Mengapa rasio harga terhadap laba (PE Ratio) tradisional bersifat menyesatkan?


Metode perhitungan rasio PE tradisional adalah: membagi harga indeks S&P 500 dengan laba per saham kumulatif selama 12 bulan terakhir (Trailing-12-Month Earnings)~
Periode ekspansi ekonomi: margin laba lebih tinggi, profitabilitas kuat. Karena peny denominator (laba) meningkat secara signifikan, rasio PE secara visual tampak "terlalu rendah", sehingga menyembunyikan fakta bahwa valuasi mungkin sudah terlalu tinggi.
Periode resesi ekonomi: margin laba perusahaan menyusut, profitabilitas menurun. Pada saat ini, meskipun harga saham sudah turun, karena peny denominator (laba) menyusut secara besar-besaran, rasio PE tradisional justru akan tampak lebih tinggi.
Fenomena ini disebut sebagai noise siklus laba. Singkatnya, PE tradisional sering terlihat "murah" saat pasar puncak karena laba yang baik, dan "mahal" saat pasar dasar karena laba yang buruk.
Rasio PE Shiller (CAPE) justru mengambil rata-rata laba selama 10 tahun dan melakukan penyesuaian inflasi, menghilangkan gangguan dari fluktuasi ekonomi jangka pendek, sehingga mencerminkan tingkat valuasi pasar yang lebih nyata~
#席勒市盈率 #Data makro #SPX
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan