Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini saya memperhatikan fenomena yang cukup menarik. Harga saham Circle minggu ini naik lagi lebih dari 20%, dan logikanya sebenarnya cukup layak dipikirkan.
Penyebabnya adalah situasi di Timur Tengah yang tiba-tiba memanas. Serangan udara Israel dan Amerika terhadap Iran langsung mendorong harga minyak naik, WTI crude oil dalam beberapa hari saja naik sekitar 7 sampai 8 poin persentase. Ini tampaknya adalah peristiwa geopolitik, tetapi reaksi berantai di pasar keuangan sebenarnya sangat dalam.
Analis dari Bank Mizuho Jepang menangkap logika ini: kenaikan harga minyak akan kembali memicu tekanan inflasi, yang secara langsung menurunkan ekspektasi pasar terhadap pemotongan suku bunga Federal Reserve. Dengan kata lain, harga minyak yang tinggi berarti Federal Reserve mungkin harus mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi lebih lama. Ini adalah kabar baik bagi penerbit stablecoin seperti Circle. Kenapa? Karena pendapatan Circle sebagian besar berasal dari bunga utang pemerintah AS yang mereka pegang, yang merupakan cadangan USDC stablecoin. Semakin tinggi suku bunga, semakin besar pendapatan bagian ini; sebaliknya, penurunan suku bunga akan menekan pendapatan.
Bank Mizuho kemudian menaikkan target harga Circle dari 90 dolar menjadi 100 dolar. Saat itu, harga saham sudah mencapai sekitar 101,90 dolar. Para analis memperkirakan, penurunan ekspektasi pemotongan suku bunga meningkatkan proyeksi pendapatan Circle tahun 2026 dan 2027 sekitar 1%. Lebih penting lagi, berdasarkan data dari Chicago Mercantile Exchange, probabilitas tidak ada pemotongan suku bunga pada 2026 meningkat dua kali lipat, yang mungkin semakin mendukung valuasi Circle.
Yang menarik, saat situasi di Timur Tengah meledak akhir pekan itu, pasar kripto mengalami volatilitas yang tajam. Bitcoin sempat turun drastis, risiko pasar secara umum menurun secara signifikan. Tapi kemudian harga cenderung stabil, dalam 24 jam terakhir naik sekitar 0,01%, dan saat ini diperdagangkan di sekitar 73.000 dolar. Respon pasar ini menunjukkan bahwa meskipun risiko geopolitik bisa memicu fluktuasi jangka pendek, logika jangka panjang tetap didominasi oleh faktor makro.
Peristiwa ini juga mencerminkan latar belakang yang lebih besar: perbedaan kebijakan antara Bank of Japan dan Federal Reserve. Jepang terus mempertimbangkan penurunan suku bunga, sementara AS karena tekanan inflasi mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Perbedaan kebijakan ini memiliki dampak mendalam terhadap alokasi aset global. Bagi proyek seperti Circle yang bergantung pada suku bunga, kondisi ini justru menguntungkan.
Namun, Bank Mizuho juga mengingatkan bahwa manfaat dari suku bunga tinggi hanyalah fenomena jangka pendek. Seiring semakin terkomodifikasinya stablecoin, pertumbuhan pendapatan jangka panjang mungkin menghadapi tekanan. Ini mengingatkan kita bahwa bahkan peluang investasi yang tampaknya logis dan jelas tetap harus waspada terhadap perubahan struktural jangka panjang.
Terakhir, perlu dicatat bahwa harga saham Circle setelah laporan keuangan kuartal terakhir yang dirilis Kamis lalu mengalami lonjakan besar, lebih dari 45%, mengakhiri koreksi selama 80% sejak tahun lalu. Rebound teknikal jangka pendek ini dipadukan dengan logika fundamental jangka panjang, membentuk tren kenaikan berkelanjutan minggu ini. Jika Anda tertarik dengan sektor stablecoin dan titik pertemuan kebijakan Federal Reserve, Circle memang layak diamati terus-menerus. Jika berminat, Anda bisa melihat pergerakan aset terkait di Gate.