Sinyal Bottom Sebenarnya? Rasio Leverage Bitcoin Anjlok 28%, MVRV Turun di Bawah Level Terendah Historis

Pasar
Diperbarui: 2026-02-27 06:52

27 Februari 2026 — Setelah mengalami koreksi yang dalam, harga Bitcoin kini berfluktuasi di kisaran USD 66.000. Berdasarkan data pasar Gate, BTC saat ini diperdagangkan pada level USD 66.250. Sejak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di USD 126.000 pada Desember 2025, pasar telah terkoreksi lebih dari 45%. Musim dingin kripto yang telah berlangsung selama empat bulan ini memicu perdebatan paling hangat di industri: Apakah pasar sudah mencapai titik terendah? Artikel ini menganalisis perubahan rasio leverage Bitcoin, membandingkan zona kapitulasi dari siklus sebelumnya, serta mencari tanda-tanda awal bottom dari perspektif kuantitatif.

Tinjauan Umum Perdebatan Titik Terendah Pasar

"Titik terendah pasar" selalu menjadi topik paling menarik di penghujung setiap siklus bearish. Saat ini, kubu bullish dan bearish terlibat dalam perdebatan sengit. Para optimis menyoroti data on-chain yang menunjukkan sinyal kapitulasi ekstrem, mirip dengan yang terlihat pada November 2022, yang mengindikasikan fase terburuk kemungkinan telah berlalu. Sementara itu, para pesimis berpendapat bahwa meskipun harga turun tajam, indikator sentimen belum mencapai level "panik" yang sesungguhnya, dan dana ritel justru keluar dari pasar dengan laju yang semakin cepat. Perbedaan pandangan inilah yang menjadi ciri khas zona bottoming. Secara objektif, menentukan apakah pasar sudah mencapai titik terendah tidak bisa hanya mengandalkan satu indikator; dibutuhkan pandangan holistik terhadap struktur leverage, perilaku holder, dan umpan balik likuiditas makro.

Latar Belakang Tren Penurunan dan Garis Waktu Deleveraging

Pemicu tren penurunan ini bermula pada akhir 2025. Setelah sentimen positif dari terpilihnya kembali Trump terefleksi dalam harga, pasar kehilangan narasi baru untuk mempertahankan momentum. Di saat yang sama, pengetatan likuiditas makro dan arus modal ke saham teknologi AI mempercepat keluarnya dana dari pasar kripto.

Beberapa peristiwa penting pada Februari ini semakin memperburuk situasi:

  • Awal Februari: Bitcoin turun di bawah USD 63.000 untuk pertama kalinya, menyebabkan sekitar 45% pasokan beredar "terjebak" (harga saat ini di bawah harga beli).
  • 12 Februari: Terjadi aksi jual panik, dengan arus masuk Bitcoin ke bursa mencapai 47.892 BTC—rekor harian tertinggi tahun ini—yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai "kapitulasi" investor ritel.
  • 24 Februari: Gelombang "longs melikuidasi longs" kembali melanda pasar, menghapus ratusan juta dolar posisi long dan mempercepat proses deleveraging paksa.
  • 25 Februari hingga kini: Harga bergerak liar antara USD 62.000 hingga USD 70.000, dengan pertarungan sengit antara kubu bullish dan bearish.

Analisis Data dan Struktur: Sinyal Kuantitatif dari Rasio Leverage

Di antara berbagai alat untuk mengidentifikasi titik terendah pasar, rasio leverage adalah salah satu indikator kesehatan pasar yang paling krusial. Faktanya, pasar telah mengalami deleveraging signifikan dalam sebulan terakhir.

Data menunjukkan Estimated Leverage Ratio (ELR) pasar telah anjlok dari puncak 0,198 menjadi 0,1414—turun 28%. Hal ini mengindikasikan bahwa leverage spekulatif yang sebelumnya memicu overheating jangka pendek telah banyak tereliminasi. Pada saat yang sama, volume perdagangan spot menyusut sekitar 25% hingga 30%, menandakan bahwa dorongan "buy the dip" yang dulu menopang pasar mulai memudar.

Banyak pihak meyakini bahwa pembersihan leverage secara menyeluruh merupakan langkah penting sebelum pasar bullish bisa berlanjut. Secara historis, proses deleveraging serupa menandai titik terendah pasar bearish pada 2022. Namun, perubahan struktur on-chain kini memperkenalkan variabel baru. Analisis saat ini menunjukkan bahwa siklus pengurangan leverage kali ini bukan sekadar pembersihan siklus, melainkan bisa menjadi pergeseran permanen dalam struktur pasar—pemain ritel dengan leverage tinggi mulai hengkang, digantikan oleh modal institusi yang secara perlahan membangun posisi melalui ETF.

Sinyal kuantitatif penting lainnya datang dari model valuasi on-chain. MVRV Z-Score Bitcoin (yang mengukur deviasi antara nilai pasar dan nilai realisasi) kini turun di bawah -2,28, bahkan lebih rendah dari titik terendah pasar bearish 2018 (-1,6) dan 2022 (-1,4). Angka negatif ekstrem ini sebagian disebabkan oleh masuknya modal institusi di era ETF, yang meningkatkan basis biaya on-chain sehingga Z-Score menjadi lebih sensitif terhadap penurunan harga.

Membaca Sentimen Pasar

Pandangan terkait apakah pasar sudah mencapai titik terendah saat ini sangat terpolarisasi.

