BTC Anjlok ke $82.000 setelah Whale Lama Jual Seluruh Kepemilikan Bitcoin Senilai $1,3 Miliar

Pasar
Diperbarui: 2025-11-21 09:24

Pasar Bitcoin sedang mengalami aksi jual tajam. Per 21 November, harga Bitcoin telah turun di bawah $82.000, anjlok lebih dari 6% dalam satu hari dan menembus level $87.000 untuk pertama kalinya sejak April.

Penurunan ini memicu lebih dari 220.000 likuidasi di seluruh pasar kripto dalam 24 jam terakhir, dengan total nilai likuidasi mencapai $830 juta (sekitar RMB 5,9 miliar).

Analis pasar mengaitkan penurunan ini dengan sejumlah faktor, termasuk meredanya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, gelombang aksi jual saham teknologi, dan yang paling signifikan, aksi jual besar-besaran berkelanjutan oleh whale OG Bitcoin.

01 Gejolak Pasar: Penurunan Kripto Secara Menyeluruh

Pasar kripto tengah menghadapi tekanan jual yang meluas. Tidak hanya Bitcoin yang anjlok, Ethereum juga turun lebih dari 5%, dan mata uang kripto utama seperti ADA, XRP, serta BNB turut mengalami penurunan.

Aksi jual ini telah menghapus seluruh keuntungan Bitcoin sepanjang tahun. Secara year-to-date, Bitcoin turun lebih dari 7%, menempatkannya pada jalur penurunan tahunan—yang pertama sejak 2022.

Menurut data Coinglass, likuidasi derivatif kripto mencapai total $831 juta dalam 24 jam terakhir, memengaruhi 227.000 trader. Dari jumlah tersebut, posisi long menyumbang $696 juta likuidasi, sementara posisi short sebesar $135 juta.

Likuidasi tunggal terbesar terjadi pada HTX-BTC-USDT, senilai $30,92 juta, menyoroti kerasnya realitas leverage pasar.

02 Aksi Jual Whale: Pemicu Utama Kejatuhan

Data blockchain menunjukkan bahwa whale Bitcoin jangka panjang—individu atau institusi yang memegang 1.000 BTC atau lebih—terus melakukan aksi jual besar-besaran sepanjang 2025.

Para pemegang Bitcoin "OG" ini—investor yang telah menyimpan asetnya lebih dari tujuh tahun—mulai melakukan transfer on-chain signifikan sejak November 2024, dan tren ini semakin intensif pada 2025.

Charles Edwards, salah satu pendiri Capriole Investments, menulis di X bahwa "super whale sedang mencairkan Bitcoin mereka," sehingga memicu kekhawatiran tentang potensi dampaknya terhadap harga.

Data Glassnode menunjukkan bahwa sejak Januari, insiden di mana whale membelanjakan lebih dari 1.000 BTC per jam terus terjadi.

Para analis menyoroti bahwa aksi jual dalam skala sebesar ini telah menjadi pendorong utama penurunan harga.

03 Analisis Perilaku Whale: Ambil Untung atau Panik?

Para analis memiliki interpretasi berbeda terkait aksi jual besar-besaran oleh whale. Sebagian meyakini hal ini mencerminkan aksi ambil untung yang terukur, bukan penjualan karena panik.

Martin Leinweber, Head of Digital Asset Research & Strategy di MarketVector Indexes, menyatakan bahwa aksi jual ini bisa jadi merupakan "alokasi aset yang sudah direncanakan."

"Beberapa investor Bitcoin membeli ketika harga masih satu digit dan telah menunggu sangat lama. Kini, akhirnya ada cukup likuiditas untuk menjual tanpa benar-benar mengganggu pasar," jelasnya.

Cory Klippsten, CEO perusahaan layanan keuangan berbasis Bitcoin, Swan Bitcoin, mencatat bahwa aksi jual whale baru-baru ini tampaknya terkait dengan level harga $100.000.

"Sejak saya masuk ke industri ini pada 2017, banyak pemegang awal yang saya kenal selalu membicarakan $100.000 sebagai target," kata Klippsten. "Entah kenapa, orang-orang selalu bilang mereka akan menjual sebagian kepemilikannya di harga tersebut."

Namun, analis CryptoQuant memperingatkan bahwa cukup mengkhawatirkan melihat aksi jual whale terjadi bersamaan dengan memburuknya sentimen pasar dan melambatnya aktivitas pembelian, yang bisa memberi tekanan tambahan pada harga Bitcoin.

04 Lingkungan Makro: Kebijakan The Fed dan Aksi Jual Saham Teknologi

Selain aktivitas whale, latar belakang makroekonomi juga kurang mendukung aset berisiko. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menurun tajam, sehingga membebani Bitcoin dan saham teknologi.

Saat ini, Morgan Stanley tidak lagi memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga pada Desember. Kontrak berjangka kini menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember hanya 40%.

Joel Kruger, Market Strategist di LMAX Group, mencatat bahwa ketika investor menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Desember dan data pasar tenaga kerja yang lemah memicu kekhawatiran ekonomi, aset berisiko—termasuk Bitcoin—kembali berada di bawah tekanan.

Sementara itu, gelombang aksi jual saham teknologi turut menambah tekanan pada pasar kripto. Semalam, kekhawatiran yang meningkat terhadap valuasi saham teknologi memicu penurunan tajam pada tiga indeks saham utama AS.

Pagi ini, pasar saham Jepang dan Korea Selatan juga turun tajam. KOSPI Korea anjlok lebih dari 4% secara intraday, sementara Nikkei 225 turun 2,26%.

05 Perpecahan Pasar: Sudah Dekat Titik Terendah atau Masih Ada Ruang Turun?

Institusi keuangan terbelah dalam memandang prospek Bitcoin. Danny Galindo, Investment Strategist di Morgan Stanley Wealth Management, merujuk pada data historis yang menunjukkan siklus harga Bitcoin mengikuti pola "tiga naik, satu turun" secara konsisten, dan pasar kripto kini memasuki fase "musim gugur" dalam siklus empat tahunan Bitcoin. Galindo menyarankan investor untuk mengambil keuntungan dan bersiap menghadapi crypto winter yang akan datang.

Di sisi lain, Geoffrey Kendrick, Head of Digital Asset Research di Standard Chartered, lebih optimistis. Ia menilai koreksi baru-baru ini mungkin telah berakhir, dan meski penurunan Bitcoin kali ini lebih tajam dan dalam, hal tersebut sejalan dengan gelombang aksi jual besar ketiga di siklus saat ini.

Kendrick menyoroti bahwa sejumlah indikator pasar telah turun ke level ekstrem. Misalnya, rasio price-to-book (PB) perusahaan investasi aset digital Strategy—yang mengukur kapitalisasi pasar perusahaan terhadap nilai kepemilikan Bitcoinnya—telah turun ke sekitar 1, yang mengindikasikan Bitcoin mungkin telah mencapai titik terendah.

Pasar opsi juga mengamati level support penting. Menurut data Deribit, permintaan perlindungan downside paling besar berada di kisaran $85.000, diikuti $82.000, menunjukkan para trader bersiap menghadapi potensi penurunan lanjutan.

06 Whale Kembali Masuk: Sinyal Positif di Dasar Pasar?

Di tengah pesimisme yang meluas, beberapa sinyal positif mulai muncul. Menurut platform intelijen pasar Santiment, whale mulai kembali masuk setelah Bitcoin turun di bawah $90.000.

Analis Santiment melaporkan bahwa seiring percepatan akumulasi Bitcoin, pekan ini bisa menjadi pekan paling aktif bagi whale sepanjang 2025 sejauh ini.

Santiment menulis di X bahwa mereka telah melacak lebih dari 102.000 transaksi whale di atas $100.000, dan 29.000 transaksi lain di atas $1 juta.

"Pekan ini sangat mungkin menjadi pekan whale paling aktif di 2025, dengan aktivitas whale beralih dari penjualan ke re-akumulasi," ujar Santiment.

Pav Hundal, Chief Analyst di platform trading kripto Swyftx, juga mengamati tren serupa: "Setelah laporan pendapatan Nvidia yang kuat, Bitcoin rebound, yang menurut saya menandakan baik whale maupun investor ritel mulai masuk dan membeli."

Ia menambahkan, "Pada order book Swyftx, pesanan beli mencapai rekor tertinggi selama perdagangan awal, dengan rasio beli-jual 10:1, dibandingkan rata-rata 3:1. Investor memanfaatkan penurunan harga untuk membeli."

Prospek

Aktivitas pasar opsi kini mengindikasikan peluang 50% bahwa Bitcoin akan turun di bawah $90.000 sebelum akhir tahun, dan para trader bersiap menghadapi potensi penurunan lanjutan. Sean Dawson, Head of Research di Derive.xyz, memperkirakan total likuidasi kripto untuk posisi long dan short mencapai $8,25 miliar dalam 30 hari terakhir.

Pasar selalu bergerak volatil, dan setiap penurunan tajam dapat membawa peluang baru. Bagi investor, tetap rasional di tengah kepanikan pasar serta terus memantau pergerakan whale dan perubahan fundamental bisa jadi lebih penting dari sebelumnya.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten