Menurut data pasar Gate, Februari 2026 menghadirkan perkembangan mencolok di pasar Bitcoin: harga bergerak di kisaran $69.096, sementara volume perdagangan 24 jam merosot tajam dari lebih dari $300 miliar menjadi $95,345 miliar. Perbedaan antara volume perdagangan dan pergerakan harga ini menjadi titik fokus bagi para pengamat pasar.
Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar $1,41 triliun, mewakili 56,14% dari keseluruhan pasar kripto. Dibandingkan puncak historis $126.080 yang dicapai pada Oktober tahun lalu, penurunan kumulatif telah melampaui 40%. Kondisi ini memicu likuidasi paksa secara luas pada posisi leverage, dengan lebih dari 200.000 trader dilikuidasi hanya dalam 24 jam.
Analisis Fenomena: Penyusutan Angka dan Sinyal Tersembunyi
Fitur paling menonjol di pasar Bitcoin saat ini adalah kontraksi tajam pada volume perdagangan. Data menunjukkan bahwa volume perdagangan 24 jam turun drastis menjadi $95,345 miliar, dan ini bukan kejadian tunggal. Harga berfluktuasi di sekitar $69.096 dengan penurunan harian sebesar 1,64%, namun aktivitas perdagangan jelas menurun. Tren ini mencerminkan perubahan partisipasi investor. Penyusutan volume perdagangan biasanya menandakan menurunnya likuiditas pasar dan kedalaman order book yang semakin dangkal, sehingga transaksi berukuran sedang pun dapat memicu pergerakan harga yang tidak normal.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai $1,41 triliun. Meski jauh menurun dari puncaknya, Bitcoin tetap menguasai lebih dari setengah pangsa pasar kripto. Dominasi yang berkelanjutan ini menunjukkan bahwa, bahkan di tengah kelemahan pasar secara keseluruhan, posisi inti Bitcoin masih tetap kokoh.
Sentimen Pasar: Ketakutan Meluas dan Ujian Kepercayaan
Sentimen pasar telah bergeser ke arah kehati-hatian dan defensif. Berdasarkan analisis dari Gate Plaza, sentimen investor kini didominasi oleh rasa takut dan ketidakpastian. Diskusi kripto di media sosial menunjukkan peningkatan tajam komentar pesimistis, mencerminkan perubahan psikologi pelaku pasar.
Level $70.000 dipandang banyak analis sebagai ambang psikologis penting. Batas ini tidak hanya menjadi indikator teknis utama, tetapi juga titik krusial bagi sentimen pasar. Jika ditembus, bisa memicu aksi jual panik yang lebih luas.
Perlu dicatat, sentimen ekstrem sering kali membentuk karakteristik dasar pasar. Secara historis, kapitulasi, keputusasaan, dan hilangnya kepercayaan mendominasi di titik terendah siklus, dan fase-fase ini biasanya menandakan periode akumulasi berkepanjangan serta pergerakan sideways.
Perspektif Teknis: Pergeseran Struktur dan Zona Support Penting
Dari sudut analisis teknikal, struktur pasar Bitcoin telah mengalami perubahan signifikan. Harga telah jatuh di bawah rata-rata pasar sebenarnya (rata-rata biaya kepemilikan untuk token yang aktif beredar, tidak termasuk token yang lama tidak bergerak), mengonfirmasi kemerosotan struktur pasar sejak akhir November tahun lalu.
Data on-chain menunjukkan aktivitas akumulasi awal di kisaran $70.000–$80.000, sementara zona basis biaya yang padat terbentuk di antara $66.900 dan $70.600. Area ini dapat berfungsi sebagai penahan tekanan jual jangka pendek, namun jika ditembus secara tegas, potensi penurunan lebih lanjut bisa terbuka.
Melihat indikator teknikal, metrik momentum seperti RSI (Relative Strength Index) mengindikasikan pasar sedang oversold, tetapi harga masih berada di bawah rata-rata pergerakan utama, mengonfirmasi tren bearish secara keseluruhan. Kontradiksi teknikal ini menyoroti kompleksitas dan ketidakpastian pasar saat ini.
Penyebab Utama: Beragam Tekanan dan Reset Pasar
Kontraksi volume perdagangan Bitcoin dan lemahnya harga merupakan hasil dari berbagai faktor. Matthew Sigel, Head of Digital Asset Research di VanEck, mencatat bahwa aksi jual kali ini tidak dipicu oleh satu katalis, sehingga lebih sulit menentukan titik terendah pasar.
Pertama, ada tekanan dari likuidasi leverage. Pasar menyaksikan jumlah posisi long yang dilikuidasi secara paksa mencapai rekor selama penurunan ini, menunjukkan bahwa ketika harga turun, posisi long leverage terhapus. Open interest futures turun lebih dari 45% dari puncaknya, menandakan reset besar-besaran pada leverage pasar.
