Bitcoin mengalami penurunan tajam pada 5 November, turun di bawah ambang psikologis utama $100.000 untuk pertama kalinya sejak akhir Juni. Berdasarkan data platform Gate, per 5 November (UTC), harga Bitcoin berada di $101.799,38, mencatat penurunan lebih dari 7% dalam 24 jam terakhir.
Penurunan ini memicu gelombang likuidasi paksa, dengan lebih dari 470.000 trader di seluruh dunia mengalami likuidasi dalam 24 jam terakhir. Total nilai likuidasi mendekati $1,8 miliar, mencetak rekor harian baru sejak Agustus.
01 Pergerakan Harga: Fluktuasi Liar Bitcoin
Per 5 November, harga Bitcoin bertahan di level bawah, sempat turun di bawah $99.000, dengan penurunan intraday mendekati 2,5%.
Data dari berbagai platform menunjukkan tren penurunan yang sama. Berdasarkan data pasar Gate, BTC terakhir dilaporkan di $101.600, turun 2,59% dalam 24 jam terakhir.
Setelah menyentuh level terendah $99.000, Bitcoin sempat rebound ke sekitar $100.500, mempersempit kerugian 24 jam menjadi 5,6%.
Namun, tekanan jual tidak berlangsung satu arah saja—selama sesi perdagangan, Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi $113.600, menandakan tarik-menarik yang intens antara pihak bullish dan bearish.
02 Efek Domino: Kepanikan Pasar yang Meluas
Penurunan Bitcoin ini memicu efek domino di pasar kripto, dengan lebih dari 470.000 trader secara global mengalami likuidasi paksa dalam 24 jam terakhir.
Posisi long menjadi yang paling terdampak, menyumbang lebih dari 90% dari seluruh likuidasi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar investor bertaruh pada kenaikan harga Bitcoin yang berkelanjutan.
Kepanikan tidak hanya terjadi di kalangan trader ritel—institusi pun menunjukkan sikap hati-hati. Dalam sepekan terakhir, ETF spot BTC mencatat arus keluar bersih sekitar $800 juta.
IBIT milik BlackRock sendiri mencatat arus keluar harian sebesar $400 juta, tertinggi di antara 11 dana sejenis.
03 Penyebab Penurunan: Berbagai Faktor Berperan
Perubahan Kebijakan The Fed
Salah satu pemicu utama tekanan jual adalah pernyataan hawkish dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Usai pertemuan FOMC November, ia menyatakan bahwa pemotongan suku bunga pada Desember "masih jauh dari pasti."
Pernyataan ini mendorong Indeks Dolar AS ke level tertinggi dalam tiga bulan, dan volatilitas di pasar keuangan tradisional pun merembet ke pasar kripto.
Perbedaan Arus Modal Institusional
Terjadi pula perbedaan yang jelas dalam arus modal. Dalam sepekan terakhir, ETF spot BTC mengalami arus keluar bersih sekitar $800 juta, sementara ETF spot ETH justru mencatat arus masuk bersih meski dalam jumlah kecil.
Perbedaan ini mencerminkan sikap pelaku pasar yang berbeda terhadap berbagai aset kripto.
Tembus Level Teknis Kunci
Menurut Markus Thielen, pendiri 10x Research, level $100.000 bukan sekadar angka bulat, tetapi juga menjadi pemicu utama likuidasi posisi leverage.
Ketika harga turun di bawah $100.000, program perdagangan algoritmik memicu gelombang perintah jual, yang semakin memperdalam penurunan harga.
04 Prospek Pasar: Ekspektasi yang Berbeda
Sentimen Bearish
Analis Compass Point, Ed Engel, mencatat bahwa investor ritel mungkin tidak seagresif sebelumnya dalam membeli saat harga turun.
Dalam laporan terbarunya, ia menyatakan: "Meskipun aksi jual oleh pemegang jangka panjang umum terjadi di pasar bullish, pembeli spot ritel berpartisipasi lebih sedikit dibandingkan siklus sebelumnya."
Analis pasar Damian Chmiel menyoroti bahwa jika Bitcoin bertahan di bawah $100.000, hal ini bisa memicu penurunan lebih tajam, bahkan berpotensi kembali ke level terendah April di kisaran $74.000.
Suara Optimis
Di tengah volatilitas, beberapa institusi justru memilih untuk masuk pasar. Seorang investor besar yang menjual BTC pada November lalu baru-baru ini kembali membeli, mengakumulasi 800 BTC dengan harga rata-rata $106.060.
Beberapa pelaku bullish ternama di Wall Street tetap optimis. Tom Lee dari Fundstrat menyatakan bahwa meski terjadi gejolak baru-baru ini, ia masih memperkirakan Bitcoin bisa melesat ke $150.000–$200.000 pada akhir 2025.
05 Analisis Teknis: Level dan Indikator Kunci
Dari perspektif teknikal, harga BTC terus berfluktuasi di sekitar level $100.000, dan kemungkinan akan tetap sangat volatil dalam jangka pendek.
Rata-rata pergerakan 21 minggu menjadi indikator teknikal yang patut diperhatikan, karena secara historis memberikan referensi penting di berbagai siklus.
Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di level 29, menandakan Bitcoin telah memasuki wilayah oversold, yang bisa menjadi sinyal potensi pemulihan harga.
Investor perlu mencermati apakah level resistance $118.000 dapat ditembus, sambil tetap waspada terhadap potensi koreksi.
06 Strategi Investasi: Menavigasi Pasar yang Volatil
Pergerakan Institusi
Di tengah kepanikan pasar, beberapa institusi diam-diam justru menambah kepemilikan. Sebelumnya, Strategy mengumumkan telah menambah 397 BTC ke portofolionya.
Perusahaan membeli dengan harga rata-rata $114.771 per Bitcoin, dengan total pembelian sekitar $45,6 juta.
Strategi Ritel
Bagi investor individu, pendekatan wait-and-see disarankan dalam kondisi pasar yang tidak pasti saat ini, dengan fokus pada konfirmasi tren jangka panjang.
Indikator teknikal menunjukkan potensi support, namun ketidakpastian jangka pendek masih tinggi. Investor sebaiknya tidak gegabah membeli saat harga turun, terutama jika menggunakan leverage tinggi.
Prospek
Fluktuasi berulang Bitcoin di sekitar level $100.000 menyoroti pertarungan sengit antara pihak bullish dan bearish. Di satu sisi, masuknya kembali investor besar ke pasar menunjukkan keyakinan jangka panjang yang masih kuat; di sisi lain, empat hari berturut-turut arus keluar bersih dari ETF spot Bitcoin AS menandakan tekanan jangka pendek yang masih berlangsung.
Analis pasar Damian Chmiel memperingatkan bahwa jika Bitcoin bertahan di bawah $100.000, hal ini bisa memicu aksi jual yang lebih tajam, dengan target selanjutnya berada di level terendah April sekitar $74.000.
Meski jalan ke depan penuh ketidakpastian, pelaku bullish ternama seperti Tom Lee dari Fundstrat tetap teguh dalam proyeksinya bahwa Bitcoin berpotensi melesat ke $150.000–$200.000 pada akhir 2025.


