Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya memperhatikan momen menarik dalam politik Inggris. Rachel Reeves, Menteri Keuangan, baru saja memberikan sinyal yang jelas: Inggris tidak akan mengorbankan prinsip-prinsipnya demi kesepakatan perdagangan dengan AS. Bloomberg menyoroti pernyataan ini, dan hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana sebenarnya negosiasi Inggris-Amerika akan berlangsung.
Posisi Reeves terdengar prinsipil. Ini bukan sekadar tentang syarat perdagangan, tetapi tentang kesiapan untuk memegang standar nasional terlepas dari tekanan ekonomi. Ini adalah pernyataan yang cukup berani, mengingat betapa pentingnya AS bagi perekonomian Inggris.
Apa yang menarik di sini? Menteri menekankan bahwa pertimbangan etika harus sejajar dengan manfaat ekonomi. Kedengarannya indah, tetapi diplomasi nyata sering kali membutuhkan kompromi. Pertanyaannya adalah, seberapa teguh London akan memegang prinsip ini ketika berbicara tentang kondisi spesifik dari kesepakatan.
Ini mencerminkan tren yang lebih luas dalam perdagangan internasional: negara-negara semakin berbicara tentang perlindungan nilai-nilai mereka, bukan hanya tentang memaksimalkan keuntungan. Jika Reeves benar-benar mengikuti prinsip ini, itu bisa menjadi sinyal penting bagi peserta lain dalam negosiasi.