Modal Ventura Kripto Melonjak hingga USD 4,65 Miliar pada Kuartal III, Mengungkap Tiga Tren Utama

Pasar
Diperbarui: 2025-11-26 07:07

Modal ventura kripto menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat setelah mengalami penurunan singkat. Berdasarkan riset terbaru dari Galaxy Digital, pada kuartal III 2025 pendanaan VC kripto mencapai USD 4,65 miliar, menandai total kuartalan tertinggi kedua sejak kolapsnya FTX di akhir 2022.

Angka ini merepresentasikan lonjakan luar biasa sebesar 290% dibanding kuartal sebelumnya, dengan total 414 kesepakatan ventura yang berhasil diselesaikan.

Alex Thorn, Head of Research di Galaxy Digital, mencatat, "Meski aktivitas masih di bawah level pasar bullish tahun 2021–2022, secara keseluruhan investasi modal ventura tetap aktif dan sehat. Sektor seperti stablecoin, kecerdasan buatan (AI), infrastruktur blockchain, dan perdagangan terus menarik minat kesepakatan dan modal."

01 Mega Deal Mendominasi

Ciri khas pasar modal ventura pada kuartal ini adalah dominasi transaksi berskala besar. Dari 414 kesepakatan VC, hanya tujuh yang menyumbang setengah dari total modal yang dihimpun pada kuartal ini.

Beberapa kesepakatan besar tersebut di antaranya adalah perusahaan fintech Revolut yang mengamankan pendanaan sebesar USD 1 miliar, bursa kripto Kraken yang berhasil meraih USD 500 juta,

serta bank berbasis kripto asal AS, Erebor, yang menerima USD 250 juta.

Investasi berskala besar ini menunjukkan bahwa perusahaan kripto yang telah matang semakin menarik minat modal signifikan, mencerminkan preferensi pasar terhadap perusahaan dengan model bisnis yang mapan dan jalur profitabilitas yang jelas.

02 Pergeseran Tahapan Investasi

Modal ventura kini jelas condong ke proyek tahap lanjut. Pada kuartal III 2025, sebanyak 57% pendanaan mengalir ke perusahaan tahap akhir, sementara perusahaan tahap awal menerima 43%.

Tren ini juga tercermin pada jumlah kesepakatan, di mana porsi transaksi tahap akhir terus meningkat selama beberapa kuartal berturut-turut, menandakan kematangan pasar kripto secara keseluruhan.

Sebaliknya, proporsi kesepakatan pre-seed tetap stabil, namun seiring industri semakin matang, pangsa mereka terhadap total volume kesepakatan terus menurun.

Alex Thorn berkomentar, "Seiring adopsi kripto oleh pelaku tradisional yang sudah mapan dan semakin banyak perusahaan yang didukung VC menemukan product-market fit, era keemasan modal ventura kripto pre-seed tampaknya mulai berakhir."

03 Distribusi Sektor dan Geografis

Dari sisi kategori investasi, platform perdagangan, bursa, perusahaan investasi, dan pemberi pinjaman menjadi sektor yang paling banyak menarik pendanaan VC, dengan total melebihi USD 2 miliar.

Hal ini terutama didorong oleh putaran pendanaan besar yang diraih Revolut dan Kraken.

Di luar platform perdagangan, perusahaan decentralized finance (DeFi) dan infrastruktur juga tetap menunjukkan momentum kuat, sementara sektor-sektor yang sebelumnya panas seperti gaming, Web3, NFT, dan metaverse kini turun ke posisi keempat.

Secara geografis, Amerika Serikat masih memegang posisi dominan. Pada kuartal III, 47% modal investasi mengalir ke perusahaan yang berbasis di AS, jauh melampaui Inggris (28%) dan Singapura (3,8%).

Perusahaan AS juga menyumbang 40% dari total kesepakatan yang diselesaikan, semakin menegaskan peran negara tersebut sebagai pusat inovasi kripto.