Aliran institusi juga melambat secara signifikan. Net inflow ETF dan dana terkait mengalami kontraksi, gagal memberikan dukungan pembelian berkelanjutan seperti pada reli sebelumnya. Di saat yang sama, lingkungan makro global masih kurang kondusif bagi aset berisiko, dengan penguatan dolar, kebijakan moneter yang ketat, dan prospek suku bunga yang tidak pasti turut memberikan tekanan.
Perilaku Peserta: Strategi Beragam dan Dampak Pasar
Di tengah penyusutan volume perdagangan, perilaku pelaku pasar menunjukkan perbedaan yang mencolok. Sebagian besar investor ritel telah keluar dari posisi atau menunggu di pinggir, sementara institusi dan investor bernilai tinggi menerapkan pendekatan yang lebih strategis.
Data menunjukkan bahwa meski kepanikan meluas, beberapa institusi justru perlahan menambah eksposur di level rendah. Para pelaku ini lebih fokus pada model valuasi jangka panjang, fundamental jaringan, dan pola siklus historis, daripada mencoba menentukan titik terendah pasar secara tepat.
Sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia, langkah Strategy selalu menjadi sorotan pasar. Berdasarkan pengungkapan publik terbaru, per awal Februari 2026, kepemilikan Bitcoin kumulatif perusahaan telah meningkat menjadi sekitar 714.600 koin, dengan total investasi sekitar $54,3 miliar dan harga beli rata-rata mendekati $76.000 per koin. Dengan harga Bitcoin saat ini jauh di bawah basis biaya agregatnya, alokasi aset yang sangat terpusat ini memberikan tekanan besar pada laporan keuangan dan profitabilitas interim perusahaan.
Perbandingan Lintas Pasar: Aset Berisiko di Bawah Tekanan Sinkron
Kelemahan Bitcoin bukanlah fenomena tunggal—ini merupakan bagian dari penyesuaian global yang lebih luas pada aset berisiko. Baru-baru ini, berbagai kelas aset mengalami penurunan signifikan, mengurangi antusiasme investor dan memicu sentimen "jual semuanya".
Yang patut dicermati, narasi yang mengaitkan Bitcoin dengan "emas digital" tradisional kini tengah dievaluasi ulang. Sejak Januari 2025, Bitcoin dan emas mengalami divergensi tajam—emas melonjak sekitar 85%, sementara Bitcoin turun sekitar 30%.
Divergensi ini menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi yang meningkat, aset safe haven tradisional seperti emas kembali menjadi pilihan utama, sementara status Bitcoin sebagai lindung nilai dipertanyakan. Jika tren ini berlanjut, hal ini dapat mendefinisikan ulang peran dan fungsi Bitcoin dalam portofolio investasi.
Prospek Pasar: Jalur Potensial dan Indikator Kunci
Seiring volume perdagangan menyusut dan pasar melemah, investor mengamati kemungkinan skenario ke depan. Analisis Gate mengidentifikasi beberapa kemungkinan: skenario stabilisasi dengan pembentukan bottom di kisaran $40.000–$45.000; skenario bearish dengan penurunan lebih dalam jika support utama gagal; serta skenario pemulihan yang didorong oleh perbaikan kondisi makro.
Berdasarkan data pasar Gate, analisis menunjukkan bahwa rata-rata proyeksi harga Bitcoin untuk tahun 2026 adalah $70.791,3, dengan harga diperkirakan berfluktuasi antara $57.340,95 dan $91.320,77. Dalam jangka panjang, pada 2031, harga Bitcoin dapat mencapai $149.511,29.
Investor sebaiknya memantau beberapa indikator kunci: apakah volume perdagangan spot meningkat secara signifikan, apakah aliran institusi berbalik menjadi net positif, perubahan harga risiko di pasar opsi, serta pergeseran kebijakan makro. Faktor-faktor ini secara kolektif akan menentukan apakah pasar mampu keluar dari keterpurukan saat ini.
Saat Bitcoin berjuang mempertahankan level $69.000, harga saham MicroStrategy, pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia, turun lebih dari 77% dari puncaknya. Sementara itu, Bitcoin membentuk zona support tak kasat mata di antara $66.900 dan $70.600, yang dibentuk oleh basis biaya investor. Harga emas naik sekitar 85% selama setahun terakhir, sementara Bitcoin turun sekitar 30% pada periode yang sama. Divergensi ini menantang narasi "emas digital" dan mendefinisikan ulang persepsi investor terhadap risiko dan aset safe haven.
Pasar memperkirakan rata-rata harga Bitcoin di tahun 2026 akan mencapai $70.791,3, namun proyeksi ini sangat bergantung pada kemampuan pasar menyerap pesimisme saat ini dan membangun kembali kepercayaan investor. Institusi yang secara bertahap mengakumulasi posisi di lingkungan volume rendah saat ini pada dasarnya sedang "memilih" dengan tindakan mereka, menandakan keyakinan bahwa Bitcoin saat ini dinilai terlalu rendah.


