Penulis: K2 Kai; Sumber: X, @kaikaibtc
Kejadian likuidasi besar-besaran XPL di HyperLiquid kali ini bukanlah kebetulan, karena sebelumnya peristiwa JELLYJELLY terjadi dengan cara yang sama. Ini bukan sekadar fluktuasi pasar yang sederhana, melainkan sebuah “perburuan likuiditas” yang terang-terangan, secara tepat memanfaatkan kelemahan mekanisme, sifat manusia, dan struktur pasar.
Berdasarkan data on-chain yang dipantau, proses inti dari kejadian ini adalah sebagai berikut:

Terdapat 4 alamat utama yang terlibat dalam hedging $XPL, dengan total keuntungan sebesar 46,1 juta dolar AS (sumber: @ai_9684xtp)
Mari kita lihat bagaimana serangan terarah ini dilakukan?
Memanfaatkan Kekurangan Likuiditas: Proses pembagian kerja yang jelas, teknik yang terampil. Data di blockchain menunjukkan bahwa setidaknya ada 4 alamat paus besar yang terlibat dalam serangan ini, mengeruk 46,1 juta dolar AS:
posisi short Anda mengalami likuidasi
Peristiwa XPL kali ini bukanlah suatu kejadian yang terisolasi. Pada 26 Maret tahun ini, HyperLiquid juga mengalami kejadian manipulasi harga token JELLYJELLY yang serupa. Saat itu, suatu alamat paus besar-besaran menjual JELLYJELLY sehingga harga anjlok, memaksa kolam likuiditas platform (HLP) untuk secara pasif melakukan short. Setelah itu, alamat tersebut dengan cepat melakukan pembelian balik, mengangkat harga, yang menyebabkan kerugian hampir 12 juta dolar untuk HLP. Setelah kejadian tersebut, HyperLiquid terpaksa menghapus pasangan perdagangan tersebut dan memberikan kompensasi kepada pengguna yang terdampak.
Meskipun platform telah memperbarui mekanisme leverage dan likuidasi setelah kejadian JELLYJELLY, terjadinya kejadian XPL menunjukkan bahwa sistemnya masih memiliki kerentanan yang signifikan ketika menghadapi serangan yang dilakukan oleh paus besar yang memanfaatkan kekurangan dana dan mekanisme.
Kejadian XPL kali ini kembali membuktikan sebuah kenyataan yang kejam: dalam pasar yang kurang likuid, ritel adalah “lawan alami” dan “bahan bakar” bagi ikan paus. Untuk menghindari menjadi korban perburuan berikutnya, beberapa poin berikut ini sangat penting:
Jangan mudah terlibat dalam perdagangan kontrak pra-pasar, koin baru, atau leverage untuk koin kecil. Air dangkal, sedikit ikan, dan mudah untuk menangkap. Jika memang harus terlibat, harus dianggap sebagai spekulasi berisiko tinggi, gunakan dana yang bisa hilang kapan saja, dan jangan berharap untuk “menangkap pergerakan besar”.
Dalam kondisi pasar seperti ini, tidak ada perbedaan antara leverage 2x dan 20x, semuanya terjadi dalam sekejap. Selalu kontrol posisi Anda dalam batas kerugian yang dapat Anda terima dengan tenang, misalnya 5% dari total modal Anda. Bertahan hidup lebih penting daripada segalanya.
Ketika Anda melihat sebuah koin terbang vertikal tanpa alasan, dan order jual di buku pesanan hancur seperti kertas, jangan FOMO, segera larilah! Itu bukan kesempatan untuk kaya, itu adalah awal dari pembantaian. Trader yang berpengalaman dapat memantau data on-chain (lihat platform data on-chain seperti Onchain Lens, Lookonchain, dll), aliran dana besar yang masuk ke platform tertentu sebelum serangan adalah sinyal bahaya yang umum.
Sebelum bermain, luangkan waktu lima menit untuk melihat apakah platform ini memiliki oracle dan apakah ada cukup kedalaman perdagangan. Platform yang baik akan berusaha melindungi Anda, bukan membiarkan aturan menjadi senjata bagi orang lain untuk menyerang Anda. Setelah kejadian, HyperLiquid merilis pernyataan resmi, yang hanya terdiri dari satu kalimat: “Tidak ada hubungannya dengan kami, renungkan diri Anda sendiri.”

Ikan paus mendapatkan uang dari perbedaan informasi dan celah aturan, sementara banyak orang kehilangan uang karena fantasi kaya mendadak. Berhentilah mengejar peluang yang bukan milikmu, fokuskan energi pada pengendalian risiko, itu lebih baik daripada segalanya.
Ingatlah satu kalimat: Di hutan ini, yang paling berbahaya bukanlah naik turunnya harga, tetapi orang-orang yang bersembunyi di balik aturan dan menjadikanmu sebagai mangsa. Jangan jadikan dirimu mangsa.