04 Perbedaan dengan Pasar Tradisional

Fenomena menarik pada siklus kali ini adalah terputusnya korelasi tradisional antara modal ventura kripto dan harga Bitcoin.

Meski Bitcoin mengalami reli signifikan sejak Januari 2023, aktivitas modal ventura belum mampu mengimbanginya.

Diskoneksi ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk menurunnya minat pada sektor VC kripto yang sebelumnya populer seperti gaming, NFT, dan Web3.

Persaingan ketat untuk pendanaan di antara startup AI serta lingkungan suku bunga yang lebih tinggi secara umum menekan minat para allocator VC.

Sementara itu, produk exchange-traded (ETP) spot mungkin juga bersaing dengan dana ventura dan startup dalam memperebutkan modal.

Beberapa investor besar—seperti dana pensiun, hedge fund, dan lainnya—mungkin memilih mendapatkan eksposur ke sektor ini melalui instrumen besar dan likuid tersebut, alih-alih berinvestasi pada VC tahap awal.

05 Dampak Pasar dan Tren

Lanskap modal ventura kripto yang terus berkembang memberikan dampak signifikan pada pasar. Ketika modal semakin terkonsentrasi di perusahaan tahap lanjut, startup tahap awal menghadapi tantangan lebih berat dalam menggalang dana.

Meski demikian, di platform seperti Gate, beberapa token baru tetap menunjukkan performa baik.

Ambil contoh GATA: meski volatilitas pasar tinggi, harga perdagangannya saat ini berada di 143,49573761625 Rupiah Indonesia, menandakan minat investor terhadap proyek inovatif tetap terjaga meski pendanaan VC semakin terpusat.

Sementara itu, token platform Gate, GT, juga menunjukkan momentum positif, dengan harga saat ini sebesar USD 10,06, naik 3,92%, dan rentang perdagangan 24 jam antara USD 9,66 hingga USD 10,10.

Analisis grafik menunjukkan GT telah rebound tajam dari level terendah USD 9,24, menembus rata-rata pergerakan jangka pendek dan menengah, serta kini menguji resistensi di kisaran USD 10, menandakan momentum bullish.

06 Prospek ke Depan

Menjelang akhir 2025, prospek pasar modal ventura kripto semakin kompleks. Di satu sisi, dominasi AS diperkirakan akan semakin menguat.

Laporan Galaxy Digital menyatakan, "Kami memperkirakan dominasi AS akan meningkat, terutama setelah GENIUS Act menjadi undang-undang. Jika Kongres dapat mengesahkan RUU struktur pasar kripto, hal ini akan semakin menarik minat perusahaan jasa keuangan tradisional AS untuk serius masuk ke sektor ini."

Di sisi lain, kemunculan ETF spot dapat terus membentuk ulang ekosistem VC.

Jika ETP Ethereum spot terus menarik minat—atau jika muncul ETP yang mencakup blockchain Layer 1 alternatif lainnya—permintaan untuk sektor seperti DeFi atau Web3 dapat beralih ke ETP, bukan lagi ke ekosistem modal ventura tradisional.

Prospek ke Depan

Tren modal ventura terus bergeser, dan tantangan pasar masih membayangi. Meski angka investasi USD 4,65 miliar sangat impresif, pasar VC kripto tetap menghadapi perubahan struktural.

Masuknya institusi keuangan tradisional menciptakan peluang baru bagi industri, namun proyek tahap awal menghadapi iklim penggalangan dana yang lebih sulit seiring modal terkonsentrasi pada kesepakatan tahap lanjut.

Alex Thorn merangkum, "Perlambatan VC didorong oleh banyak faktor, seperti menurunnya minat pada sektor VC kripto yang sebelumnya panas—seperti gaming, NFT, dan Web3.

Persaingan pendanaan dari startup AI serta kenaikan suku bunga secara umum telah menekan minat allocator VC."

Bagi investor ritel, memantau token dan proyek yang didukung modal ventura di platform seperti Gate bisa menjadi salah satu cara untuk menangkap peluang di tengah lingkungan investasi yang kompleks ini.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten