena gencatan senjata.