Dalam industri kripto, ZK (Zero-Knowledge Proof) telah menjadi salah satu istilah paling menarik perhatian. Mulai dari ZK-Rollups hingga zkEVM, ZK mewakili privasi sekaligus janji skalabilitas blockchain. Namun, pada 3 Maret 2026, perusahaan modal ventura terkemuka Andreessen Horowitz melalui a16z Crypto meluncurkan "bom kedalaman" lewat sebuah postingan blog: mereka secara lugas menyatakan bahwa label "ZK" telah disalahgunakan secara serius di industri ini. Menurut mereka, sebagian besar zkVM (Zero-Knowledge Virtual Machines) yang diklaim hanya memanfaatkan "succinctness" dan tidak benar-benar memberikan sifat zero-knowledge. Pada saat yang sama, a16z mengumumkan integrasi skema folding NovaBlindFold ke dalam Jolt zkVM open-source mereka, sehingga mendukung zero-knowledge proof secara native. Langkah ini bukan sekadar pembaruan teknis rutin—melainkan tantangan mendalam terhadap narasi industri yang selama ini berkembang.
Ringkasan Peristiwa: Pembaruan dan Tantangan
Pada 3 Maret, tim pengembang a16z Crypto mengumumkan pembaruan besar untuk Jolt zkVM. Inti dari pembaruan ini adalah pengenalan skema folding NovaBlindFold, yang memungkinkan Jolt menghasilkan proof tersembunyi tanpa mengungkap data input, sehingga mendukung aplikasi yang menjaga privasi secara native.
Namun, yang benar-benar mengguncang industri adalah sudut pandang berani yang disampaikan bersamaan dengan pembaruan teknis tersebut. a16z menegaskan bahwa mayoritas zkVM di pasaran saat ini tidak benar-benar "zero-knowledge." Fitur "ZK" yang diklaim umumnya membutuhkan proses "wrapping" tambahan yang memakan sumber daya setelah proof dihasilkan—artinya, proof zkVM asli harus diverifikasi secara rekursif dalam sistem lain yang benar-benar memiliki sifat zero-knowledge. Proses ini tidak hanya mahal secara komputasi, tetapi juga sering kali memperkenalkan trusted setup yang mengorbankan transparansi sistem.

Sumber: a16z Crypto
a16z juga menyoroti bahwa, dalam diskursus pengembang saat ini, "zk" secara perlahan telah bergeser menjadi sinonim untuk "succinctness"—yakni proof yang ringkas dan cepat diverifikasi—sementara inti privasi yang seharusnya diwakili oleh "zero-knowledge" justru diabaikan.
Dari Akar Privasi ke Mesin Skalabilitas—dan Kini, Pergeseran Konsep
Untuk memahami kedalaman kritik ini, penting menelusuri evolusi teknologi ZK di ranah blockchain:
- Tahap Awal (pertengahan 2010-an): Dengan proyek seperti Zcash sebagai pelopor, teknologi ZK (seperti zk-SNARKs) mulai digunakan secara komersial dalam skala besar. Tujuan utamanya adalah privasi—menyembunyikan data transaksi agar transfer nilai on-chain tetap rahasia.
- Masa Booming (2020–2025): Ketika ekosistem Ethereum mulai padat, teknologi ZK menawarkan proposisi nilai baru—yakni skalabilitas. ZK-Rollup muncul sebagai solusi Layer 2 unggulan, memproses transaksi dalam jumlah besar di luar rantai utama dan menghasilkan proof validitas yang "ringkas" untuk verifikasi on-chain. Pada fase ini, fokus industri hampir sepenuhnya beralih ke "succinctness" dan "verifiability," sementara aspek privasi "zero-knowledge" makin terpinggirkan.
- Pergeseran Konsep (2025 hingga kini): Seiring ZK-Rollup menjadi arus utama, "ZK" kini merujuk pada proyek apa pun yang menggunakan teknik proof ringkas, termasuk berbagai zkVM. Pernyataan terbaru a16z merupakan kritik langsung terhadap pergeseran konsep ini.
Rasional Teknis dan Latar Belakang Pembaruan Jolt
Pembaruan terbaru Jolt zkVM pada dasarnya adalah intervensi tepat sasaran terhadap "pergeseran" ini. Alih-alih mengadopsi pendekatan "wrapping" yang mahal dan bergantung pada trust, tim Jolt memilih skema folding—NovaBlindFold—yang jejaknya dapat ditelusuri hingga tahun 1990-an.
Dari sisi teknis, pembaruan ini memberikan "value for money" yang luar biasa. Dengan mengimplementasikan NovaBlindFold, Jolt kini mampu menghasilkan zero-knowledge proof yang benar-benar menjaga privasi, dengan satu-satunya trade-off berupa kenaikan ukuran proof sekitar 3 KB. Untuk sistem blockchain yang biasa menangani data dalam jumlah masif, overhead ini sangat kecil.
Peningkatan struktural ini memungkinkan pengembang akhirnya mendapatkan lingkungan zkVM yang siap pakai dengan dukungan privasi native, tanpa mengorbankan kinerja secara signifikan. Hal ini membuka jalan bagi lahirnya aplikasi yang benar-benar berfokus pada privasi di masa depan, seperti privacy DeFi, voting anonim, dan verifikasi identitas.
Debat Industri dan Jalan yang Mulai Berbeda
Pernyataan a16z segera memicu perdebatan tajam di kalangan industri.
- Media utama dan sebagian pengembang: Umumnya sepakat dengan posisi a16z. Media seperti The Block langsung mengutip blog a16z, menyoroti masalah penyalahgunaan terminologi yang sudah lama terjadi. Banyak pengamat teknis menilai ini sebagai "koreksi arah" yang diperlukan agar industri kembali ke fundamental teknis—terutama saat narasi privasi mulai mengemuka kembali.
- Proyek yang "terkena imbas": Bagi tim yang selama ini menggunakan label "ZK" namun hanya menawarkan "succinctness," kritik a16z menjadi tantangan yang cukup tajam. Mereka mungkin berargumen bahwa dalam konteks skalabilitas, "ZK" telah menjadi singkatan dari "ZK-Rollup"—sebuah konvensi industri, bukan penipuan. Inti perdebatan adalah apakah "succinctness" atau "privasi" yang seharusnya menjadi makna utama "ZK."
- Perspektif investor: Seperti yang baru-baru ini disampaikan CEO Digital Currency Group Barry Silbert, privasi akan menjadi fokus utama pada gelombang investasi berikutnya. Langkah a16z bukan sekadar pernyataan teknis, melainkan juga strategi pengelolaan ekspektasi pasar, memosisikan diri lebih awal untuk kebangkitan komputasi privasi.
Mengapa Label "ZK" Perlu Dikritisi
Mari kita lakukan eksperimen pemikiran sederhana: Jika sebuah sistem "zkVM" yang banyak dipromosikan ternyata tidak benar-benar melindungi privasi, apa yang terjadi ketika pengembang membangun aplikasi di atasnya? Misalkan seorang pengembang ingin membuat aplikasi skor kredit terdesentralisasi. Pengguna perlu membuktikan kepada pool lending bahwa skor kredit mereka di atas 700, tanpa mengungkap skor aktual atau riwayat sensitif. Jika pengembang menggunakan zkVM "pseudo-ZK," proof yang dihasilkan mungkin hanya membuktikan bahwa "sebuah komputasi dijalankan dengan benar," namun skor kredit pengguna tetap bisa terekspos pada input publik atau state, atau bahkan direkonstruksi melalui serangan side-channel. Pada akhirnya, aplikasi gagal memberikan jaminan privasi yang nyata.
Jadi, kritik a16z bukan sekadar soal semantik. Seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan privasi—terutama ketika modal institusi mensyaratkan privasi data yang ketat—definisi "ZK" yang presisi kini bukan lagi debat akademis, melainkan kebutuhan compliance produk dan penerapan komersial. Faktanya, mayoritas zkVM saat ini belum mampu memenuhi use case privasi sejati; status quo ini dipandang sebagai hambatan bagi kemajuan industri; dan proyeksinya, seiring solusi ZK native seperti Jolt semakin matang, pasar akan membedakan dengan jelas antara "succinct proof" dan "zero-knowledge proof," memaksa proyek yang konsepnya kabur untuk menghadapi penilaian ulang nilai.
Reset Nilai: Dari "Skalabilitas" Kembali ke "Privasi"
Peristiwa ini berdampak pada beberapa aspek industri:
- Mendefinisikan ulang standar teknis: Sebagai kekuatan utama di bidang modal ventura dan pengembangan, langkah a16z yang membuka source dan memperbarui Jolt memberikan tolok ukur "native ZK" berperforma tinggi bagi industri. Hal ini dapat mendorong proyek zkVM lain untuk mengevaluasi ulang arsitektur mereka dan menempatkan perlindungan privasi nyata sebagai metrik inti.
- Mempercepat jalur privasi: Ketika "succinctness" tak lagi bisa menggantikan "privasi," permintaan terhadap aplikasi yang menjaga privasi akan melonjak. Pembaruan Jolt secara eksplisit menyatakan "cocok untuk aplikasi privasi"—sebuah sinyal jelas bagi komunitas pengembang bahwa fondasi teknis untuk dApps ramah privasi kini telah tersedia.
- Mengikis gelembung konsep: Seperti halnya "blockchain" pernah digunakan secara berlebihan, kini giliran "ZK." Kritik terbuka a16z membantu menyingkirkan proyek yang hanya mengandalkan branding "ZK" tanpa teknologi privasi yang substansial, sehingga modal dan perhatian dapat difokuskan pada tim dengan kekuatan teknis nyata. Ini adalah proses penyaringan sehat untuk pertumbuhan industri jangka panjang.
Analisis Skenario: Bagaimana Industri Akan Berkembang
Berdasarkan uraian di atas, berikut beberapa kemungkinan skenario industri yang dapat terjadi:
Skenario 1: Diferensiasi Standar
Pasar akan secara bertahap mengembangkan pemahaman dan standar berlapis untuk teknologi ZK. Kita mungkin akan sering menjumpai istilah seperti "ZK (Privasi)" dan "ZK (Succinct)" atau "Validity Proof" untuk membedakan keduanya. Proyek akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan agar tidak menyesatkan investor dan pengguna. Secara teknis, "privasi" akan menjadi parameter kinerja utama selain "succinctness."
Skenario 2: Ledakan Aplikasi Privasi
Dengan pembaruan Jolt sebagai katalis—dan ZKsync serta Layer 2 lainnya yang menekankan "default privacy" dan use case nyata dalam roadmap 2026—1–2 tahun ke depan bisa jadi akan dipenuhi ledakan privacy DeFi, privacy DID, dan aplikasi compliant berbasis teknologi ZK native. Privasi berpotensi menjadi narasi besar berikutnya setelah Restaking.
Skenario 3: Tekanan Regulasi dan Kepatuhan
Seiring regulasi privasi data global (seperti GDPR) ditegakkan secara ketat, transparansi blockchain bisa menjadi penghalang adopsi institusional. Teknologi yang mendukung zero-knowledge proof secara native dapat memenuhi persyaratan "data minimization" regulator sekaligus menyediakan trust yang dapat diverifikasi. Hal ini dapat mendorong lebih banyak proyek blockchain berbasis kepatuhan untuk meninggalkan "pseudo-ZK" dan beralih ke solusi privasi sejati.
Kesimpulan
Pembaruan Jolt zkVM oleh a16z Crypto jauh melampaui sekadar upgrade rutin. Ia berfungsi sebagai cermin yang memantulkan kebingungan konsep dan hype yang muncul selama pertumbuhan pesat industri kripto. Ketika "ZK" direduksi menjadi sekadar embel-embel pemasaran, fondasi kriptografi privasi nyaris hilang. Pengenalan skema NovaBlindFold tidak hanya menjadikan Jolt salah satu dari sedikit zkVM yang benar-benar "otentik," tetapi yang lebih penting, memicu debat publik mengenai keaslian narasi teknis.
Bagi seluruh industri, ini bisa menjadi tonggak sejarah yang patut dikenang: ketika hype mereda, hanya dengan kembali ke fundamental teknis jembatan menuju adopsi massal dapat dibangun dengan kokoh. Seperti halnya upgrade Jolt hanya menambah overhead 3 KB, biaya bagi industri untuk beralih menuju "zero-knowledge" sejati mungkin jauh lebih kecil dari yang dibayangkan—sementara imbalannya adalah masa depan Web3 yang lebih terpercaya dan privat.


