Situasi negosiasi antara Iran dan AS di Islamabad dapat dirangkum menjadi beberapa poin inti berikut:


1. Bentuk negosiasi berliku-liku: Awalnya kedua pihak bahkan tidak bertemu langsung, diwakili oleh Pakistan yang menyampaikan pesan, satu kali memakan waktu 1-2 jam. Tetapi kemudian dilaporkan CCTV bahwa kedua pihak sudah “duduk di meja yang sama” dan mulai negosiasi langsung.
2. Iran mengajukan syarat keras: Iran mengajukan kondisi yang tidak bisa dinegosiasikan, termasuk pengendalian penuh Selat Hormuz, AS tanpa syarat mencairkan semua aset yang dibekukan, membayar ganti rugi perang, dan mengizinkan Iran menggunakan energi nuklir sipil.
3. AS menunjukkan kekuatan sambil bernegosiasi: Pada hari dimulainya negosiasi, beberapa kapal perang AS tanpa koordinasi melewati Selat Hormuz ke Teluk Persia, Trump bahkan menyatakan di media sosial bahwa mereka mulai membersihkan Selat Hormuz dan mengisyaratkan bahwa kapal penambang Iran telah ditenggelamkan.
4. Satu-satunya “niat baik” memiliki harga: Reuters melaporkan bahwa AS setuju mencairkan sekitar 6 miliar dolar aset Iran di luar negeri, tetapi dengan syarat memastikan keamanan lalu lintas di Selat Hormuz—seperti meminjam uang Iran sendiri, agar Iran menyerahkan kendali jalur pelayaran.
Meskipun negosiasi telah dimulai, posisi kedua pihak hampir bertentangan—Iran menginginkan kedaulatan dan ganti rugi, AS menginginkan hak lintas jalur pelayaran. Tidak mudah mencapai kesepakatan, tetapi tanpa negosiasi dikhawatirkan situasi akan semakin memburuk menuju konflik militer.
ZEC-0,86%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 1
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
GoldLove
· 04-11 16:04
Lakukan riset sendiri 🤓
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan