Bitcoin Turun di Bawah $96.000: Pasar Menantikan Terobosan pada RUU Regulasi Kripto AS

Pasar
Diperbarui: 2026-01-16 03:31

Kemajuan regulasi pasar kripto utama di Amerika Serikat mengalami hambatan, setelah Komite Perbankan Senat menunda peninjauan terhadap CLARITY Act. Pasar bereaksi dengan cepat: Harga Bitcoin turun di bawah Rp96.000.000, mengakhiri reli yang dimulai awal pekan ini di kisaran Rp90.000.000.

Volatilitas Pasar

Pekan ini, pasar kripto terasa seperti wahana roller coaster. Bitcoin melakukan rebound kuat dari sekitar Rp90.000.000, melonjak melewati Rp97.000.000 pada hari Rabu dan mencapai level tertinggi dua bulan. Beberapa faktor mendorong reli ini. Data terbaru Indeks Harga Konsumen (CPI) AS menunjukkan tanda-tanda inflasi mulai mereda, dengan core CPI turun dari 2,7% menjadi 2,6%. Hal ini meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan kembali memangkas suku bunga pada tahun 2026.

ETF Bitcoin spot AS juga menunjukkan arus masuk yang kuat, mencatat total bersih Rp1,2 miliar selama lima hari perdagangan terakhir. Ini menandakan minat institusional yang berkelanjutan untuk mengakumulasi Bitcoin. Namun, gelombang optimisme tersebut mendadak terhenti pada hari Kamis. Berita tentang penundaan peninjauan CLARITY Act di Senat langsung mengubah sentimen pasar, mendorong Bitcoin turun di bawah level psikologis penting Rp96.000.000.

Kontroversi RUU

Apa sebenarnya CLARITY Act yang memicu gejolak pasar ini, dan mengapa perkembangannya begitu diawasi? Undang-undang ini bertujuan membangun kerangka hukum komprehensif pertama bagi pasar aset digital AS. Salah satu tujuan utamanya adalah memperjelas yurisdiksi regulasi antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Singkatnya, RUU ini berupaya menentukan token mana yang dikategorikan sebagai sekuritas dan mana yang sebagai komoditas, sehingga mengakhiri ketidakpastian regulasi yang telah lama membayangi industri.

Penundaan peninjauan RUU ini sebenarnya tidak sepenuhnya mengejutkan. Perbedaan pendapat yang signifikan di industri terkait isi rancangan undang-undang secara langsung menyebabkan proses legislatif terhenti. Titik perdebatan utama berpusat pada beberapa area kunci: ketentuan rancangan disebut-sebut secara efektif melarang saham yang ditokenisasi; membatasi secara ketat mekanisme reward dan yield untuk stablecoin, yang berpotensi "menghambat" inovasi di sektor ini. RUU ini juga mewajibkan platform DeFi (keuangan terdesentralisasi) untuk memperoleh catatan keuangan pengguna, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait privasi dan esensi desentralisasi. Di sisi lain, terdapat perdebatan sengit mengenai apakah pejabat publik—termasuk Presiden Donald Trump—boleh mengambil keuntungan dari aset kripto selama menjabat. Perbedaan ini mendorong pendukung utama mundur, yang akhirnya memaksa Senat menunda peninjauan yang telah dijadwalkan.

Banyak Faktor yang Berperan

Meskipun penundaan CLARITY Act menjadi pemicu langsung penyesuaian pasar kali ini, pergerakan harga kripto selalu dipengaruhi oleh banyak faktor.

Di luar perkembangan regulasi, lingkungan makroekonomi yang lebih luas tetap memainkan peran utama. Sejak September 2025, Federal Reserve telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali, dengan suku bunga dana federal kini berada di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Kebijakan moneter yang akomodatif seperti ini biasanya menguntungkan aset seperti Bitcoin, yang dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang. Pasokan uang M2 di ekonomi utama dunia terus meningkat, memberikan likuiditas yang cukup bagi pasar.

Ketegangan geopolitik juga menjadi faktor yang tak bisa diabaikan. Awal pekan ini, kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong sebagian investor menganggap Bitcoin sebagai aset safe haven, sehingga memicu reli harga. Ketika ketegangan mereda, permintaan terhadap aset perlindungan pun menurun, dan ketika dikombinasikan dengan berita regulasi negatif, hal ini mempercepat koreksi harga.

Prospek

Dari perspektif analisis teknikal, Bitcoin telah membentuk zona support kuat di sekitar Rp84.000.000, dengan resistance jangka pendek di kisaran Rp98.000.000.

Lembaga riset pasar Tiger Research mencatat dalam laporan valuasi Bitcoin kuartal I 2026 bahwa meskipun ada koreksi jangka pendek, prospek menengah tetap bullish. Mereka memproyeksikan target harga Bitcoin pada kuartal I 2026 sebesar Rp185.500.000, mengindikasikan potensi kenaikan lebih dari 100% dari level saat ini.

Menurut data pasar Gate, harga Bitcoin saat ini berada di Rp95.737.500, dengan volume perdagangan 24 jam sebesar Rp1,13 miliar dan kapitalisasi pasar Rp1,9 triliun, mewakili 56,44% dari seluruh pasar kripto. Harga tertinggi sepanjang masa tercatat di Rp126.080.000, dengan harga terendah Rp67.810.

Indikator on-chain menunjukkan Fear & Greed Index di angka 54, berada di zona "netral"—peningkatan signifikan dari "ekstrem fear" yang terjadi pertengahan Desember 2025. Metode valuasi utama seperti MVRV-Z telah keluar dari zona undervalued dan masuk ke wilayah yang memungkinkan profit.

Ketidakpastian regulasi tetap menjadi faktor utama yang menekan sentimen pasar dalam jangka pendek. Namun, injeksi likuiditas makro yang berlanjut dan potensi arus masuk institusional memberikan dukungan struktural bagi perkembangan pasar dalam jangka menengah hingga panjang.

Per 16 Januari, Bitcoin diperdagangkan di Gate pada kisaran Rp95.737.500, turun 0,6% dalam sehari. Fokus pasar tetap tertuju pada Capitol Hill di Washington. Senat telah menunda peninjauan CLARITY Act hingga pekan terakhir Januari. Gedung Putih berkomentar bahwa penundaan ini "merupakan kesempatan bagi semua pihak untuk duduk bersama dan menyelesaikan perbedaan." Ketika ditanya apakah Bitcoin bisa kembali menembus angka Rp100.000.000, kepala aset digital di sebuah firma analitik Wall Street menjawab dengan tenang: "Ini bukan sekadar permainan angka—ini adalah barometer bagaimana aturan keuangan tradisional dan kripto mulai menyatu."

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten