Pada 13 April 2026, pasar minyak mentah internasional mengalami volatilitas ekstrem. Kontrak berjangka minyak mentah WTI melonjak 9,08% dalam satu hari, ditutup pada $105,339 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 8,69% menjadi $103,472 per barel.
Pemicu utama berasal dari Timur Tengah. Pada 12 April waktu setempat, Komando Pusat AS mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan, sesuai dengan proklamasi presiden, bahwa mulai pukul 10.00 Waktu Timur AS pada 13 April, militer AS akan memberlakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk atau keluar pelabuhan Iran. Langkah ini secara langsung mengancam keamanan pengiriman melalui Selat Hormuz—jalur transit minyak paling vital di dunia. Sekitar 20% minyak mentah global yang dikirim lewat laut melewati selat ini, sehingga gangguan apa pun akan berdampak besar pada pasokan energi global.
Faktor Utama di Balik Lonjakan Harga Minyak Ini
Lonjakan harga di atas $105 per barel berakar pada badai sempurna risiko geopolitik dan gangguan parah pada rantai pasokan minyak mentah global.
Pertama, gangguan berkelanjutan di Selat Hormuz. Sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran meningkat pada akhir Februari, keamanan pengiriman melalui Selat Hormuz terus berada di bawah ancaman. Hingga akhir Maret, rata-rata throughput minyak mentah harian turun hampir 90%, memaksa enam negara—termasuk Arab Saudi dan Irak—memotong produksi lebih dari 9 juta barel per hari. Harga spot Brent sempat melambung di atas $140 per barel, mencapai level tertinggi sejak 2008.
Kedua, kapasitas ekspor Rusia terganggu. Di luar konflik Timur Tengah, serangan berkelanjutan Ukraina terhadap pelabuhan dan kilang Rusia semakin memperketat pasokan. Sumber industri melaporkan kapasitas ekspor minyak Rusia turun sekitar 1 juta barel per hari—seperlima dari total ekspor mereka—sehingga pemotongan produksi lebih lanjut hampir pasti terjadi. Pelabuhan utama Baltik, Ust-Luga, terpaksa menghentikan ekspor minyak, dan jaringan pipa Rusia kini tersumbat oleh minyak mentah.
Ketiga, sinyal peningkatan produksi belum efektif. Pada 5 April, produsen utama OPEC+ mengumumkan rencana menambah produksi sebesar 206.000 barel per hari pada Mei. Namun, sebagian besar analis menilai selama Selat Hormuz masih tertutup, rencana tersebut hanya bersifat teoritis—negara seperti Arab Saudi dan UEA tidak dapat mengekspor pasokan tambahan.
Dengan tiga guncangan ini, pasar minyak mentah global menghadapi kesenjangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Estimasi saat ini menunjukkan kekurangan harian sebesar 12 hingga 15 juta barel, sekitar 15% dari pasokan global. JPMorgan memperingatkan jika gangguan pasokan berlanjut hingga pertengahan Mei, harga minyak bisa mencetak rekor baru di atas $150.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya dengan Harga Minyak?
Meskipun AS dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata dua minggu pada awal April—yang memicu penurunan harga minyak hampir 20% dalam satu hari—kesepakatan tersebut belum diimplementasikan, dan Selat Hormuz dengan cepat kembali tertutup. Isu utama harga minyak saat ini adalah bahwa peristiwa geopolitik tidak pernah terjadi saat jam perdagangan, sementara kenyataan gangguan pasokan terus meningkat dari hari ke hari.
Analis Guotai Junan Futures menilai jika negosiasi AS-Iran gagal dan konflik militer kembali meningkat, Brent bisa menembus $120 per barel dalam 3–5 bulan ke depan dan menguji kisaran $130–$160. Goldman Sachs juga mencatat jika gencatan senjata gagal dan pembukaan kembali Selat Hormuz tertunda satu bulan, harga rata-rata Brent bisa melonjak ke $115. Singkatnya, harga minyak tidak akan stabil dalam waktu dekat—fluktuasi besar dan volatil kemungkinan akan menjadi norma.
Bagaimana Cara Long Minyak Mentah dengan Gate TradFi?
