Baru-baru ini, layanan pemantauan on-chain Whale Alert kembali mendeteksi transaksi besar dari alamat yang terafiliasi dengan Ripple: sebanyak 65.000.000 XRP dipindahkan ke dompet tak dikenal di tengah tekanan pasar. Transaksi senilai sekitar USD 121 juta ini langsung menyedot perhatian pelaku pasar.
Di pasar kripto, pergerakan aset dalam skala besar seperti ini kerap menjadi penanda titik balik penting, terutama saat sentimen pasar secara umum sedang bearish.
Transfer signifikan ini terjadi ketika pasar kripto secara luas masih mengalami kelemahan dan volatilitas. Bitcoin dan aset utama lainnya mengalami fluktuasi harga tajam, sementara XRP melanjutkan tren penurunan, sehingga investor semakin peka terhadap arus modal on-chain.
Dalam kondisi seperti ini, transfer besar sering diartikan sebagai sinyal tekanan jual. Namun, hal tersebut hanyalah salah satu kemungkinan penafsiran.
Walaupun transfer besar sering menimbulkan kekhawatiran akan tekanan jual, tidak semua transaksi Ripple mengindikasikan rencana penjualan. Sepanjang sejarah, Ripple telah melakukan pemindahan aset on-chain untuk pengelolaan likuiditas, operasional bisnis, kerja sama mitra, maupun penyesuaian kustodian.
Karena belum ada penjelasan resmi, pasar terbelah dalam dua kubu utama:

Grafik: https://www.gate.com/trade/XRP_USDT
Dalam beberapa waktu terakhir, XRP bergerak sideways di kisaran USD 1,80–1,90. Meski telah menguji sejumlah level support kunci, token ini belum menunjukkan rebound berarti, dan momentum jangka pendek tetap lemah.
Analisis teknikal mengindikasikan, jika harga menembus zona support utama, tekanan bearish dapat semakin menguat. Sebaliknya, jika zona ini bertahan dengan volume perdagangan yang meningkat, hal ini bisa menjadi sinyal awal akumulasi di dasar harga.
Sejumlah pengamat mencatat bahwa produk institusional terkait XRP baru-baru ini melaporkan net inflow, menandakan modal besar perlahan masuk ke pasar, bukan sekadar melakukan aksi jual.
Kontras antara arus masuk modal dan sentimen komunitas yang bearish ini lazim terjadi saat fase akumulasi di dasar harga. Hal ini menunjukkan bahwa, meski harga masih lemah, pelaku besar mulai membangun posisi secara diam-diam.
Komunitas XRP masih terpecah dalam menanggapi implikasi transfer besar ini:
Secara keseluruhan, transaksi ini menjadi variabel kunci dalam mengukur sentimen pasar.
Transfer Ripple sebesar 65 juta XRP kembali menegaskan pentingnya arus modal on-chain di pasar kripto. Meski tujuan transaksi belum jelas, transfer dalam skala besar tetap dapat menjadi katalis volatilitas jangka pendek, terutama di tengah kondisi pasar yang lemah.
Ke depan, beberapa aspek utama yang perlu dipantau meliputi:
Bagi trader, menggabungkan analisis fundamental, teknikal, dan sentimen on-chain adalah pendekatan yang lebih kokoh untuk menghadapi pasar.