Sebagian besar institusi besar memilih bersikap hati-hati. CIO Bitwise menyatakan, "Musim dingin kripto tidak berakhir dengan euforia, melainkan dengan apatis. Bitcoin sedang dalam proses bottoming yang berantakan dan bahkan bisa turun lebih dalam." Pandangan ini sejalan dengan realitas likuiditas on-chain yang mengering.

Analis on-chain justru lebih terbelah. Ada yang berpendapat bahwa MVRV Z-Score negatif ekstrem dan tekanan jual dari long-term holder (LTH) yang mulai mereda adalah sinyal textbook bottom. Namun, analis lain seperti Axel mengingatkan bahwa indikator NUPL, yang mengukur sentimen pasar, saat ini berada di 0,197—masih di zona "harapan" dan jauh dari wilayah "kapitulasi" (negatif) yang historis muncul di titik terendah siklus sebelumnya. Karena NUPL belum negatif, mayoritas peserta pasar masih mencatat keuntungan di atas kertas, sehingga aksi jual panik sejati kemungkinan belum sepenuhnya terjadi.

Menguji Validitas Narasi

Penting untuk menguji narasi utama: "Pembersihan leverage = pasar sudah bottom." Meski sering terbukti di siklus sebelumnya, apakah hal ini masih relevan di kondisi saat ini?

Di satu sisi, pembersihan leverage memang menurunkan risiko sistemik dan menyingkirkan "weak hands," membuka jalan bagi reli berikutnya. Itu fakta. Namun di sisi lain, narasi makro dan arus modal telah berubah secara fundamental. Dana ritel tidak sekadar parkir di uang tunai; mereka justru mengalir ke saham teknologi AI yang menawarkan volatilitas lebih terkontrol. Ketika modal menemukan "cerita" yang lebih menarik (AI), pasar kripto bisa mengalami arus keluar struktural.

Karena itu, pandangan mayoritas adalah bahwa meski "pembersihan leverage" merupakan syarat perlu bagi bottom pasar, hal itu saja tidak cukup. Tanpa narasi baru yang mampu menarik modal segar—seperti siklus penurunan suku bunga yang jelas atau aplikasi killer—pasar bisa memasuki proses bottoming "L-shaped" yang berkepanjangan setelah deleveraging, bukan pembalikan tajam "V-shaped".

Analisis Dampak terhadap Industri

Proses deleveraging saat ini tengah mengubah lanskap industri kripto.

Pertama, komposisi pelaku pasar mulai berubah. Data menunjukkan kekuatan ritel yang dulu mendorong lonjakan vertikal dengan leverage tinggi mulai meredup, sementara modal institusi—melalui ETF dan instrumen serupa—secara perlahan mengakumulasi aset di harga bawah. Pergeseran ini mengurangi volatilitas pasar dan menekan spekulasi jangka pendek, namun dalam jangka panjang, modal institusi memberikan "lantai" harga yang lebih stabil.

Kedua, ketahanan infrastruktur inti terbukti terjaga. Meski terjadi aksi jual besar-besaran, bursa tetap beroperasi lancar, kustodian tetap solvent, dan aset ETF Bitcoin tetap dipegang dengan stabil. Hal ini sangat kontras dengan "krisis sistemik" yang terjadi pada kasus LUNA dan FTX di 2022. Diyakini bahwa meski ini adalah "krisis kepercayaan" bukan "krisis kredit," proses pemulihan mungkin memakan waktu lebih lama—namun fondasi untuk rebound jauh lebih kuat.

Proyeksi Pasar Multi-Skenario

Berdasarkan data saat ini, terdapat tiga kemungkinan jalur pergerakan pasar ke depan:

Skenario 1: Pembentukan Bottom dalam Rentang Konsolidasi (Paling Mungkin)

Pada skenario ini, harga bergerak di kisaran USD 60.000 hingga USD 72.000. Logikanya: rasio leverage sudah turun ke level rendah (ELR turun 28%), tekanan jual telah mereda, namun pembeli baru masih minim. Institusi mengakumulasi secara perlahan melalui ETF, menciptakan lantai harga namun belum mampu mendorong tren naik berkelanjutan. Pasar harus menunggu perbaikan likuiditas makro atau narasi industri baru.

Skenario 2: Double Bottom dan Kapitulasi Akhir (Probabilitas Sedang)

Jika pasar saham AS—terutama saham terkait AI—mengalami koreksi tajam, Bitcoin bisa menembus level psikologis USD 60.000. Alasannya: NUPL masih positif (0,197), sehingga aksi jual panik pasar secara menyeluruh belum terjadi. Penurunan cepat yang membuat NUPL negatif bisa memicu "kapitulasi akhir" yang sesungguhnya dan menciptakan peluang beli historis.

Skenario 3: Sideways Berkepanjangan dalam Perangkap Likuiditas (Probabilitas Lebih Rendah)

Jika arus modal terus keluar dari kripto ke sektor panas seperti AI, bahkan setelah leverage dibersihkan, pasar bisa memasuki periode konsolidasi jangka panjang dengan volatilitas rendah akibat minimnya perhatian. Hal ini didukung oleh pergeseran selera risiko ritel dan stagnasi suplai stablecoin. Dalam skenario ini, pasar mungkin sudah mencapai bottom, namun rebound bisa berlangsung jauh lebih lama dari perkiraan, dan "zona bottom" dapat bertahan jauh lebih lama dari yang diantisipasi.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten