WTI Crude Tembus $91, Brent Mendekati $97 karena Eskalasi Militer AS-Iran Mengancam Selat Hormuz

LucasBennett
CL-0,17%

Pembukaan

Futures minyak mentah WTI naik di atas $91 per barel pada Kamis, sementara futures minyak mentah Brent bergerak menuju $97 per barel. Pemulihan itu terjadi setelah penurunan pada sesi sebelumnya ketika para trader menyikapi eskalasi baru antara Amerika Serikat dan Iran. Perkembangan terbaru melemahkan ekspektasi adanya perjanjian damai dalam waktu dekat yang dapat mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Jalur air tersebut tetap menjadi salah satu chokepoint energi paling penting di dunia, dengan sekitar seperlima pasokan minyak global biasanya melewati selat itu. Setiap gangguan langsung menarik perhatian trader energi dan memunculkan kekhawatiran tentang keamanan pasokan global.

Serangan Militer Meningkatkan Ketegangan AS-Iran

Laporan menyebutkan pasukan AS menyerang sebuah situs militer Iran yang diyakini mengancam pasukan AS dan jalur pelayaran komersial di dekat Selat Hormuz. Pasukan AS juga dilaporkan mencegat drone-drone Iran. Iran merespons dengan mengklaim Korps Pengawal Revolusi menargetkan sebuah pangkalan udara AS, meski pejabat tidak mengungkap lokasi. Pertukaran itu menyoroti betapa rapuhnya perundingan yang tersisa meskipun upaya diplomatik terus berjalan. Washington dan Teheran masih tidak sepakat pada beberapa isu besar. Iran ingin mempertahankan pengaruh atas Selat Hormuz dan menjaga program nuklirnya. Amerika Serikat menentang kedua posisi tersebut.

Trump Memperingatkan Oman Terkait Usulan Kendali Selat Hormuz

Presiden Donald Trump melontarkan pernyataan tegas terkait Oman dan masa depan Selat Hormuz. Trump menolak segala usulan yang memungkinkan kekuatan regional mengendalikan pengiriman melalui jalur air tersebut. Ia menyatakan selat itu harus tetap terbuka untuk semua orang dan menyebutnya sebagai bagian dari perairan internasional. Komentar Trump muncul setelah laporan menyebutkan Iran dan Oman telah membahas mekanisme yang memungkinkan mereka memungut tol dari kapal yang melintasi rute strategis tersebut. Trump juga memperingatkan bahwa Oman harus “berperilaku” atau menghadapi konsekuensi serius, pernyataan yang langsung menarik perhatian internasional.

Kedua Indikator Tetap Berpeluang Mengalami Penurunan Mingguan Kedua

Meski ada pemulihan pada Kamis, baik Brent maupun WTI tetap berada pada jalur untuk penurunan mingguan kedua secara berturut-turut. Banyak trader masih meyakini bahwa Amerika Serikat dan Iran pada akhirnya akan mencapai semacam kesepakatan. Trump terus mendorong penyelesaian melalui perundingan, meski progresnya masih lambat. Ia baru-baru ini menuduh Iran mencoba menunda pembahasan hingga setelah pemilihan paruh waktu AS. Sejumlah anggota parlemen Partai Republik mengkritik laporan tentang kemungkinan gencatan senjata selama 60 hari, dengan alasan hal itu dapat melemahkan keuntungan militer yang dicapai selama konflik.

FAQ

Apa yang menyebabkan harga minyak mentah WTI dan Brent naik pada Kamis?

Futures minyak mentah WTI naik di atas $91 per barel dan futures minyak mentah Brent bergerak mendekati $97 per barel setelah laporan tentang eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran. Pasukan AS menyerang sebuah situs militer Iran dan mencegat drone-drone Iran, sementara Iran mengklaim Korps Pengawal Revolusi menargetkan sebuah pangkalan udara AS.

Apa yang dikatakan Presiden Trump tentang Selat Hormuz?

Presiden Donald Trump menolak segala usulan yang memungkinkan kekuatan regional mengendalikan pengiriman melalui Selat Hormuz. Ia menyatakan selat itu harus tetap terbuka untuk semua orang dan menyebutnya sebagai bagian dari perairan internasional. Trump juga memperingatkan bahwa Oman harus “berperilaku” atau menghadapi konsekuensi serius setelah laporan menyebutkan Iran dan Oman telah membahas mekanisme untuk memungut tol dari kapal yang melintasi rute tersebut.

Mengapa harga minyak masih menuju kerugian mingguan meski ada kenaikan pada Kamis?

Baik Brent maupun WTI tetap berada pada jalur penurunan mingguan kedua secara berturut-turut karena banyak trader masih meyakini bahwa Amerika Serikat dan Iran pada akhirnya akan mencapai semacam kesepakatan. Trump terus mendorong penyelesaian melalui perundingan, meski ia baru-baru ini menuduh Iran mencoba menunda pembahasan hingga setelah pemilihan paruh waktu AS.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar