Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Setiap 4 iPhone, 1 dibuat di India! Semua seri iPhone 17 dirakit di India
Strategi “Made in India” dari Apple mempercepat implementasinya, dan India telah naik menjadi pusat kedua terbesar produksi iPhone di dunia.
Dilaporkan bahwa pada tahun 2025, Apple akan merakit sekitar 55 juta unit iPhone di India, meningkat sekitar 53% dibandingkan tahun sebelumnya, yang mana sekitar seperempat dari total produksi global tahunan. Yang patut diperhatikan adalah, Apple saat ini telah merakit seluruh model seri iPhone 17 terbaru di India, termasuk model high-end Pro dan Pro Max, sehingga seluruh lini produk flagship diproduksi di dalam negeri.
Langkah ini mencerminkan perubahan mendalam dalam pola rantai pasok global Apple. India sedang bertransformasi dari peran sebagai tempat perakitan model lama dan standar menjadi pusat produksi utama yang mencakup model flagship terbaru. Ketiga mitra manufaktur kontrak utama Apple di India—Foxconn, Tata Electronics, dan Pegatron—semuanya telah terlibat secara mendalam dalam pengembangan kapasitas produksi di India, menjadikan negara ini sebagai basis kedua terbesar untuk produksi iPhone yang melayani permintaan global.
Sementara itu, lingkungan kebijakan yang mendukung ekspansi ini sedang menghadapi titik kunci. Kebijakan subsidi produksi ponsel pintar saat ini di India akan berakhir pada 31 Maret tahun ini, dan perusahaan-perusahaan seperti Apple sedang bernegosiasi dengan pemerintah New Delhi mengenai putaran insentif ekspor baru. Arah kebijakan ini akan langsung mempengaruhi kemampuan India untuk mempertahankan daya saing biaya manufakurnya.
Produksi meningkat 53%, pangsa pasar India berkembang pesat
Dilaporkan bahwa pada tahun 2025, jumlah iPhone yang dirakit di India oleh Apple sekitar 55 juta unit, meningkat secara signifikan dari 36 juta unit pada tahun sebelumnya. Secara global, Apple memproduksi sekitar 220 juta hingga 230 juta iPhone setiap tahun, dan pangsa pasar India sedang berkembang dengan cepat.
Dipengaruhi oleh tekanan tarif, Apple dan para pemasoknya mempercepat relokasi produksi perangkat yang ditujukan untuk pasar AS ke destinasi manufaktur alternatif, dan India menjadi salah satu penerima manfaat utama. Pemerintah Modi telah meluncurkan skema insentif terkait produksi (PLI) yang memberikan dukungan kebijakan penting untuk peralihan kapasitas ini, di mana subsidi terkait sebagian mengimbangi kelemahan biaya struktural India dalam hal rantai pasok dan logistik. Juru bicara Apple menolak berkomentar mengenai data tersebut.
Saat ini, Apple telah merakit seluruh model seri iPhone 17 di India, termasuk model high-end Pro dan Pro Max, menandai perluasan kemampuan manufaktur India ke seluruh lini produk flagship Apple. Mitra kontrak seperti Foxconn, Tata Electronics, dan Pegatron juga memproduksi model-model lama seperti iPhone 15 dan iPhone 16 untuk penjualan domestik dan ekspor.
Pengembangan rantai pasok yang mendalam dan peningkatan tingkat lokalitas
Apple sedang memperdalam dan memperluas kerja sama dengan pemasok lokal di India, serta secara aktif mendorong produksi komponen kunci secara lokal. Dilaporkan bahwa komponen yang diproduksi meliputi baterai lithium-ion, casing jam tangan dan ponsel, serta aksesori seperti AirPods, yang merupakan bagian penting dari pembangunan ekosistem rantai pasok lokal yang lengkap.
Namun, biaya produksi di India untuk produk elektronik dan komponen masih lebih tinggi dibandingkan beberapa negara pesaing seperti Vietnam, yang mendorong Apple, Samsung, dan perusahaan lain untuk terus mencari dukungan kebijakan yang lebih besar dari pemerintah India.
Pengaturan di India telah melampaui sekadar manufaktur. Penjualan produk Apple di pasar India telah menembus angka 9 miliar dolar AS, dan Apple berencana meluncurkan layanan pembayaran Apple Pay di India pada akhir tahun ini. Jaringan toko ritel Apple di India saat ini telah berkembang menjadi enam toko. India semakin menjadi salah satu pilar strategis global Apple—baik sebagai basis utama untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok maupun sebagai salah satu pasar konsumsi utama yang paling cepat berkembang.