Pada hari terakhir kuartal ketiga, raksasa stablecoin Tether menunjukkan keyakinan yang kuat terhadap pasar Aset Kripto. Perusahaan memindahkan sekitar 1 miliar dolar nilai Bitcoin (8.888,8 koin) dari pertukaran Bitfinex ke alamat cadangannya, menarik perhatian luas dari pasar.
Transfer ini kemungkinan adalah Bitcoin yang dibeli Tether selama kuartal kedua dan ketiga (April-September). Pada bulan Mei tahun ini, Tether mengumumkan akan secara teratur menggunakan 15% dari keuntungan perusahaan untuk membeli Bitcoin sebagai cadangan. Tindakan ini melanjutkan strategi yang dimulai perusahaan pada awal tahun ini, dengan transfer Bitcoin berskala serupa terakhir terjadi pada akhir kuartal pertama.
Setelah transfer ini, alamat cadangan Bitcoin Tether telah mengumpulkan 86.335 koin Bitcoin, yang diperkirakan bernilai sekitar 9,75 miliar dolar AS berdasarkan nilai pasar saat ini. Jumlah ini menjadikannya pemegang dompet Bitcoin terbesar keenam di dunia, menunjukkan posisi penting perusahaan dalam ekosistem Aset Kripto.
Perlu dicatat bahwa berdasarkan harga Bitcoin saat transfer, biaya rata-rata Tether untuk membeli Bitcoin ini sekitar 48.542 dolar. Mengingat harga pasar Bitcoin saat ini, ini berarti investasi Tether telah menghasilkan keuntungan mengambang yang luar biasa sebesar 5,5 miliar dolar.
Serangkaian tindakan ini tidak hanya mencerminkan keyakinan Tether terhadap nilai jangka panjang Bitcoin, tetapi juga mengisyaratkan bahwa perusahaan sedang aktif menyesuaikan strategi alokasi asetnya. Dengan meningkatkan kepemilikan Bitcoin, Tether mungkin bertujuan untuk memperkuat dukungan stablecoin-nya, sekaligus mendiversifikasi risiko investasi.
Namun, pembelian Bitcoin dalam skala besar ini juga memicu diskusi di pasar mengenai transparansi Tether. Beberapa analis percaya bahwa perusahaan perlu lebih terbuka mengenai komposisi cadangan dan strategi pengelolaannya untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Seiring dengan perkembangan pasar Aset Kripto yang berkelanjutan, langkah Tether ini pasti akan berdampak mendalam pada seluruh industri. Ini tidak hanya menyoroti minat investor institusi terhadap Bitcoin, tetapi juga menetapkan standar baru untuk penerbit stablecoin lainnya. Di masa depan, kita mungkin akan melihat lebih banyak strategi serupa diadopsi, yang akan mendorong lebih lanjut penggabungan Aset Kripto dengan keuangan tradisional.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pada hari terakhir kuartal ketiga, raksasa stablecoin Tether menunjukkan keyakinan yang kuat terhadap pasar Aset Kripto. Perusahaan memindahkan sekitar 1 miliar dolar nilai Bitcoin (8.888,8 koin) dari pertukaran Bitfinex ke alamat cadangannya, menarik perhatian luas dari pasar.
Transfer ini kemungkinan adalah Bitcoin yang dibeli Tether selama kuartal kedua dan ketiga (April-September). Pada bulan Mei tahun ini, Tether mengumumkan akan secara teratur menggunakan 15% dari keuntungan perusahaan untuk membeli Bitcoin sebagai cadangan. Tindakan ini melanjutkan strategi yang dimulai perusahaan pada awal tahun ini, dengan transfer Bitcoin berskala serupa terakhir terjadi pada akhir kuartal pertama.
Setelah transfer ini, alamat cadangan Bitcoin Tether telah mengumpulkan 86.335 koin Bitcoin, yang diperkirakan bernilai sekitar 9,75 miliar dolar AS berdasarkan nilai pasar saat ini. Jumlah ini menjadikannya pemegang dompet Bitcoin terbesar keenam di dunia, menunjukkan posisi penting perusahaan dalam ekosistem Aset Kripto.
Perlu dicatat bahwa berdasarkan harga Bitcoin saat transfer, biaya rata-rata Tether untuk membeli Bitcoin ini sekitar 48.542 dolar. Mengingat harga pasar Bitcoin saat ini, ini berarti investasi Tether telah menghasilkan keuntungan mengambang yang luar biasa sebesar 5,5 miliar dolar.
Serangkaian tindakan ini tidak hanya mencerminkan keyakinan Tether terhadap nilai jangka panjang Bitcoin, tetapi juga mengisyaratkan bahwa perusahaan sedang aktif menyesuaikan strategi alokasi asetnya. Dengan meningkatkan kepemilikan Bitcoin, Tether mungkin bertujuan untuk memperkuat dukungan stablecoin-nya, sekaligus mendiversifikasi risiko investasi.
Namun, pembelian Bitcoin dalam skala besar ini juga memicu diskusi di pasar mengenai transparansi Tether. Beberapa analis percaya bahwa perusahaan perlu lebih terbuka mengenai komposisi cadangan dan strategi pengelolaannya untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Seiring dengan perkembangan pasar Aset Kripto yang berkelanjutan, langkah Tether ini pasti akan berdampak mendalam pada seluruh industri. Ini tidak hanya menyoroti minat investor institusi terhadap Bitcoin, tetapi juga menetapkan standar baru untuk penerbit stablecoin lainnya. Di masa depan, kita mungkin akan melihat lebih banyak strategi serupa diadopsi, yang akan mendorong lebih lanjut penggabungan Aset Kripto dengan keuangan tradisional.