Bagi pengguna kripto, saluran perdagangan minyak mentah tradisional memiliki hambatan masuk yang tinggi—membuka akun berjangka luar negeri, mengisi formulir W-8BEN yang rumit, mengonversi mata uang fiat dan melakukan transfer lintas negara—semua proses ini bisa memakan waktu lebih dari seminggu sebelum perdagangan dimulai. Gate TradFi sepenuhnya menghilangkan hambatan tersebut.
Transfer USDT ke Sub-Akun TradFi Anda
Masuk ke aplikasi atau platform web Gate, arahkan ke bagian Gate TradFi, dan transfer USDT dari akun utama ke sub-akun TradFi Anda. Sistem akan secara otomatis mengonversi USDT ke USDx dengan rasio 1:1—tanpa perlu menjual USDT atau menukar ke fiat. Anda bisa langsung membuka posisi dalam waktu kurang dari satu menit.
Pilih Produk Perdagangan Minyak Mentah Anda
Gate TradFi menawarkan dua kontrak CFD minyak mentah utama:
- XBRUSDT (Kontrak Perpetual Brent Crude): Benchmark internasional, mencakup sekitar dua pertiga penetapan harga minyak global. Kontrak ini lebih sensitif terhadap perkembangan di Timur Tengah dan Selat Hormuz, sehingga ideal untuk menangkap pergerakan yang dipicu risiko geopolitik.
- XTIUSDT (Kontrak Perpetual WTI Crude): Benchmark AS, lebih responsif terhadap perubahan inventori Amerika Utara.
Kedua kontrak diselesaikan dalam USDT, mendukung posisi long maupun short, dan menawarkan leverage hingga 100x.
Waktu Pembukaan Posisi Long dan Manajemen Risiko
Harga minyak saat ini melonjak akibat konflik geopolitik yang meningkat, dengan sentimen pasar sangat tinggi setelah menembus $105. Untuk strategi long, pertimbangkan poin-poin berikut:
- Ikuti tren: Dalam tren naik yang jelas, gunakan strategi trend-following untuk membangun posisi secara bertahap, serta tetapkan order take-profit dan stop-loss untuk mengunci keuntungan.
- Pantau katalis utama: Status Selat Hormuz, kemajuan negosiasi AS-Iran, dan langkah blokade AS selanjutnya akan menjadi variabel penting bagi harga minyak.
- Kelola leverage secara ketat: Leverage tinggi berarti volatilitas tinggi. Gate TradFi mendukung order stop-loss—selalu definisikan eksposur risiko Anda sebelum membuka posisi.
Perdagangan 24/7, Kapan Saja
Keunggulan utama Gate TradFi adalah perdagangan berkelanjutan 24/7. Kontrak berjangka minyak mentah tradisional hanya diperdagangkan pada jam tertentu Senin hingga Jumat, dengan akhir pekan dan hari libur tutup. Namun, peristiwa geopolitik tidak mengikuti jam perdagangan—eskalasi militer bisa diumumkan kapan saja. Kontrak perpetual minyak Gate memungkinkan Anda membuka atau menutup posisi kapan pun, sehingga Anda tidak pernah melewatkan momen penting pasar.
Kesimpulan
Pada 13 April 2026, blokade AS terhadap pelabuhan Iran mendorong WTI menembus $105 dan Brent di atas $103, meningkatkan premi risiko geopolitik secara signifikan. Dengan Selat Hormuz masih tertutup, kapasitas ekspor Rusia berkurang, dan peningkatan produksi OPEC+ terhambat, triple shock pasokan membuat harga minyak masih berpotensi naik.
Long minyak mentah dengan Gate TradFi hanya membutuhkan tiga langkah: transfer USDT, pilih XBRUSDT atau XTIUSDT, dan tetapkan take-profit serta stop-loss sebelum membuka posisi. Dengan perdagangan 24/7, leverage hingga 100x, dan penyelesaian langsung dalam USDT, Gate TradFi menyediakan toolkit yang cepat dan efisien—baik Anda ingin menangkap breakout jangka pendek maupun memposisikan diri untuk premi risiko geopolitik jangka menengah.


